Monday, 24 September 2018

Rekan-rekanku sebangsa dan setanah air. Kita perlu mendoakan agar semua rakyat Indonesia TIDAK TERTIPU dengan massa yang berkumpul 4 November kemarin. Dari beberapa wawancara di media, ada beberapa hal yang patut diwaspadai.

1. Beberapa pembicara di media sepertinya ingin mengorbankan pak Ahok agar ditangkap, diadili. Alasannya, karena itu adalah tuntutan massa, rakyat. Tentu saja itu salah! Rakyat mana yang dimaksud? Anda dan saya adalah rakyat juga. Kelompok yang disebut Teman Ahok juga rakyat. Kita tidak setuju Ahok ditangkap dan diadili. Jumlah kita jauh lebih banyak dari yang membenci Ahok. Teman Ahok saja bisa jutaan orang. Sekiranya semua Teman Ahok dan umat Islam yang sangat mendukung Ahok jadi gubernur turun ke jalan, maka bukan hanya Medan Merdeka Barat dan Monas yang dipenuhi orang, tapi bisa-bisa seluruh Jakarta. Sekiranya PDIP dengan warna merahnya siap mengerahkan massa pendukung Ahok, semua wilayah DKI bisa berubah jadi merah menyala. Mau? Jika mau, saya akan ikut berpawai damai seperti ketika PDIP merebut suara terbanyak di DKI. Beberapa hari ini memang lagi suka memakai TShirt Teman Ahok yang kubeli sekali tiga sekitar 9 bulan yang lalu.

2. Apakah Ahok bersalah? Apakah dia benar menista agama? Apakah perlu dua minggu menilai perkataan pak Ahok? Apakah perlu mendatangkan ahli tafsir dari sana sini? Sebenarnya jawabnya SUDAH SANGAT JELAS. Sekiranya Buni Yani sang provokator itu tidak memelintir kalimat pak Ahok, sebenarnya tidak ada masalah. Sekiranya Amin Rais dan pembencinya mau menggunakan akal sehat dan tidak dikendalikan kebencian, maka tidak ada masalah dengan kalimat pak Ahok soal ayat Quran yang dihebohkan itu. Buktinya apa? Pendengar pertama di kepulauan Seribu, yaitu tujuan satu-satunya kalimat dan ayat itu diarahkan TIDAK PERNAH MEMPERMASALAHKAN AYAT YANG DIUCAPKAN PAK AHOK. Sekiranya itu salah, seharusnya merekalah yang pertama menggugat pak Ahok. Namun ini fakta: tidak pernah ada keluhan dan gugatan yang kita dengar dan kita baca dari mereka. Lalu mengapa orang luar ribut? Aneh, memang. Tapi nyata.

3. Saya ulangi lagi, mengapa kalimat sederhana dari pak Ahok harus memanggil para ahli dan perlu dua minggu seperti diucapkan pak Kapolri dan Wapres? Itulah kekuatan fitnah dan kebencian yang ditembakkan dengan kekuatan MASSA! Itulah yang sering diucapkan Amin Rais, "Pemerintah harus ditekan dengan berbagai upaya". Jadi, demi meladeni massa 4 November 2016, pemerintah mengalah melakukan apa yang dituntut. Namun seperti saya tulis di atas, bagaimana jika JUTAAN TEMAN AHOK dan massa pendukung Ahok Jokowi turun berdemo ke jalan dan menuntut hal yang berbeda? Sesungguhnya, saya merindukan hal itu bisa terjadi.

4. Apa dasarnya TEMAN AHOK dan pendukungnya turun berdemo? Sederhana saja: MENYERUKAN BAHWA TIDAK ADA PENISTAAN AGAMA dalam pidato di kep Seribu itu, tidak ada penistaan ayat. Bukankah sudah jelas bahwa dalam kalimat sederhana yang diucapkan pak Ahok itu bertujuan menyalahkan ORANG-ORANG yang ingin menyalah-gunakan ayat-ayat Quran, dan bukan ayat Qurannya? Bukankah para ahli tafsir, seperti pimpinan Masjid Istiqlal, beberapa Kyai yang berpikiran jernih seperti Kyai Syafei Marif, dll sudah menegaskan hal itu? Selain itu, tuntutan TEMAN AHOK DAN PENDUKUNGNYA adalah pak Ahok dinyatakan bersih untuk maju Pilkada yang akan datang. Mengapa? Karena ratusan juta rakyat di Indonesia, khususnya DKI siap menikmati keindahan Jakarta yang bisa menyaingi New York dan kota besar lainnya. Lebih dari situ, ratusan juta rakyat Indonesia, dari berbagai umat MERINDUKAN PEMERINTAHAAN DKI yang bersih, yang kelak menjadi cerminan pemerintahan bagi seluruh Indonesia.

Akhir kata, rekan-rekanku yth, hanya kelompok ini yang menolak pak Ahok: para koruptor dan calon koruptor, mereka yang selama ini sangat membenci pak Ahok dengan berbagai alasan (iri hati, Cina, Kristen yang sangat vokal), mereka yang punya agenda politik tertentu, mereka yang mata hatinya dibutakan oleh dosa dan setan! Jumlahnya, seperti massa 4 Nov kemarin. Tidak terlalu banyak, mereka rakyat juga, tapi jumlahnya SANGAT JAUH LEBIH SEDIKIT DARI RAKYAT YANG MENDUKUNG PAK AHOK. Karena itu, seharusnya pemerintah, seperti pak Jokowi, Kapolri, mendengar dan melakukan tuntutan rakyat yang jauh lebih banyak. Semoga. May God perform His miracle in Indonesia.