Monday, 24 September 2018

Rekan-rekan ytk, sementara demo yang disebut oleh TV sebagai aksi damai masih berjalan sekitar satu jam lagi (sampai jam 18.00 izin dari pemerintah), sungguh brsyukur, semua berjalan baik. Bapa surgawi menjawab doa-doa kita bersama.
Sambil menunggu pelayanan selanjutnya malam ini di RPK, saya mau berbagi beberapa hal dari demo hari ini.

1. Allah kita mahakuasa, Dia sanggup mengendalikan kelaliman. Saya mengamati demo, kelihatan benar-benar terkendali. Unik sekali damai kali ini, kotoran sampah pun dipungut sendiri oleh pendemo. Tidak ada pengrusakan seperti biasanya. Sebagai orang beriman, kita patut bersyukur atas karya Allah tersebut.

2. Di pihak lain, kelompok-kelompok peneror yang menakut-nakuti serta tim dananya yg konon bermilyar, saya kira gagal total hari ini. Karena dalam kenyataannya, masyarakat Jakarta tenang, aman, damai. Saya naik mobil dari Selatan ke Pusat, lancar, damai, masyarakat juga kelihatan ceria.

3. Mengamati issu yang berpusat kepada pak Ahok, yang katanya memfitnah agama, saya berpikir, bukankah ini telah menjadi sumbangan positif kepada pak Ahok? Bayangkan, seluruh TV meliput kegiatan yang bersifat nasional, tidak hanya di Jakart tapi juga di kota-kota lain seperti Makasar, Medan, dll, nama Ahok hari ini benar-benar mencuat jauh dari kedua calon lainnya! Ketika salah satu calon diliput sedang berkampanye di salah satu titik Jakarta, benar-benar sepi. Mata semua orang sepertinya tertuju kepada seorang, pak Ahok. Maka benarlah Firman Allah berikut: "Manusia mereka-reka yang jahat, Allah dapat mengubahnya kepada kebaikan". (Kej.50.20). Kita doakan agar Pak Ahok terus dilindungi Allah, semakin bijak dan dapat menguasai diri dan mulut di hari-hari yng akan datang. Dengan demikian, rencana Allah yg mulia dalam hidupnya dapat tergenapi.


4. Akhirnya, saya juga bersyukur karena ternyata umat Muslim yang baik dan mendukung pak Ahok jauh lebih banyak dari yang membencinya. Biarlah Buni, sang provokator dan yang lainnya berurusan dengan Allah. Mari kita syukuri jutaan umat Islam yang tidak turut berdemo. Sekalipun tema yang diambil sangat sensitive, yaitu, penghinaan terhadap Islam, namun mari kita perhatikan. Berapa banyak umat yang turun di sepanjang Balai Kota, Medan Merdeka Barat dan Bundaran BI? Apakah benar tercapai jutaan atau minimal dua ratus ribu seperti yang disampaikan pemimpin mereka? Tidak. Saya kira, dua puluh ribu pun tidak. Salah satu sumber menduga maksimal 16 ribu. Sekiranya Teman Ahok dan pendukungnya disuruh berkumpul, jumlahnya AKAN JAUH LEBIH BANYAK.

Kiranya demo ini segera berakhir dan terus dikendalikan Allah, malaikat-malaikatNya serta aparat pemerintah, TNI dan POLRI.
Kiranya kebenaran terus ditegakkan Allah di seluruh wilayah Indonesia.

Soli Deo Gloria.