Wednesday, 17 January 2018

3. Pandangan Alkitab

Kita telah melihat berbagai pandangan tentang kedatangan Kristus yang kedua. Di antaranya, ada yang menolak peristiwa tersebut sebagai hal yang pasti terjadi dalam sejarah manusia. Namun Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus akan datang kembali. Tuhan Yesus sendiri secara panjang lebar membicarakan hal tersebut kepada murid-muridNya (lihat Matius 24-25). Perhatikan khususnya ayat berikut, "Sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." (Mat.24: 44). Ketika Tuhan Yesus naik ke Surga, di mana ketika itu murid-murid sedang menatap ke langit, dua orang yang berpakaian putih berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke Surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama" (Kis.1: 11).

 

Rasul Paulus pun seringkali menyebutkan hal tersebut dalam surat-suratnya. Bahkan dia sangat merindukan peristiwa tersebut. Ketika masa tuanya, dia menulis,"Sekarang tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kapadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada harinya. Tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang menantikan kedatanganNya" (2Tim.4: 8).

Menarik untuk diperhatikan bahwa Rasul Paulus, dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Tesalonika, menyinggung doktrin ini pada akhir tiap pasal.

1. Kedatangan Kristus dikaitkan dengan pertobatan mereka yang sejati. Mereka (jemaat di Tesalonika) berbalik dari berhala-berhala kepada Allah dan menantikan kedatangan Yesus dari Surga. Rasul Paulus menulis,"Sebab mereka sendiri bercerita bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan AnakNya" (1Tes.1:9-10).

2. Kedatangan Kristus dikaitkan dengan pelayanan. Rasul Paulus begitu bermegah atas orang-orang yang dilayaninya. "Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatanganNya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami" (2:19-20).

3. Kedatangan Kristus dikaitkan dengan etika hidup kudus. "Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus,… pada waktu kedatangan Yesus" (3:13).

4. Kedatangan Kristus dikaitkan dengan kebangkitan orang-orang percaya. Jadi, Rasul Paulus menjadikan doktrin ini menjadi dasar penghiburan bagi mereka yang berduka karena diting-gal oleh orang yang dikasihi (4:13-18).

5. Doa rasul Paulus bagi orang percaya berkaitan dengan kedatangan Kristus yang kedua. "Semoga Allah damai sejahtera menguatkan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Kristus Tuhan kita" (5:23).

Sebenarnya, ajaran tentang kedatangan Kristus yang kedua merupakan topik yang begitu menonjol dalam seluruh Perjanjian Baru. Hal itu dapat juga dilihat dalam tulisan Rasul Petrus, Yohanes dan Yakobus: 1Pet.1: 7, 13; 2Pet.1: 16; 3:4, 12; 1Yoh.2: 28; Yak.5: 7-8. Baca juga tulisan Rasul Paulus lainnya: 1Kor.1: 17; 15: 23; Fil.3: 20-21; 1Tes.4: 15-16; 2Tes.1: 7-10; Tit.2: 13.

Jadi, berdasarkan keyakinan kita pada Alkitab, kita harus menolak segala teori yang meragukan kedatanganNya yang akan datang. Peristiwa kedatanganNya adalah pasti, yang tidak pasti adalah waktu kedatangan tersebut. Memang ada orang yang terlalu berani meramalkan waktu kedatangan Kristus yang kedua dengan cara yang spekulatif atau dengan cara tertentu yang katanya 'berdasarkan Alkitab'. Namun, mereka yang mengaku 'berdasarkan Alkitab' harus tahu bahwa Alkitab sendiri tidak pernah memasti-kan waktu kedatangan Kristus. Karena itu, bagi mereka yang merasa mengetahui hari itu, perlu memperhatikan penegasan Tuhan Yesus berikut,

"Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu…" (Mark.13: 32)

"Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetap-kan Bapa menurut kuasaNya" (Kis.1:7).

Ada orang yang memberikan argumentasi aneh dengan mengatakan, "Memang tentang hari itu, tidak seorang pun tahu, tetapi bulan dan tahunnya dapat diketahui!" Tafsiran ini katanya berdasarkan Alkitab! Padahal, Alkitab dengan jelas mencatat sabda Tuhan Yesus bahwa baik "hari" (Yunani: hemeras), "waktu" (lebih tepatnya "jam," Yunani: horas), juga "waktu secara umum" (khronos) dan "waktu secara spesifik/saat" (kairos) tidak seorang pun tahu.

Karena itu, jemaat perlu diperingatkan agar senantiasa waspada dan menjauhi pengajar-pengajar sesat (orang-orang yang berspekulasi) dan yang berani memastikan waktu kedatangan Kristus. Karena mereka ini merusak ajaran Alkitab dan membingung-kan umat Allah. Jemaat perlu menyadari bahwa sepanjang sejarah Gereja telah ditemukan penyesat-penyesat yang demikian. Hal itu masih akan terus terjadi.
Karena itu, sekali lagi diingatkan di sini agar jemaat senantiasa waspada serta siap sedia menolong orang lain yang sedang dibingungkan oleh berbagai ajaran sesat.
(bersambung)