Monday, 12 November 2018

Articles

Segala puji syukur kepada Allah, Bapa sorgawi atas segala kasih dan kuasa-Nya yang ajaib. Sungguh merupakan suatu sukacita yang besar ketika STT Trinity dapat mengadakan Wisuda Perdana pada tanggal 09 September 2017.
 
Kami menyampaikan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung STT Trinity dalam berbagai cara, baik melalui Doa, Dana dan Diri (3D).
 
Mohon doanya agar para alumni tetap setia dan menjadi teladan di manapun mereka melayani.
 
 

Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2017/2018

  1.  Arlina Nadeak (Ronggur ni Huta-Samosir)
  2. Nuriani Sitinjak (Parapat)
  3. Derina Waruwu (Nias Barat)
  4. Nurkiah Bancin (Tele-Sidikalang)
  5. Juspen Siringoringo (Ronggur ni Huta-Samosir)
  6. Aprilianto Gulo (Nias Selatan)
  7. Darlipus Ndruru (Nias Selatan)
  8. Anotona Ndruru (Nias Selatan)
  9. Anne FL Sitanggang (Ronggur ni Huta-Samosir)
  10. Irawani Indah Sari Pasaribu (Parapat)
  11. Yeni Murni Ndruru (Nias Selatan)
  12. Wita Lestari Zega (Nias Utara)
  13. Sadarman Waruwu (Nias)
  14. Cendis Ovviksien Sihura (Nias Selatan)
  15. Romaida Siringoringo (Ronggur ni Huta-Samosir)
  16. Yeniman Gowasa (Nias Selatan)
  17. Jenrianto Sagala (Aekanopan)
  18. Vivi Sagala (Parapat)
  19. Kristina Ladiaja Sihotang (Teluk Panji - Labuhan Batu Selatan)
  20. Astri Eda Sijabat (Parbaba - Samosir)
  21. Lasmaida Simbolon (Samosir)

Nama : Victor Mangapul Sagala
Website : www.mangapulsagala.com
Groups : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. & This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tempat dan
Tanggal lahir : Bonandolok, Samosir, 19-5-1956
Pekerjaan : Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru.
Istri : Dra. Junicke br. Siahaan
Anak : Billy ('88) Abdiel (91), si kembar Stefan & Filip ('93), Ekharisti ('95)

Read more: Bio Data Pdt Mangapul Sagala MTh

Bersyukur untuk mahasiswa Tingkat II dan III yang diutus untuk kerja praktik 2 bulan di berbagai daerah, yiatu :

  1. Netti Gulo dan Nopelita Gultom di  Laerias.
  2. Epi Phany Silalahi di  Bonandolok.
  3. Serli Silitonga di Eben Ezer
  4. Nensi Gulo dan Tuti Gulo di Lontung.
  5. Andreas Sitorus di Ronggur ni Huta
  6. Juliriang Laoli dan Arnita Saragih di Brastagi.
  7. Muli Waruwu dan Resti Lumbantoruan di Hasinggan.
  8. Fermata Siregar di Silimalombu.
  9. Firmansyah Siregar dan Yotilina Gulo di Sidamanik
  10. Amsal Simarmata dan Simon Silitonga di Desa Lintong ni Huta Read more: Pelayanan Mahasiswa/i STT Trinity

Mengapa buku Da Vinci Code (DVC) yang ditulis Dan Brown begitu populer? Konon buku itu telah terjual lebih dari empat juta eksemplar. (Jika anda membelinya juga maka jumlah itu akan bertambah terus). Apakah itu disebabkan oleh adanya ‘hal-hal baru’ -yang bersifat provokatif- tentang kekristenan yang disingkapkan oleh buku tersebut sebagaimana dinyatakan oleh Teabing, salah satu tokoh dalam novel tersebut?

Sebenarnya pernyataan Teabing tersebut tidaklah benar. Hal apa yang baru tersingkap di sana? Banyak hal yang dikatakan di dalam DVC sudah pernah ditulis dua dekade sebelumnya. Pada tahun 1982 buku yang provokatif seperti itu telah terbit, yang berjudul Holy Blood, Holy Grail –HBHG (oleh Michael Baigent dkk). Itulah sebabnya The Los Angeles Times Book Review menulis: “Enough to seriuously challenge many traditional Christian beliefs, if not alter them”.

Read more: Da Vinci Code