Wednesday, 20 February 2019

Articles

#BesarSetiaMuAllahBapaku
#MohonTterusAnugerahTuhan
#JanganGalau

1. Umat Tuhan ytk, di mana pun berada. Syukur kepada Bapa surgawi yang telah membawa kita masuk ke penghujung tahun 2018.
2. Di dalam anugerahNya, kita tinggal beberapa jam lagi memasuki tahun baru 2019. Mari kita tinggalkan tahun lama 2018 dan masuki tahun baru 2019 dengan penuh syukur. Apapun masalah Anda, mari kita bersyukur atas HIDUP yang masih Tuhan anugerahkan kepada kita.
3. Sebagaimana khotbah Yesus, Jangan kita kuatir akan apa yg akan kita pakai dan makan, karena tubuh lebih penting dari pakaian dan hidup lebih penting dari makanan (Matius 6:25-33).
4. Jadi, bersyukur atas HIDUP kita itu sendiri merupakan tindakan yang dibenarkan dan diperintahkan Tuhan Yesus. Jangan  biarkan sukacita dan syukur Anda berkurang atau hilang karena tidak memiliki ini dan itu.
5. Apa gunanya kita memiliki segala sesuatu yang dikejar dan dibanggakan dunia tapi tidak memiliki HIDUP? Mungkin beberapa teman atau anggota keluarga kita sudah berlalu, passed away, namun kita masih dikaruniai hidup. Apakah tidak seharusnya kita melihat hidup kita sebagai milik paling berharga?

6. Bagaimana caranya kita mensyukuri hidup kita?
Pertama, jauhkan diri dari dosa. Dosa menjauhkan kita dari persekutuan yg akrab dengan Tuhan, juga dari berkatNya  (Yes 59:1-2). Kedua, jauhkan diri dari ambisi daging yang dapat merusak sukacita dan hidup kita (1Yoh 2:17). Jangan seperti beberapa teman saya yang menumpuk hutang sampai ratusan juta demi gaya hidup hedonis  (bersenang-senang). Jika anda menjadi caleg, tetaplah pasrah, jgn menjadi susah dan depresi bila kelak gagal. Tetapi tetap waspada bila berhasil, jangan lupa diri, seperti beberapa teman yg gagal keluarganya karena sudah berhasil: bukan jadi berkat, tapi laknat!
Ketiga, mari kita gunakan hidup kita ini, semua milik dan karunia untuk melayani Tuhan dan sesama. Sebagaimana syair lagu terkenal: Hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan... Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat...

Akhirnya, terimakasih bagi Bapak/ibu/Sdr yang selama ini mendoakan dan mendukung pelayanan kami, baik di Divisi Alumni Perkantoran Jakarta, Penginjil dan bakti sosial melalui Yayasan Binadunia.

Secara khusus,  terimakasih untuk doa dan dukungan Anda bagi kemajuan STT Trinity di Parapat.
Sungguh bersyukur untuk 24 alumni yang melayani  di berbagai tempat, seperti Simalungun, Samosir, Nias, Jambi, Surabaya, bahkan Mentawai. Ini sebagian link pelayanan mereka: https://youtu.be/BPkl4LUAuFs

Kami terus berharap akan doa dan dukungan Bapak/Ibu/Sdr di tahun yang akan datang. Solo Deo Gloria.-

Rekan2 ytk, selamat memulai hari yang baru di Mg yang baru, bulan muda ini. Ada pepatah yg baik: Manis jangan terus ditelan, pahit jangan terus dibuang.

Demikian juga Firman Tuhan mengingatkan pagi ini dari Kejadian 13. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran Lot ketika pamannya, Abram memintanya memilih dengan bebas daerah yang luas di Mesir. "Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau?" (ay.9).

Namun satu hal dicatat Alkitab, Lot melayangkan pandangannya dan dilihatnyalah seluruh lembah Yordan... seperti TAMAN TUHAN" (10).

Seperti apa gerangan indahnya daerah yang dilihat Lot itu? Taman Bogor atau Taman Bunga di Puncak saja sudah indah sekali. Bagaimana lagi dengan Taman Tuhan?

Namun hati-hati rekan2ku menjalani hari-hari di Minggu baru dan bulan muda ini. Apa yang dilihat Lot seperti TAMAN TUHAN, ternyata beda sekali dengan yang dilihat Tuhan.

Alkitab mencatat, "Adapun orang Sodom SANGAT JAHAT dan berdosa terhadap Tuhan" (13). Di daerah inilah Lot dan keluarga membangun masa depannya. Dia semakin kaya raya, melebihi kekayaannya yang sudah berlimpah sebelumnya (Kej.13:6). Namun sayang berjuta sayang, lama setelah dia membangun karir dan mengumpulkan propertynya, tempat itu dimusnahkan Allah (Kej.19).

Lalu apa yang berhasil dibawa Lot? KOSONG, HAMPA, istrinya pun terlepas dari kehidupannya (jadi tiang garam! (19:26).

Doa dan harapan saya buat rekan2 semua, Allah mengaruniakan hikmat dan kepekaan rohani untuk memilih sesuatu bagi dirinya, baik untuk dimiliki maupun untuk dikerjakan. Hati2 terjebak dengan penglihatan sementara, seperti Taman Tuhan, ternyata tidak berkenan kepada Tuhan dan kelak dimusnahkanNya.

Selamat menikmati hari dan Minggu yang baru. Soli Deo gloria.

Rekan-rekan ytk, sementara demo yang disebut oleh TV sebagai aksi damai masih berjalan sekitar satu jam lagi (sampai jam 18.00 izin dari pemerintah), sungguh brsyukur, semua berjalan baik. Bapa surgawi menjawab doa-doa kita bersama.
Sambil menunggu pelayanan selanjutnya malam ini di RPK, saya mau berbagi beberapa hal dari demo hari ini.

1. Allah kita mahakuasa, Dia sanggup mengendalikan kelaliman. Saya mengamati demo, kelihatan benar-benar terkendali. Unik sekali damai kali ini, kotoran sampah pun dipungut sendiri oleh pendemo. Tidak ada pengrusakan seperti biasanya. Sebagai orang beriman, kita patut bersyukur atas karya Allah tersebut.

2. Di pihak lain, kelompok-kelompok peneror yang menakut-nakuti serta tim dananya yg konon bermilyar, saya kira gagal total hari ini. Karena dalam kenyataannya, masyarakat Jakarta tenang, aman, damai. Saya naik mobil dari Selatan ke Pusat, lancar, damai, masyarakat juga kelihatan ceria.

Read more: KIRANYA KEBENARAN TETAP TEGAK

Rekan-rekanku sebangsa dan setanah air. Kita perlu mendoakan agar semua rakyat Indonesia TIDAK TERTIPU dengan massa yang berkumpul 4 November kemarin. Dari beberapa wawancara di media, ada beberapa hal yang patut diwaspadai.

1. Beberapa pembicara di media sepertinya ingin mengorbankan pak Ahok agar ditangkap, diadili. Alasannya, karena itu adalah tuntutan massa, rakyat. Tentu saja itu salah! Rakyat mana yang dimaksud? Anda dan saya adalah rakyat juga. Kelompok yang disebut Teman Ahok juga rakyat. Kita tidak setuju Ahok ditangkap dan diadili. Jumlah kita jauh lebih banyak dari yang membenci Ahok. Teman Ahok saja bisa jutaan orang. Sekiranya semua Teman Ahok dan umat Islam yang sangat mendukung Ahok jadi gubernur turun ke jalan, maka bukan hanya Medan Merdeka Barat dan Monas yang dipenuhi orang, tapi bisa-bisa seluruh Jakarta. Sekiranya PDIP dengan warna merahnya siap mengerahkan massa pendukung Ahok, semua wilayah DKI bisa berubah jadi merah menyala. Mau? Jika mau, saya akan ikut berpawai damai seperti ketika PDIP merebut suara terbanyak di DKI. Beberapa hari ini memang lagi suka memakai TShirt Teman Ahok yang kubeli sekali tiga sekitar 9 bulan yang lalu.

Read more: SEKIRANYA TEMAN AHOK DAN PENDUKUNG PAK AHOK BERDEMO

Rekan-rekan ytk, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Bapa di surga, Gembala Agung kita, yang terus menjaga dan memelihara hidup kita. Dengan adanya berbagai macam teror belakangan ini, khususnya dalam kaitannya dengan rencana demo hari Jumat 4 November 2016, saya ingin menyampaikan beberapa hal:

1. Mari tetap tenang, penuh damai dengan meyakini bahwa Allah perduli dan tetap terlibat dalam perjalanan bangsa kita, Republik Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Mari kita renungkan dan hayati janji Tuhan Yesus Kristus yang mengaruniakan damai sejahtera sejati (Yoh. 14.27).

2. Mari terus berdoa dan semakin tekun berdoa, baik secara pribadi, kelompok-kelompok kecil (small group, cell group, KTB) dan ibadah di Gereja dan persekutuan-persekutuan. Mari kita renungkan dan hayati penegasan Alkitab berikut: "Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, besar kuasanya (Yak. 5.16b). Kita doakan agar Roh Allah dan malaikat-malaikatNya diperintahkanNya utk mengawasi dan mengendalikan Jakarta dan seluruh daerah RI.

Read more: MARI TERUS BERDOA DAN BERJAGA