Wednesday, 17 January 2018

Memang kita perlu sedih dengan semua kejadian akhir2 ini: BUKAN SAJA MEMBANGUN RUMAH IBADAH DIPERSULIT, TAPI IBADAH YANG SUDAH BERJALAN PULUHAN TAHUN PUN DIANCAM UNTUK DIHENTIKAN... BAHKAN DIBULDOZER. Kita juga perlu berdoa dan memikirkan segala hal dalam mempersiapkan diri jika yang lebih buruk Tuhan izinkan di republik ini.

Itulah sebabnya saya dan istri terus menerus memikirkan dan mendoakan agar KTB, Kelompok Tumbuh Bersama yang selama ini menjadi kekuatan PMK, Persek Mhs Kristen terus menerus ditingkatkan.

Saya masih ingat ketika sekitar duapuluh tahun yang lalu, pertama kali saya menceramahkan tentang pentingnya KTB. Dan setelah itu, juga terus menerus menceramahkan hal pentingnya KTB itu.
Masih ingat? Salah satu alasan utamanya adalah jika kondisi politik tidak mengizinkan untuk hadirnya GEREJA. Contohnya adalah Kisah RAsul 8. Setelah Stephanus dibunuh, ternyata penderitaan belum berakhir. Paulus malah masuk ke rumah-rumah untuk menyeret dan menganiaya umat!

Akibat kondisi yang demikian, jemaat mencar ke mana-mana. Tapi yang menarik menurut dokter Lukas (penulis Kisah Rasul tsb), seiring dengan menyebarnya jemaat tsb, INJIL JUGA MENYEBAR (Kis.8:4). Menarik sekali, bukan? Ini berarti, Gedung gedung gereja dapat dihancurkan, tapi iman yg sudah sempat tumbuh tidak akan pernah dapat dihancurkan. SOLI DEO GLORIA.

Dalam konteks penderitaan tsb, kita malah membaca Filipus memberitakan Injil ke Samaria (Dia adl salah satu dari 7 org yg dipilih untuk melayani meja, seksi perlengkapan).
Contoh tsb sering saya gunakan sebagai contoh pentingnya KTB. Contoh lain adl kisah Daniel, Hananya, Misael dan Azarya dibuang ke Babel. Tetapi di dalam KTB tsb, mrk tetap kuat.

Syukur, setelah puluhan tahun, ribuan kelompok KTB dihasilkan ketika mahasiswa.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah setelah alumni masih terus berKTB? Doa dan harapan saya kiranya tetap demikian. Semakin besar tantangan, maka seharusnya kita semakin memelihara KTB tsb.

Saya bersyukur menyaksikan sebuah KTB alumni yang telah puluhan tahun berjalan (alumni UKI). Bang Antony Sihombing (istrinya alumni UKI), anggota milisdh adl salah satu anggotanya. Saya mengamati bhw kwalitas rohani anggota2 kel KTB tsb menonjol. Kesaksian hidup mereka juga patut disyukuri. Semangat misi mrk kuat. Mereka telah membentuk Yayasan Gema Kiriyasa yg bergerak dlm pelayanan.

Semoga kita bekerja sama dan bekerja keras untuk membangun KTB2 di seluruh Indonesia, bukan hanya mahasiwa, tapi juga alumi dan jemaat pada umumnya. Dengan demikian, anggota jemaat tidak hancur imannya ketika gereja dibuldozer.

Siapa yang dapat membuldozer IMAN YANG HIDUP?

Jadi, yang sedang berKTB, teruslah berKTB, yg belum, bentuklah. Dengan demikian, iman kita bersama akan maju dan kuat. SALING MENGUATKAN DAN MENDORONG (Ibr.10:24-25). Demikianlah kitab Pengkhotbah: "Tali tiga lembar, tidak mudah diputuskan". (Pengkh.4:12).

Salam hangat,
Mangapul Sagala.
==========================================

Ronal Baharuddin Hutagaol wrote:

Semalam saya nonton berita di LaTivi. Berita tersebut tentang pengusiran paksa atas bangunan yang dipakai untuk gereja karena tidak memiliki IMB.

Menurut petugas, surat pembongkaran sudah di berikan jauh2 hari agar Gedung tersebut di kosong (membongkar sendiri). Nyatanya, pihak pengelola Gereja tersebut (mungkin tidak mengindahkan) tidak membongkar sendiri.

Akhirnya gedung di kosongkan secara paksa, isi bangunan tersebut (mimbar, kursi, dll) di keluarkan. Dan warga jemaat disana berusaha menghalang-halangi dan berdoa bersama-sama di dalam, tpi akhirnya mereka kalah juga. Dan buldoser menghancurkan gereja tersebut.

Oh iya, lokasinya di tangerang, ada yang bergereja disana atau yang tahu, tolong di share-kan dong biar kita juga bisa mendoakannya. Pemimpin trantib juga mengajakan, bahwa ada 4 gereja lagi yang akan di tertibkan, salah satunya yang saya ingat HKBP.

Saya pribadi sih sangat marah sekali atas tindakan ini, karena hal ini membuktikan kebebasan beragama di Indonesia khususnya Kristen tidak bebas seperti UUD 45 pasal 29. Tapi disisi lain, apakah pengelola gereja tersebut memiliki IMB yang resmi?? Saya juga tidak tahu.

Berpikir sejenak, lalu saya teringat akan gereja ku sekarang. Gereja kami sedang menggalang dana untuk pengurusan sertifikat, karena untuk mencegah hal2 yang tidak di harapkan. Biarlah hal2 yang telah terjadi ini bisa dihayati oleh semua Gereja2 yang ada di Indonesia (yang katanya memiliki kebebasan ber-agama).

Ronal Baharuddin Hutagaol
Prihatin atas di buldosernya gereja di Tangerang