Bagaimanakah sikap kita melihat adat Batak sebagai produk budaya leluhur? Bagaimana pandangan Injil Kristus terhadap adat? Apakah Adat Batak bertentangan dengan Injil?
Buku ini akan membantu untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan lainnya dengan baik, sehingga orang Batak dapat mengambil sikap benar terhadap adat istiadat sebagai produk budaya leluhur. (Junjungan Sipahutar, SH. Ketua Yayasan Binadunia, tinggal di Jakarta)

Warga Batak Kristen perlu memperoleh keyakinan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang maradat dalam iman Kristiani.

Saya yakin, bahwa pembaca sekalian sependapat dengan saya bahwa topik ini merupakan satu topik yang sangat penting. Namun demikian, sangat disayangkan bahwa ajaran tentang Roh Kudus yang merupakan salah satu ajaran yang sangat penting ini telah banyak diselewengkan dan disalah mengerti. Hal itu akan jelas terlihat apabila kita mempelajari sejarah Gereja. Sebenarnya, ajaran tentang Roh Kudus dan karunia-karunia Roh dengan segala permasalahannya, bukanlah merupakan hal yang baru timbul pada abad 20, yaitu pada tahun 1950-an. Tetapi kita dapat mundur ke belakang ke abad ke 2, yaitu ketika muncul gerakan Montanisme oleh Montanus yang juga menekankan soal adanya bahasa lidah; bahkan lebih awal lagi yaitu ke abad permulaan.

Buku ini merupakan kumpulan artikel penulis selama empat tahun (2006 – 2009), yang telah dimuat di harian nasional, Sinar Harapan. Berbagai topik menarik dan bersifat teologis dapat ditemukan dalam buku ini. Sesungguhnya, dengan membaca buku ini, pembaca akan memahami berbagai pengajaran teologi mendasar dan penting: juga akan dibawa kembali ke berbagai isu hangat yang pernah muncul di sepanjang empat tahun tersebut. Sebagai contoh, ada dua isu yang sangat hangat terjadi pada tahun 2006, yang diabadikan penulis melalui topik “Pindah Agama” (7.10.2006) dan “Poligami, Mengapa Tidak?” (9.12.2006). Demikian juga, masalah yang menghebohkan dalam dunia pendidikan, di mana salah satu TV swasta menayangkan penyiksaan siswa-siswa baru, “Pendidikan Tanpa Moralitas” (28.4.2007).

Kata Pengantar Untuk Edisi ke-3
Segala puji bagi Allah Bapa di Sorga atas segala kasih setiaNya yang terus melimpah atas kita semua. Kami bersyukur buku "Otoritas Alkitab' dapat dicetak ulang kembali untuk ketiga kalinya. Puji Tuhan, sekalipun buku ini relatif cukup berat untuk dibaca -sesuai dengan isi pembahasan yang memang harus demikian- namun buku ini tetap mendapat tempat di hati banyak Pembaca sekalian. Dalam edisi ketiga ini, kami mengubah judul dari judul lama, yaitu "Otoritas Alkitab" menjadi "Superioritas dan Keistimewaan Alkitab".

Page 2 of 4