Saturday, 26 May 2018

Sekalipun Alkitab, khususnya keempat Injil telah menulis dengan jelas siapa Yesus, namun sebagaimana disebutkan di atas, berbagai pandangan negatip telah muncul terhadap Yesus. Hal tersebut akan kita lihat terlebih dahulu, sebelum kita masuk kepada pandangan Alkitab.

 

I. Berbagai Pandangan Kristologi Abad 1-4

Pertama adalah Apollinarisme oleh Apolinarius. Menurut pandangan ini, Kristus tidak memiliki roh manusia, Logos menggantikan hal itu.

Kedua adalah Nestorianisme oleh Nestorius. Menurut kelompok ini, Logos mendiami diri Yesus. Jadi Yesus bukanlah Allah sejati dan manusia sejati. Tetapi, Allah yang memikul kemanusiaan. Kelompok ini tidak mengakui kesatuan pribadi Kristus, tetapi
berpandangan bahwa Yesus merupakan dua pribadi yang hanya memiliki kesatuan mekanis.

Ketiga, Eutychianisme oleh Eutyches. Kelompok ini melihat bahwa keberadaan atau natur Kristus yang bersifat manusia diserap oleh Logos (sifat Ilahi Kristus).

Keempat, Monophysitisme oleh Severus, Julian dan Stephanus. Menurut pandangan ini, Kristus hanya memiliki satu sifat, dan tidak bersedia menerima sifat manusia Kristus.

Kelima, Monothelitisme oleh Theodore, Sergius dan Syrus. Mereka ini berpendapat bahwa Kristus tidak memiliki kemauan manusia, tetapi hanya memiliki satu kemauan yang bersifat Ilahi.

Dari pandangan tersebut di atas dapat kita simpulkan sbb:

1. Kelompok yang menolak kemanusian Yesus
2. Kelompok yang menolak keAllahan Yesus
3. Kelompok yang menolak dua sifat Yesus
4. Kelompok yang menolak kesatuan pribadi Yesus

Kita harus mewaspadai pandangan spt keempat kel di atas, karna pandangan spt itu akan terus terulang sepanjang sejarah gereja.

II. Kristologi Kontemporer

Theolog- Theolog modern, khususnya abad 19 banyak memiliki pandangan yang sangat negatif terhadap Yesus. Mereka meninggalkan pengajaran Alkitab dan membangun pandangan sendiri yang seringkali bersifat spekulatif. Memang, bila pengajaran Alkitab tdk lagi berotoritas, mk semua orang dpt membangun teorinya sendiri. Itulah sebabnya posting Alkitab sebelumnya diberikan, yg menjadi dasar pijakan yg penting dlm membangun theologia.

Marilah kita lihat beberapa pandangan dari Theolog tersebut. Menurut Adolf Harnack, kita tidak dapat membangun doktrin Kristologi dari Injil, karena Injil tidak bicara mengenai Yesus, tetapi mengenai Bapa. Harnack berkata: "The Gospel, as Jesus proclaimed it, has to do with the Father only and not with the Son". Di pihak lain, H.J. Holtzmann berbeda dengan Harnack, karena dia mengakui adanya Pengajaran Yesus dalam Injil. Namun demikian, Holtzmann tidak mengakui keAllahan Yesus. Karena baginya Injil tidak mengajarkan Yesus sebagai Allah, tetapi hanya sebagai manusia saja. Holtzmann menulis:
"This Gospel describes a purely human Jesus for whom no claims to divinity are made". Pandangan lain yang banyak mempengaruhi para Theolog, termasuk Theolog Indonesia diberikan oleh Rudolph Bultmann. Dia menolak Yesus yang disaksikan Alkitab. Karena bagi Bultmann, Yesus yang disaksikan Alkitab adalah Kristus yang diimani para Rasul, bukan Yesus yang sesungguhnya. Karena itu, perlu diragukan. Bultmann menegaskan: "It is impossible to recapture Jesus as He moved in Galilee and Jerusalem and to know precisely what took place in the years AD 30-33".

Dia mengakui Yesus, tetapi bukan Yesus dalam Alkitab yang menurutnya telah dipoles oleh para Rasul. Bultmann menegaskan:
"The mere thatness is sufficient".

Pandangan negatif lainnya diberikan oleh David F. Strauss yang mengatakan: "Jesus was a legendary figure whose historicity was debatable". Barangkali paling negatif dari semuanya adalah pandangan G.A Wells. Bagi Wells, Yesus tidak pernah ada. Menurut dia " Jesus was a mythical figure arising out of Paul's mystical experience, for whom an earthly 'history' had later to be invented".

Meski cukup banyak pandangan yg sedemikian radikal dan yg meragukan dan menolak pengajaran Alkiab, kita bersyukur karna masih banyak ahli theologia lainnya yang percaya dan menerima kesaksian Alkitab. Beberapa di antaranya seperti: Martin Luther, John Calvin, J.B. Lightfoot, H.P. Liddon, A.E.J. Rawlinson, Karl Barth, Vincent Taylor, Oscar Cullmann, Proff. I.H. Marshall, Proff. Donald Bloesch, Proff Millard J.Erickson, Proff. Ralph Martin, Proff. R.T. France, Proff.D.A. Carson, Proff. F.F. Bruce, John Stott, dan banyak lainnya lagi.

Seperti mereka ini, kita mau membangun teologia kita berdasarkan Alkitab.

Kami sengaja menyebut cukup banyak nama Theolog yg sangat ahli dan telah dikenal di seluruh dunia. Hal itu dilakukan untuk menyangkali pandangan yang mengatakan bahwa seolah-olah hanya orang-orang bodoh dan kaum fundamentalistlah yang mempercayai Alkitab.
Dalam kenyataannya tdklah demikian. Sikap meragukan serta menolak atau percaya dan menerima Alkitab ternyata adalah masalah sikap hati dan iman, BUKAN MASALAH BODOH ATAU PINTAR.

(bersambung)