Thursday, 19 July 2018

Jaap C. Levara" wrote:

> Tadi pagi tetangga dekat rumah saya menelpon saya...
> Dia menceritakan kebaktiannya dahsyat banyak kursi
> roda yang tidak terpakai lagi... yang buta dan lumpuh
> disembuhkan.... Temanku yg pergi ke Spore mengatakan
> khotbahnya mantap...
>
> Hari ini aku mau coba ke sana... tetapi harus pagi karena
> macetnya luar biasa... dan parkir juga harus buru buru..
> dan dari MC Donald harus jalan 1 km lebih...

>
> Semalam temanku (jumat malam- hari pertama kebaktian)
> berjalan kaki 4 km ke hotelnya dari jam 10 pm dan baru tiba
> jam 1.30 am. Dan aku ditelpon barusan jam 7 am. Nomor kursi
> tidak jaminan... krn bakal direbut orang... Dari Papua datang
> dengan kapal...dan hari ini baru tiba (Sabtu)....
>

Mangapul Sagala wrote :

Tadi malam, Jumat 24 Maret '06, saya mengikuti ibadah itu.

Setelah mendengar komentar yang pro-kon terhadap BH, saya sudah lama ingin menyaksikan ibadah BH scr langsung, mendengar khotbah dan pengajarannya.

Yang saya saksikan agak berbeda dengan apa yang ditulis di bawah. Banyak orang di samping dan di depan saya pulang dengan kursi rodanya.

Terlepas dari tidak adanya penyembuhan dialami oleh banyak orang, saya sungguh menyesalkan pelaksanaan acara tsb hingga larut malam. Mengapa ibadah yang sudah dimulai jam 17.30 tsb baru berakhir sekitar jam 23.00? Akibatnya, dengan membludaknya manusia di pantai Karnaval, pejalan kaki mengalami kesulitan untuk pulang.

Mengapa ibadah bisa berakhir sedemikian larut malam?

Apakah panitia tidak tahu bahwa daerah Ancol adalah daerah rawan?

Padahal, kalau tidak salah, mimbar sudah diserahkan kepada Benny Hinn sekitar jam 19.30. Mengapa BH membuang waktu sedemikian lama untuk hal-hal yang kurang penting, berbicara ngalor ngidul sementara ratusan ribu berdiri terus kecapekan di tempat becek, duduk di sembarang tempat: tanah, rumput, dll? Bukankah mereka datang untuk mendengar firman Tuhan? Jika demikian, mengapa tidak terlihat semangat memberitaan firman Tuhan sedemikian serius? Saya mengerti, ketika Komjen Togar Sianipar yang berdiri di samping saya mengatakan kekecewaannya: "Gaya orang ini seperti seorang entertainer. Waktu sudah berlalu lama sekali, kapan Firman Tuhan diberitakan?...Kapan orang2 sakit ini mau didoakan?"

Pada saat yang seharusnya firman Tuhan diberitakan, mengapa pula pak BH mengundang gubernur Setyoso ke depan panggung dan membiarkannya bicara seolah-olah sedang berkampanye? (menurut teman yang berbisik, Setyoso berambisi mencalonkan diri menjadi presiden pada periode yad). Mengapa pada saat pemberitaan Firman Tuhan tsb, BH mengundang pastor dari Singapura memberi pesan yang intinya hanya membesarkan dan mengagungkan BH? Pada saat penting spt itu, mengapa BH masih sibuk menanyakan yang hadir berapa banyak yang menyaksikannya tampil di televisi?

Sekitar jam 23.30, ketika kendaraan kami melewati keramaian di lokasi, Ancol, puluhan ribu manusia duduk tergletak, terlantar di berbagai tempat. Sepanjang jalan saya menyaksikan org-org sakit dalam kreta dorong. Dari dekat saya mengamati wajah mereka yang kelelahan berjuang menembus keramaian manusia. Dalam hati saya bekata, jam mereka mereka akan tiba di rumah? Semoga ratusan ribu manusia tidak pulang dengan kecewa kepada Yesus.

Saya tidak tahu apa yang terjadi malam ini dan esok.

Doa saya, kiranya BH tidak memberi citra dan pengajaran yang salah tentang Injil.

Inti Injil bukanlah penyembuhan. BH jelas SALAH ketika mengatakan bahwa pengampunan dan penyembuhan adalah "BERKAT KEMBAR" Injil. Apa yang terjadi tadi malam jelas mematahkan pernyataannya tsb, di mana banyak orang pulang dengan kursi rodanya. Demikian juga, berjuta manusia di dunia mengalami pengampuanan Tuhan tapi tetap tergletak di RS.

Akhir kata, mari kita terus berdoa agar jemaat kita di Indonesia dididik untuk mencintai Firman Tuhan melebihi segalanya, termasuk mukjizat. Hal itulah yang ditegaskan oleh Abraham kepada orang kaya yang mengharapkan orang mati bangkit dan memberitakan Injil kepada saudara2nya yang masih hidup.

Mari kita simak firman Tuhan berikut:

"Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para Nabi (Kitab PL), mereka tidak juga mau diyakinkan, SEKALIPUN OLEH SEORANG YANG BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI" (Luk.16:31).

Isk wrote :

> Media NBC sudah menyelidiki hal ini. Dengan kamera
> simpanan, mereka mengikuti KKR Benny Hinn di
> puluhan kota di Amrik. Mau tahu hasil penelitian
> mereka? Yang sembuh itu massa bayaran dan yang
> nggak sembuh itu kena dicap massa kurang iman.

Mangapul Sagala wrote :

Hal itulah yang saya kwatirkan. Sambil pulang pikiran saya terus ke acara tsb: Apakah tidak mungkin adanya satu dua orang sembuh tsb adalah hasil rekayasa?

Namun demikian, doa saya adalah, kiranya ratusan ribu orang yang datang bersusah-susah ke acara tsb benar2 mengalami kunjungan Tuhan, siapapun yang bicara di depan.

Saya kasihan juga melihat orang2 yang kelihatannya dengan tulus terlibat sebagai panitia, jika ternyata BH telah menyelewengkan Injil yang sejati.

Tks untuk info ini.

Mangapul Sagala.