Saturday, 26 May 2018

Yesus dan KuasaNya

Di dalam theologia, dikenal dua macam pendekatan Kristologi, yaitu:Kristologi dari bawah dan Kristologi dari atas. Yang dimaksud dengan Kristologi dari atas adalah melihat siapa Yesus Kristus sebelum Dia datang ke dalam dunia. Pandangan ini mengatakan bahwa keAllahan Yesus Kristus terselubung ketika Dia di dalam dunia. Karena itu, kita akan gagal mengenalNya dengan pendekatan ini.

Supaya kita dapat mengenal Dia sebagai Allah yang sejati, kita harus melihat siapa Yesus sebelum Dia datang ke dalam dunia. Sebagai contoh adalah Yoh.1:1. Theolog yang menganut pendekatan ini Rudolph Bultmann. Sedangkan Kristologi dari bawah, memiliki pendekatan yang justru kebalikan dari pandangan tersebut di atas. Pandangan ini justru memperhatikan secara sungguh2 siapa Yesus ketika Dia berada di dalam dunia. Bagaimana hidupNya: kuasaNya, serta apa yang dikatakanNya. Semua itu menunjukkan siapa Dia sesungguhnya. Sebagai contoh, kita dapat melihat khotbah Petrus pada Kis.2. Setelah dia menguraikan hidup dan kuasa Yesus, bagaimana Dia akhirnya bangkit mengalahkan maut, maka Petrus menyerukan: "Jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus" (2:36). Theolog yang menganut pandangan ini adalah W. Pannenberg.

Alkitab dengan jelas menunjukkan siapa Yesus dari segi kuasa yang dimilikiNya. Dia memiliki kuasa yang bersifat supranatural. Itulah sebabnya, orang-orang di zamanNya terheran-heran melihatNya. Bahkan murid-muridNya sendiri, yang setiap hari bersama Dia juga ikut heran dan kagum. Setelah Tuhan Yesus menghentikan badai dan menghardik angin ribut yang hampir menenggelamkan kapal mereka di danau Galilea, mereka pun menjadi sangat takut dan ber-kata seorang kepada yang lain:" Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat KepadaNya?" (Mark.4:41). Marilah kita lihat bagaimana Injil, khususnya Injil Sinoptik mencatat kuasa yang bersifat supranatural tersebut. Injil Sinoptik menjelaskan bahwa selama hidupNya di dunia ini, Yesus telah mendemonstrasikan bhw berbagai penyakit disembuhkanNya: orang buta melihat, tuli mendengar, lumpuh berjalan. Itulah sebabnya Injil Markus mencatat adanya orang yg berbondong-bondong datang kepada Yesus utk disembuhkan (Mark.1:34). Injil Markus, yg jauh lebih pendek dari Injil Matius kelihatannya memang ingin meyakinkan pembacanya tentang siapa Yesus dari segi kuasa Yesus (sedangkan Injil Matius sangat menonjol dgn ucapan2 Yesus, khususnya khotbah Yesus di atas bukit). Krn itulah, kita melihat secara sistematis Injil Markus mendemonstrasikan kuasa Yesus tsb (Mark.1:34 berbagai penyakit disembuhkan, termasuk penyakit lumpuh, Mark 2). Menarik sekali, ketika mengamati drama penyembuhan orang lumpuh tsb pada Mark 2. Di sana Tuhan Yesus bukan sekedar ingin menunjukkan kuasaNya utk menyembuhkan. Akan tetapi kita melihat satu hal penting, yaitu spt ditegaskanNya, “Tetapi spy kamu tahu bhw di DUNIA ANAK MANUSIA BERKUASA MENGAMPUNI DOSA” (2:10). Apa yg kita lihat pd peristiwa tsb? Orang Yahudi (ahli Taurat) tahu benar bhw hal mengampuni dosa merupakan hak prerogatif Allah saja. Karena itu, kita mengerti jk mereka menuduh Yesus dengan, “Ia menghujat Allah”. Sebab dengan mengatakan bhw Yesus dpt mengampuni dosa, mk Dia sedang menyamakan diriNya dengan Allah.

Konsep pengajaran spt ini sangat jelas bagi semua pemeluk agama, termasuk Islam. Jadi sebenarnya, kalimat Yesus yg mengclaim diriNya dpt mengampuni dosa, sangat peka. Namun demikian, sekalipun Dia menegaskan kemampuan atau kuasaNya mengampuni dosa, bisa saja orang banyak (ahli2 Taurat) meragukan hal tersebut. Krn itu, Yesus memerlukan ‘alat peraga’ sebagaimana guru Sek Minggu memerlukan alat tertentu utk menjelaskan sesuatu yg sulit kepada murid2nya. Jk kita perhatikan ‘alat peraga’ yg dipilih Yesus, itupun sesuatu yg almost impossible utk dilakukan, yaitu membangunkan orang lumpuh! Tetapi jk hal itu terjadi, mk mau tdk mau orang2 Yahudi dan ahli Taurat ditantang utk menerima pernyataan Yesus tentang kuasaNya mengampuni dosa tsb. Hal itulah yg dilakukanNya ketika Dia bersabda, “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tidurmu...” (11). Hal itu terjadi! Yang berarti Yesus pada saat yg sama mendemonstrasikan diriNya sanggup mengampuni dosa! Selain itu, Markus juga mencatat kuasa Yesus utk membangkitkan orang mati (Mark 5:21-43). Sebagai klimaks dari semua tentunya adalah pernyataanNya bhw Dia akn mati dan akan bangkit! Sekiranya, ya sekiranya Yesus bukan Allah, tapi hanya nabi yg sanggup mengerjakan mukjizat2 besar spt itu, mk umat manusia cukuplah hanya mengenangNya sbg seorang nabi besar yg pernah hidup dan berkarya besar. Sekiranya, ya sekiranya Yesus bukan Allah, tapi hanya penipu yg mengatas namakan JHWH, maka ITULAH SAAT YG PALING TEPAT BAGI JHWH UTK MEMBUKTIKAN SEGALA KEBOHONGAN YESUS dan menahanNya utk tetap ada di kubur. Jadi, sesungguhnya, peristiwa kebangkitan Yesus menjadi bukti yg sangat penting bhw semua pernyataan2 Yesus DISETUJUI OLEH JHWH. Meminjam istilah rasul Paulus, semua pernyataan Yesus selama hidupNya di dunia ini adalah “Ya dan Amen”. Kiranya kita merayakan dan mensyukuri hari paskah yad dengan penghayatan yang penting ini. Jadi, sebenarnya, JIKA KITA MAU TERBUKA DAN JUJUR TERHADAP INJIL SINOPTIK (khususnya Markus), maka sekalipun kita tidak melihat pernyataan Yesus yang mengatakan diriNya sebagai Allah, namun kuasa yg didemonstrasikanNya sebenarnya menunjukkan bahwa DIA SEJAJAR DENGAN JHWH yg dikenal di Perjanjian Lama. Itulah sebabnya C.S. Lewis, Professor kenamaan dari Univ. Oxford, setelah mempresentasikan semua kuasa Yesus tsb di atas memberi tantangan di hall Universitas tsb: “If Jesus is not God, then who is he?”

Kembali kepada kuasa Yesus yg sejajar dengan kuasa JHWH di PL, hal inilah yg secara sangat baik didemonstrasikan oleh Injil Yohanes. Karena itulah, Injil Yohanes tdk menyebut mukjizat Yesus sbg mukjizat. Akan tetapi, Yohanes menyebut mukjizat tsb sebagai “Tanda” (semeion; lihat Yoh.2:11). Dalam Yoh.5 hal ini semakin jelas lagi. Dari drama penyembuhan orang lumpuh 38 thn tsb, Yesus masuk kepada pernyataan kesejajaran diriNya dgn Allah-JHWH. Tanda apa yg dimaksud oleh Yoh? Tanda bahwa Dia adalah PRIBADI YANG SANGAT BERKUASA, PRIBADI YANG MULIA (cat.kata ‘kabod’ dlm PL, sekalipun digunakanjuga utk manusia atau kemuliaan bangsa, namun kata tsb secara khusus digunakan utk menyatakan manifestadi diri Allah yg kelihatan –the visible manifestation of God). Dengan demikian, sebagaimana umat menyembah JHWH di PL, SEHARUSNYALAH DENGAN SIKAP YG SAMA UMAT DI PB MEMPERLAKUKAN YESUS. Saya bersyukur bahwa pernyataan penting tsb dia atas disetujui oleh Professor Peter Stuhlmacher (theolog ‘raksasa’ dari Univ. Tubingen tsb), yaitu ketika saya memiliki kesempatan secara pribadi berdiskusi dengannya. Selain itu, kesimpulan penting itu juga mendapat respon yg sama dari Prof I. Howard Marshall (dari Univ. Aberdeen), Prof. John Nolland (Univ Bristol), Prof. Thomas Brodie, Ireland, penulis tafsiran Yohanes yg diterbitkan oleh univ Oxford tsb, dan juga tentunya yth, Prof Graham Stanton.