Rasul Petrus menulis: "Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya melaluinya engkau bertumbuh" (1Pet.2:2). Karena itu, membaca dan menikmati Alkitab tiap-tiap hari merupakan suatu kebutuhan setiap orang percaya. Sekalipun demikian, seringkali ditemukan keluhan dari anak-anak Tuhan yang membuatnya enggan untuk membaca Alkitab. Mereka mengeluh karena tidak tahu bagaimana harus menggali Alkitab tersebut. Mereka bingung ketika bertemu dengan bagian-bagian tertentu Alkitab, seperti kisah-kisah narasi Injil, perumpamaan bahkan kitab-kitab nubuatan.

Buku ini merupakan sebentuk punjung-tulis (festschrift) untuk Pendeta Mangapul Sagala, M.Th, seorang pelayan dan pembelajar. Dalam pelayanan, ia sudah puluhan tahun menjadi pemberita Injil dan pembina rohani – khususnya di kalangan Intelektual muda, calon pemimpin gereja dan bangsa masa depan. Sebagai pembelajar, khususnya di bidang teologi, ia tidak pernah merasa sudah memahami semuanya.

Mungkin selama ini banyak orang dan kalangan mengenal Pdt. Mangapul Sagala hanya sebagai seorang pengkhotbah. Sehingga terkesan lewat buku inipun ia ingin berceramah soal puji-pujian. Padahal, ia sendiri adalah seorang pemimpin puji-pujian dan pencipta lagu-lagu rohani. Maka, tak berlebihanlah kalau dikatakan ia telah memposisikan dirinya secara tepat di dalam buku ini. Sungguh, tak ada kesenjangan antara penulis dan karya tulisnya ini. Karena, tak hanya pengetahuan yang ingin dibagikannya, namun juga seluruh pengalaman pelayanannya yang berkaitan dengan puji-pujian. ~ Dr. Victor Silaen,Dosen STT Cipanas.

Oleh: Pdt. Mangapul Sagala
Pengantar
Seringkali orang menganggap bahwa Pekabaran Injil (PI) hanya dapat dilakukan dalam bentuk massal, seperti dengan mengadakan kebaktian kebangunan rohani yang dilakukan di gereja besar, atau di stadion. Dengan demikian, hanya orang tertentu yang dapat melakukannya, yaitu orang yang memiliki karunia untuk berbicara di hadapan ratusan atau ribuan orang.

Page 3 of 4