Monday, 24 September 2018

Bahan Renungan Harian hari ini diambil dari Mat. 11:20-30.
Saya mau mengutip salah satu ayat saja:

"Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang TIDAK BERTOBAT, SEKALIPUN DI SITU IA PALING BANYAK melakukan mujizatNYA. Celakalah engakau..." (Mat.11:20-21).

Dear netters,
Shalom/horas
Ada tiga hal yang ingin saya bagikan dari bahan renungan hari ini. Salah satu ayatnya telah saya kutip di atas.

Pertama, hati2 memiliki pemahaman bahwa MENGALAMI MUJIZAT= BERIMAN. TIDAK MENGALAMINYA= TIDAK BERIMAN.
Ayat bacaan kita tsb di atas menunjukkan bahwa mereka yang mengalami mujizat tsb ADALAH ORANG YANG TIDAK BERIMAN.

Kedua, kita harus hati-hati menjadikan mujizat sebagai dasar pertobatan seseorang, seolah-olah JIKA SESEORANG ITU TELAH MENGALAMI MUJIZAT, MAKA DIA PASTI BERTOBAT.
Ayat tsb di atas MENYANGKALI HAL ITU. Orang2 di Khorazim dan Betsaida mengalami mujizat YESUS.
Secara kwantitas, penginjil Matius menegaskan bahwa mereka MENGALAMI PALING BANYAK MUJIZAT. Tapi kenyataannya? Mereka tetap tidak bertobat! Di dalam buku saya "Roh Kudus dan Karunia Roh" saya telah menunjukkan fakta2 di mana ada orang-orang mengalami peristiwa2 yang 'luar biasa'. Tapi ketika diselidiki, mereka itu ternyata bukan Kristen. Org yang ditanya tsb menunjukkan bahwa apa yang dialaminya sebenarnya tidak lebih dari pengalaman orang2 India (primitif) dengan dewa2nya.

Ketiga, hati2 menafsirkan bahwa orang-orang yang mengalami mujizat PASTI MEMPERKENANKAN HATI TUHAN. Dalam kenyataannya, bacaan di atas menunjukkan bahwa Tuhan Yesus, sumber mujizat tsb mengatakan kekecewaan dan kemarahanNya karena mereka yang mengalami mujizat tsb TETAP TIDAK BERTOBAT DARI DOSA2NYA. Tuhan Yesus yang biasa memberi berkat itu, dengan sangat mencengangkan, kali ini memberi kutuk: "Celakalah engkau..."

Semoga posting ini berguna bagi kita semua.

Salam kebenaran,
Mangapul Sagala.