Monday, 24 September 2018

Articles

Rekan2 ytk, selamat memulai hari yang baru di Mg yang baru, bulan muda ini. Ada pepatah yg baik: Manis jangan terus ditelan, pahit jangan terus dibuang.

Demikian juga Firman Tuhan mengingatkan pagi ini dari Kejadian 13. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran Lot ketika pamannya, Abram memintanya memilih dengan bebas daerah yang luas di Mesir. "Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau?" (ay.9).

Namun satu hal dicatat Alkitab, Lot melayangkan pandangannya dan dilihatnyalah seluruh lembah Yordan... seperti TAMAN TUHAN" (10).

Seperti apa gerangan indahnya daerah yang dilihat Lot itu? Taman Bogor atau Taman Bunga di Puncak saja sudah indah sekali. Bagaimana lagi dengan Taman Tuhan?

Namun hati-hati rekan2ku menjalani hari-hari di Minggu baru dan bulan muda ini. Apa yang dilihat Lot seperti TAMAN TUHAN, ternyata beda sekali dengan yang dilihat Tuhan.

Alkitab mencatat, "Adapun orang Sodom SANGAT JAHAT dan berdosa terhadap Tuhan" (13). Di daerah inilah Lot dan keluarga membangun masa depannya. Dia semakin kaya raya, melebihi kekayaannya yang sudah berlimpah sebelumnya (Kej.13:6). Namun sayang berjuta sayang, lama setelah dia membangun karir dan mengumpulkan propertynya, tempat itu dimusnahkan Allah (Kej.19).

Lalu apa yang berhasil dibawa Lot? KOSONG, HAMPA, istrinya pun terlepas dari kehidupannya (jadi tiang garam! (19:26).

Doa dan harapan saya buat rekan2 semua, Allah mengaruniakan hikmat dan kepekaan rohani untuk memilih sesuatu bagi dirinya, baik untuk dimiliki maupun untuk dikerjakan. Hati2 terjebak dengan penglihatan sementara, seperti Taman Tuhan, ternyata tidak berkenan kepada Tuhan dan kelak dimusnahkanNya.

Selamat menikmati hari dan Minggu yang baru. Soli Deo gloria.

Rekan-rekanku sebangsa dan setanah air. Kita perlu mendoakan agar semua rakyat Indonesia TIDAK TERTIPU dengan massa yang berkumpul 4 November kemarin. Dari beberapa wawancara di media, ada beberapa hal yang patut diwaspadai.

1. Beberapa pembicara di media sepertinya ingin mengorbankan pak Ahok agar ditangkap, diadili. Alasannya, karena itu adalah tuntutan massa, rakyat. Tentu saja itu salah! Rakyat mana yang dimaksud? Anda dan saya adalah rakyat juga. Kelompok yang disebut Teman Ahok juga rakyat. Kita tidak setuju Ahok ditangkap dan diadili. Jumlah kita jauh lebih banyak dari yang membenci Ahok. Teman Ahok saja bisa jutaan orang. Sekiranya semua Teman Ahok dan umat Islam yang sangat mendukung Ahok jadi gubernur turun ke jalan, maka bukan hanya Medan Merdeka Barat dan Monas yang dipenuhi orang, tapi bisa-bisa seluruh Jakarta. Sekiranya PDIP dengan warna merahnya siap mengerahkan massa pendukung Ahok, semua wilayah DKI bisa berubah jadi merah menyala. Mau? Jika mau, saya akan ikut berpawai damai seperti ketika PDIP merebut suara terbanyak di DKI. Beberapa hari ini memang lagi suka memakai TShirt Teman Ahok yang kubeli sekali tiga sekitar 9 bulan yang lalu.

Read more: SEKIRANYA TEMAN AHOK DAN PENDUKUNG PAK AHOK BERDEMO

Rekan-rekan ytk, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Bapa di surga, Gembala Agung kita, yang terus menjaga dan memelihara hidup kita. Dengan adanya berbagai macam teror belakangan ini, khususnya dalam kaitannya dengan rencana demo hari Jumat 4 November 2016, saya ingin menyampaikan beberapa hal:

1. Mari tetap tenang, penuh damai dengan meyakini bahwa Allah perduli dan tetap terlibat dalam perjalanan bangsa kita, Republik Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Mari kita renungkan dan hayati janji Tuhan Yesus Kristus yang mengaruniakan damai sejahtera sejati (Yoh. 14.27).

2. Mari terus berdoa dan semakin tekun berdoa, baik secara pribadi, kelompok-kelompok kecil (small group, cell group, KTB) dan ibadah di Gereja dan persekutuan-persekutuan. Mari kita renungkan dan hayati penegasan Alkitab berikut: "Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, besar kuasanya (Yak. 5.16b). Kita doakan agar Roh Allah dan malaikat-malaikatNya diperintahkanNya utk mengawasi dan mengendalikan Jakarta dan seluruh daerah RI.

Read more: MARI TERUS BERDOA DAN BERJAGA

Rekan-rekan ytk, sementara demo yang disebut oleh TV sebagai aksi damai masih berjalan sekitar satu jam lagi (sampai jam 18.00 izin dari pemerintah), sungguh brsyukur, semua berjalan baik. Bapa surgawi menjawab doa-doa kita bersama.
Sambil menunggu pelayanan selanjutnya malam ini di RPK, saya mau berbagi beberapa hal dari demo hari ini.

1. Allah kita mahakuasa, Dia sanggup mengendalikan kelaliman. Saya mengamati demo, kelihatan benar-benar terkendali. Unik sekali damai kali ini, kotoran sampah pun dipungut sendiri oleh pendemo. Tidak ada pengrusakan seperti biasanya. Sebagai orang beriman, kita patut bersyukur atas karya Allah tersebut.

2. Di pihak lain, kelompok-kelompok peneror yang menakut-nakuti serta tim dananya yg konon bermilyar, saya kira gagal total hari ini. Karena dalam kenyataannya, masyarakat Jakarta tenang, aman, damai. Saya naik mobil dari Selatan ke Pusat, lancar, damai, masyarakat juga kelihatan ceria.

Read more: KIRANYA KEBENARAN TETAP TEGAK

Jakarta, 28 Juni 2016
Nomor : 20.49/PHN/Ptas/VI/2016
Lampiran : Pembahasan dan Tanggapan
Hal : TANGGAPAN PERKANTAS ATAS 14 BUTIR SURAT PASTORAL PGI
tertanggal 28 Mei 2016

Kepada Yth,
Majelis Pekerja Harian PGI
Up :
1. Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang, Ketua
2. Pdt. Gomar Gultom, Sekretaris Umum

Read more: SIKAP PERKANTAS NASIONAL