Wednesday, 17 January 2018

Articles

Berbicara mengenai doktrin keselamatan, bukanlah merupakan suatu topik yang sederhana. Para ahli telah memberikan berbagai macam pandangan terhadap doktrin ini. Karena itu, kita tidak perlu heran ketika kita mendengar istilah yang sama, namun sesungguhnya dipahami secara berbeda.

Kita akan mendiskusikan beberapa dari pandangan tersebut. Saya sengaja mengutip kalimat asli dari para ahli tersebut. Dengan demikian, pembaca dapat memahaminya secara utuh. Mohon maaf karena kalimat kutipan dalam bahasa Inggris tidak saya terjemahkan.

Read more: [01] Pluralisme (John Hick, Paul F. Knitter)

Pandangan ini mengakui bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Pinnock, dalam artikelnya yang menjelaskan posisi Inklusivisme dalam hubungannya dengan Tuhan Yesus, menulis: "We acknowledge no other name than this to have universal significance and to offer life and hope to all nations. We kno no other Savior; Jesus is the source and ground of salvation".[8] Karena itu, bagi Pinnock, jika ada orang dari agama lain diselamatkan –sebagaimana terjadi di dalam Perjanjian Lama- itu tetap karena jasa Kristus. Keselamatan tsb terjadi karena pengorbananNya di atas kayu salib. Pinnock tidak percaya bahwa agama lain menawarkan keselamatan sebagaimana di dalam Kristen.

Read more: [02] Inklusivisme (Karl Rahner, Clarck H. Pinnock)

Masih Pentingkah Melakukan Misi?

Apakah pendapat spt Pinnock tsb di atas tidak memotong dan menghilangkan semangat orang untuk bermissi? Buat apa kita repot2 dan menanggung berbagai macam resiko yang membahayakan jikalau ada kemungkinan orang lain dalam agamanya utk diselamatkan? Jika dengan cara Allah sendiri, Dia sanggup mengaruniakan iman kepada orang2 yang tidak diinjili, apakah pekerjaan missi masih dapat dikatakan sangat penting? Bagaimana dengan Amanat Agung Tuhan Yesus? Apakah itu masih dapat dipandang sebagai hal yang sangat penting dan mendesak dilakukan?

Read more: [04] Masih Pentingkah Melakukan Misi?

Apakah dasar Alkitab dari pandangan Inklusivisme tsb?

Setiap pandangan tentu memiliki dasar Alkitabnya, terlepas seberapa komprehensifnya pemahamannya terhadap Alkitab tsb. Karena itu, kelompok Inklusif juga memiliki dasar Alkitabnya. Beberapa di antaranyha adalah: Penebusan utk semua ( 1Yoh.2:2). Kasih Allah kpd semua (Mat.20:15-16), cakupan kasih Allah yg sedemikian luas (Eph.3:18). Adanya pelangi pengharapan di sekitar tahta Tuhan dapat dilihat dari berbagai ayat berikut: Rev.4:3; 22:2; Ro.11:32; 1Tim.2 :4; Acts 10:35. Berdasarkan ayat2 di atas Pinnock menulis: "Christian theology must speak of universality and of inclusion".[13] Dalam kritiknya terhadap "restrictive particularist", Clark Pinnock writes: "The entire Old Testament record is a problem for them because it describes countless pagans and Jews who were saved by faith without knowing Jesus or calling on his name--- all saved by faith even though they had no Christian theology. Unless we assume that God is stricter and less generous after Easter than before... we must suppose that God responds to all sinners who call on him, whether they employ Christian language or not".[14]

Read more: [03] Apakah dasar Alkitab dari pandangan Inklusivisme tsb?

Setelah kita melihat kedua pandangan tsb di atas, mk kini tiba saatnya melihat pandangan yang ketiga, yaitu apa yang disebut dengan Eksklusivisme. Pandangan ini percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan.

Perlu diperhatikan bahwa kelompok Eksklusivisme atau disebut juga dengan Particularisme, masih bisa dibagi dua kelompok, yaitu: "Terbatas" dan "Tidak Terbatas ("restrictive and a nonrestrictive kind").

Read more: [05] Eksklusivisme