Sunday, 27 May 2018

Millenium Kingdom

Apakah yang dimaksud dengan Millenium Kingdom? Millenium berasal dari bahasa Latin. Mille artinya seribu dan annus artinya tahun. Jadi, Millenium Kingdom artinya kerajaan seribu tahun. Salah satu topik yang paling banyak diperdebatkan oleh para ahli adalah tentang Millenium Kingdom. Topik ini jugalah yang membagi kaum Injili ke dalam kubu-kubu tertentu.

Penting untuk diketahui bahwa doktrin ini hanya terdapat pada kitab Wahyu 20: 1-10, dan tidak terdapat pada kitab Perjanjian Baru lainnya. Ada yang mengatakan bahwa 1Kor.15: 20-28 juga berbicara tentang millenium. Namun pandangan tersebut nampaknya bersikap spekulatif.

Karena itu, Robert Mounce, dalam bukunya, The Book of Revelation, menulis, "The attempt to attribute to Paul a belief in the millenium on the basis of 1Cor.15: 20-28 is unconvincing". (Usaha untuk membuat Rasul Paulus mempercayai millenium berdasarkan 1Kor.15 tidak meyakinkan). Demikian juga Donald Guthrie menegaskan: "We may conclude that Paul does not specifically support the idea of a coming millenial kingdom on earth". (Kita dapat menyimpulkan bahwa Paulus tidak secara khusus mendukung ide tentang datangnya kerajaan seribu tahun di bumi). Dalam Wahyu 20 tertulis, "Ia (malaikat) menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Setan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya" (ayat 2). "Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena Firman Allah… dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa 1000 tahun" (ayat 4).

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kerajaan seribu tahun tersebut harfiah atau tidak (simbolik)? Kalau memang kerajaan seribu tahun tersebut akan sungguh-sungguh terjadi di bumi, pertanyaan berikutnya adalah, apakah Yesus Kristus datang sebelum atau sesudah millenium tersebut. Untuk membahas hal ini, marilah kita melihat empat pandangan di bawah ini.

1. Premillenium- Dispensasional

Pandangan ini menyatakan bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Kerajaan seribu tahun. Mereka berpendapat bahwa parousia (kedatangan Kristus yang kedua) akan terjadi dua kali. Pertama, Kristus akan datang secara rahasia untuk orang percaya dan membawa semua orang percaya ke awan-awan/angkasa (rapture) selama kira-kira 7 tahun. Kedua, Kristus akan datang bersama orang-orang percaya ke bumi dan bersama mereka Kristus akan memerintah di bumi selama seribu tahun lamanya. Pada masa ini Iblis diikat selama 1000 tahun. Setelah masa 1000 tahun ini selesai, Iblis akan dilepas untuk waktu yang singkat, tapi Kristus akan segera memusnahkannya. Lalu terbentuklah langit dan bumi baru.
Selama masa pengangkatan tersebut di atas, akan terjadi penyiksaan yang hebat di bumi. Kelompok dispensasional ekstrim malahan menafsirkan adanya dua macam Injil, yaitu Injil Anugerah dan Injil Kerajaan. Injil Anugerah adalah untuk orang-orang non Yahudi, sedangkan Injil Kerajaan adalah untuk orang-orang Yahudi. Injil Kerajaan ini akan memberikan pengaruh pada masa 1000 tahun tersebut, di mana orang -orang Yahudi yang belum bertobat akan mendapat kesempatan untuk percaya pada waktu tersebut. Pandangan lain dari kelompok ini adalah tidak melihat adanya kesinambungan antara umat Allah dalam Perjanjian Lama (Israel) dengan umat Allah pada Perjanjian Baru (gereja/orang-orang percaya). Mereka melihat bahwa dua kelompok ini merupakan dua kelompok yang terpisah.
Karena itu, Allah memperlakukan mereka sebagai dua kelompok umat yang terpisah sampai kepada kekekalan. Banyak janji-janji Allah pada umatNya (Israel) namun tidak melihat penggenapannya pada Perjanjian Baru tapi pada masa kerajaan 1000 tahun. Selanjutnya, metode pendekatan kelompok ini terhadap Alkitab adalah penafsiran harfiah. Menurut mereka, inilah metode penafsiran yang benar, yang lain salah. Karena itu, Wahyu 20 juga harus dimengerti secara harfiah. Itulah sebabnya Walvoord dengan berani menuduh B.B. Warfield -yang menafsirkan Wahyu 20 secara simbolik- sama dengan orang-orang liberal! Namun demikian, metode penafsiran harfiah tidak selamanya benar. Sebab, banyak contoh dalam Alkitab yang tidak dapat ditafsir secara harfiah. Hal tersebut telah dibuktikan oleh G.E. Ladd dengan meyakinkan. Setelah Ladd menanggapi tulisan kelompok ini secara panjang lebar, kemudian dia menulis, "This clearly establishes the principle that the 'literal hermeneutic' does not work. (Ini menunjukkan bahwa prinsip penafsiran harfiah tidak tepat).
Pandangan lain dari kelompok Dispensasional adalah terjadinya beberapa kali kebangkitan orang mati, serta setidak-tidaknya tiga kali penghakiman terakhir. Untuk lebih jelasnya, baca tulisan Herman Hoyt yang mewakili pandangan Dispensasional pada buku The meaning of the Millenium- Four Views.