Tuesday, 16 January 2018

Masalah Pengangkatan (Rapture)

Menurut kelompok Dispensasional, kedatangan Kristus yang kedua akan terjadi dalam dua tahap. KedatanganNya tahap pertama disebut datang untuk (coming for) orang percaya. Hal tersebut akan terjadi secara rahasia (secret rapture), di mana orang percaya akan menyongsong Kristus di udara. Kedatangan tahap pertama ini dapat terjadi kapan saja, tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Pada waktu ini mereka yang telah meninggal dalam Tuhan akan dibangkitkan, sedangkan orang percaya yang masih hidup akan segera diubahkan, dan secara bersama-sama mereka akan dibawa menyongsong Tuhan di udara. Demikian kelompok tersebut mengajarkannya.

Dasar Alkitab yang mereka ambil adalah 1Tes.4: 15-16. Hal ini akan terjadi selama 7 tahun, dan pada waktu ini akan terjadi siksaan yang dahsyat di bumi. Tentunya menurut pandangan ini, orang percaya (gereja Tuhan) tidak turut mengalaminya. Louis Berkhof menulis pandangan kaum Dispensasional, bahwa selama 7 tahun ini:

a. Seluruh dunia akan diinjili (Mat.24: 14).
b. Bangsa Israel akan bertobat (Ro.11: 26).
c. Terjadi penganiayaan yang hebat (Mat.24: 21-22).
d. Antikris dan si pendurhaka akan dinyatakan (2Tes.2: 8-10).

Setelah periode 7 tahun ini, Kristus akan datang pada tahap kedua yang mereka sebut datang bersama (coming with) orang percaya. Dasar Alkitab yang mereka ambil adalah 1Tes.3: 13, yang berbunyi, "Kiranya Dia menguatkan hatimu supaya tak bercacat dan kudus di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus Tuhan kita, dengan semua orang kudusNya". Kedatangan tahap kedua ini mereka sebut "the revelation" atau "the day of the Lord", di mana pada waktu ini Kristus akan datang ke bumi penuh kemenangan dan kemuliaan. Pada waktu inilah Kristus akan memimpin gerejaNya selama 1000 tahun.

Bagi saya, pandangan tersebut di atas sangat lemah. Nats Alkitab yang mereka ambil dari 1Tes.4: 15-17 sebenarnya tidak berbicara mengenai rapture (pengangkatan), tapi mengenai keda-tangan Kristus yang kedua yang bersifat peristiwa tunggal (single event). Karena jika kita perhatikan, setelah peristiwa ini, tidak ada disebut bahwa Kristus dan orang-orang percaya akan datang lagi ke bumi. Sebaliknya dituliskan, "Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan""(1Tes.4: 17). George Ladd benar ketika dia mengatakan, "It is very difficult to find a secret coming of Christ in these verses" (sangat sulit menemukan keda-tangan Kristus yang bersifat rahasia dalam ayat-ayat ini). Yang menarik lagi adalah bahwa bahkan dari mereka yang percaya akan kerajaan 1000 tahun (kelompok premillenarians) ada juga yang tidak menyetujui pandangan bahwa kedatangan Kristus yang kedua akan terjadi dua tahap. Frost misalnya mengatakan: "It is not generally known, and yet it is an indisputable fact that the doctrine of a pretribulation resurrection and rapture is a modern interpretation I am tempted to say, a modern invention".

Millard J. Erickson dengan cara yang meyakinkan telah menunjukkan kesalahan pandangan yang membagi kedatangan Kristus menjadi dua tahap, yaitu pada masa "rapture" dan "revelation". Setelah menganalisa arti kata "parousia", "apokalupsis" dan "epiphania" -yang menurut kelompok Dispensasional berbeda- Erickson menulis, "We conclude that the use of a variety of terms is not an indication that there will be two stages in the second coming. Rather, the interchangeableness of the terms clearly points to a single event". Demikian juga Louis Berkhof menulis, "On the basis of Scripture it should be maintained that the second coming of the Lord will be a single event".

Sayang sekali, bahwa ajaran tentang pengangkatan ini telah cukup luas diajarkan oleh kelompok tertentu di Indonesia. Mereka bukan saja menyebarluaskan ajaran yang salah tersebut melalui tulisan mereka, tetapi juga beberapa vocal group telah merecord ajaran yang salah tersebut dalam nyanyian rohani mereka. Sesungguhnya, kita perlu lebih berhati-hati dalam mendengar berbagai pengajaran serta waspada terhadap pengajaran kita.
(bersambung)