Monday, 11 December 2017

(Pdt. Ir. Mangapul Sagala, M.Th.)

Di dalam novel Dan Brown, yang berjudul Da Vinci Code (DVC), Maria Magdalena (MM) dikatakan menikah dengan Tuhan Yesus. Lalu mengapa berita pernikahan itu tidak diketahui oleh Gereja? Menurut Dan Brown, hal ini ditutupi oleh Gereja Roma Katolik untuk melindungi kesucian dan keAllahan Yesus. Dan Brown menulis bahwa MM punya hubungan dengan Holy Grail (HG), yaitu cawan kudus, cawan yang pernah digunakan oleh Yesus ketika perjamuan kudus dengan murid-muridNya. Hal ini mengarah kepada adanya hubungan MM dengan HB (Holy Blood), garis keturunan darah kudus, the Sangreal. (halaman 250). Dari sini Dan Brown melanjutkan spekulasinya tentang kisah HG yang menunjuk kepada garis keturunan Tuhan Yesus sebagai buah pernikahanNya dengan MM. Selanjutnya, Dan Brown menulis bahwa atas tekanan Gereja Roma Katolik kepada MM, maka dia dan bersama anaknya terpaksa melarikan diri ke Perancis.

Dari mana Dan Brown memiliki keyakinan seperti itu? Dia menggabungkan spekulasinya tersebut di atas dengan sebuah lukisan terkenal yang disimpan di Museum De Luvo, Paris. Menurut Brown, sebenarnya, MM ada pada lukisan Leonardo da Vinci (LDV), yang berjudul The Last Supper tsb. Hal itu dilihatnya dari fakta adanya bentuk "V" pada sisi kiri Yesus pada lukisan tsb (hal. 244). Bagi Brown, itu adalah simbol perempuan yang mengacu kepada MM (238). Dan Brown menegaskan bahwa LDV mengetahui rahasia garis keturunan Yesus. Karena itu, dia menaruh tanda itu pada lukisannya, yang diharapkannya kelak akan tersingkap bagi generasi kemudian. Kelihatannya, Dan Brown merasa bahwa dia telah berhasil menemukan rahasia kode LDV itu. Karena itu, berdasarkan tanda atau kode tersebut, Brown memberi judul bukunya yang kontroversial tersebut: Da Vinci Code (DVC (hal. 242-5). Dalam buku yang sangat laris dan berbentuk Novel tersebut (telah diterbitkan ulang puluhan kali dalam versi berbahasa Indonesia), Dan Brown menegaskan telah 'menyingkapkan?' rahasia kode-kode LDV tersebut.

Siapakah MM sesungguhnya? Apakah kita dapat menemukannnya di dalam Alkitab? Jika dapat, sejauh mana Alkitab menulis kisah hidup MM? Hal itulah yang mau kita selidiki bersama.

Perlu kita ketahui bahwa nama Miriam (varian dari nama Maria) adalah nama yang sangat terkenal dalam masyarakat Yahudi. Tidak heran, nama ini juga cukup sering kita temukan di dalam Alkitab. Itulah sebabnya, jika kita membaca Alkitab dengan teliti, untuk membedakan Maria yang satu dengan Maria yang lain, maka penulis Alkitab perlu memberi penjelasan-penjelasan setelah nama "Maria" tersebut diberikan. Misalnya, kita dapat menemukan nama "Maria ibu Yesus" (Luk. 1:30-31), "Maria dari Betani" (Yoh.11:1), "Maria ibu Yakobus", yang diperjelas lagi dengan kalimat "bukan saudara Tuhan kita" (Mat. 27:56). Selanjutnya, kita juga menemukan nama "Maria istri Kleopas" (Yoh.19:25), "Maria, ibu Yohanes Markus" (Kis.12:12), dan terakhir adalah "Maria Magdalena", yang mengacu kepada rumahnya di Magdala (Luk.8:2). Selain nama-nama Maria tersebut di atas, kita juga menemukan dalam tulisan rasul Paulus nama Maria tanpa penjelasan (Ro.16:6)

Apa yang dapat kita pelajari dari semua nama tersebut? Jika kita mengamati nama-nama tersebut maka kita dapat melihat bahwa umumnya nama itu dikaitkan dengan nama laki-laki, yang adalah anak atau suaminya, kecuali Maria Magdalena dan Maria dalam surat rasul Paulus yang tanpa penjelasan. Maka yang menjadi pertanyaan penting adalah, jika benar Maria Magdalena pernah menikah, mengapa namanya tidak dikaitkan dengan suaminya? Mengapa identitasnya hanya dikaitkan dengan daerah asalnya dari Magdala? Jawaban logisnya adalah karena memang dia tidak pernah menikah dengan siapapun.

Selanjutnya, sejalan dengan banyaknya nama Maria di dalam Alkitab, kita perlu mencatat adanya kerancuan yang telah dilakukan dalam sejarah Gereja tentang nama Maria, apakah itu MM atau Maria yang lain. Sebagai contoh, Paus Gregory yang Agung (591 Masehi) mengatakan bahwa MM adalah seorang pelacur. Dari mana data itu diperoleh? Dari semua nama yang kita lihat di atas (juga nanti dapat dilihat di bawah), kita tidak pernah membaca bahwa MM adalah seorang pelacur. Lalu mengapa terjadi kerancuan tersebut? hal itu disebabkan oleh kebingungan dan kesalahan memahami peristiwa dalam Alkitab. Kelihatannya, berita seorang pelacur (orang berdosa) yang meminyaki kaki Yesus pada kisah Lukas 7:36-50 telah digabungkan dengan Lukas 8: 1-3 (roh jahat diusir dari MM) dengan peristiwa Yesus diurapi oleh Maria di kota Betania (Yoh.12). Padahal, pada Lukas 7, tidak disebut siapa nama perempuan yang meminyaki kaki Yesus. Maka, Maria yang mengurapi kaki Yesus pada Yoh.12 dianggap perempuan yang sama dengan Lukas 7. Spekulasi itu tidak berhenti disana, karena Maria yang dimaksud pada Yoh.12 disamakan dengan Maria Magdalena yang disebut pada Kis.8. Namun demikian, jika kita membaca kedua perisitiwa secara teliti (Luk.7 dan Yoh.12) terlihat adanya perbedaan yang sangat jelas dari dua kisah tersebut. Itu berarti adanya dua kisah yang berbeda. Yang satu, tanpa nama, dan yang lain, Maria saudara Lazarus, dan bukan Maria Magdalena (MM). Kita tidak pernah membaca dalam Alkitab bahwa MM disebut sebagai seorang pelacur.

Bagaimana MM masuk dalam tim pelayanan Tuhan Yesus? Kita dapat mencatat empat tempat dalam Alkitab. Pertama, menurut kitab Lukas, dia adalah seorang yang pernah dirasuk oleh roh jahat. Akan tetapi roh jahat itu diusir dari padanya oleh Tuhan Yesus. (8:3). Kedua, menurut Injil Matius, dia termasuk mengiringi Yesus sampai ke Golgota pada waktu penyaliban Yesus. Dalam Injil ini kita membaca informasi penting bahwa bersama Maria Magdalena ada juga Maria ibu Yakobus dan Yoseph dan Maria, ibu dari anak2 Zebedeus? (Mat.27:55-56; Mark.15:40-41; Yoh.19:25). Matius dan Markus menggambarkan Maria Magdalena sebagai seorang yang telah mengikuti Yesus dari Galilea dan turut melayani Dia. Ketiga, perlu kita perhatikan bahwa dalam kisah di mana Maria Magdalena disebut bersama Yesus -termasuk ketika Yesus dikuburkan kita sering membaca bahwa Maria Magdalena disertai oleh perempuan-perempuan lain. Jadi Maria Magdalena tidak sendirian bersama Yesus. Akhirnya, dalam bagian lain, penulis-penulis Injil menceritakan MM menjadi salah satu saksi mata dari peristiwa kebangkitan Yesus dari kubur (Mat.28:1; Mark.16:9; Luk.24:10. Injil Yohanes secara khusus mencatat kedekatan MM dengan Yesus. (Bagi anda yang menyaksikan film Mel Gibson, yang mengambil kisah Yesus berdasarkan Injil Yohanes, yaitu, The Passion of the Christ, akan dapat melihat kedekatan itu). Injil Yohanes melaporkan adanya penampakan Yesus secara khusus kepada MM setelah kebangkitanNya (Yoh.20:11-18). Mari kita perhatikan kenyataan ini: dari semua kisah di mana MM diceritakan bersama Yesus, hanya bagian ini yang menceritakan bahwa MM sendiri bersama Yesus; yang lainnya adalah bersama murid, atau wanita lain. Pada bagian tersebut di atas kita membaca bahwa ketika MM kemudian menyadari bahwa orang yang sedang berbicara kepadanya bukanlah penunggu taman (kuburan) tetapi Yesus sendiri, maka MM memegang Yesus. Kita tidak tahu MM memegang bagian tubuh Yesus yang mana, kemungkinan besar adalah Maria memegang kaki Yesus sambil bertelut. Dalam Injil Yohanes kita hanya mengetahui bahwa MM memegang Yesus, ketika Yesus memerintahkan Maria: "Janganlah engkau memegang Aku... tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu, dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu" (Yoh.20:17). Mendengar perintah Yesus tsb, MM segera pergi meninggalkan Yesus dan memberitakan hal itu kepada murid-muridNya.

Dari semua bagian Alkitab yang dapat kita survey (ada 12 pasal, termasuk Mark.16:9), kita menemukan bahwa MM dikisahkan menjadi salah satu anggota tim yang mendukung pelayanan Yesus. Dia adalah salah satu yang setia mendampingi Yesus hingga ke Golgota, ketika banyak orang termaksud murid2 lari ketakutan meninggalkanNya.

Lalu apa dasarnya spekulasi Dan Brown tsb di atas? Jika Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa MM pernah menikah, mengapa Dan Brown mengatakannya bahwa dia pernah menikah? Apa pula dasarnya dia mengatakan bahwa MM menikah dengan Yesus? Jika Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Yesus pernah menikah, mengapa Dan Brown sedemikian berani mengatakan bahwa Yesus pernah menikah? Mengapa pula Gereja Roma Katolik harus menyembunyikan 'pernikahan' Yesus sekiranya Dia pernah menikah?, sebagaimana dispekulasikan Dan Brown? Bukankah Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Yesus bukan hanya dalam sifat Allah, tapi juga memiliki kemanusiaan? Jika kita menemukan dalam Alkitab bahwa Yesus pernah lapar, capek, dan sejenisnya yang menggambarkan kemanusiaan Yesus, mengapa Alkitab perlu ragu-ragu memberi tahukan pernikahan Yesus sekiranya Dia benar pernah menikah?

Hal lain yang penting diamati yang membuat spekulasi Dan Brown makin tidak masuk akal adalah, bukankah Gereja Roma Katolik sedemikian mengagumi Yesus, termasuk dalam hal statusNya yang tidak menikah? Itulah sebabnya pemimpin Gereja RK, Paus dan imam-imam Katolik tidak menikah. Dengan perkataaan lain, mereka mengikuti teladan Tuhan Yesus termasuk dalam hal tidak menikah. Sekiranya Yesus pernah menikah, apakah mungkin Gereja Roma Katolik mau menganjurkan dan mengagungkan sebuah gaya hidup (tidak menikah)? Teladan siapa yang mereka ikuti? Hal-hal di atas membuat buku Dan Brown tsb di atas benar- benar tidak masuk akal. Sayang sekali, telah banyak orang di Indonesia yang diracuninya. Kiranya kita bekerja sama dan bekerja keras untuk mencegah pengaruh negatif buku tsb. Soli Deo gloria.-