Wednesday, 17 January 2018

Rekan-rekan ytk, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Bapa di surga, Gembala Agung kita, yang terus menjaga dan memelihara hidup kita. Dengan adanya berbagai macam teror belakangan ini, khususnya dalam kaitannya dengan rencana demo hari Jumat 4 November 2016, saya ingin menyampaikan beberapa hal:

1. Mari tetap tenang, penuh damai dengan meyakini bahwa Allah perduli dan tetap terlibat dalam perjalanan bangsa kita, Republik Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Mari kita renungkan dan hayati janji Tuhan Yesus Kristus yang mengaruniakan damai sejahtera sejati (Yoh. 14.27).

2. Mari terus berdoa dan semakin tekun berdoa, baik secara pribadi, kelompok-kelompok kecil (small group, cell group, KTB) dan ibadah di Gereja dan persekutuan-persekutuan. Mari kita renungkan dan hayati penegasan Alkitab berikut: "Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, besar kuasanya (Yak. 5.16b). Kita doakan agar Roh Allah dan malaikat-malaikatNya diperintahkanNya utk mengawasi dan mengendalikan Jakarta dan seluruh daerah RI.

3. Kita bersyukur memiliki aparat pemerintah, khususnya TNI POLRI yang menyatakan kesiapannya untuk bertindak tegas, tidak kompromi sedikitpun, sebagaimana disampaikan dalam acara Mata Najwa Rabu, tadi malam. Kita doakan terus Panglima TNI dan Kapolri agar dikendalikan oleh Allah dalam setiap tindakan dan keputusannya.


4. Dalam kondisi seperti ini, kita, umat Kristen, khususnya kelompok dan etnis tertentu perlu lebih berjaga-jaga. Berjaga dan berdoa merupakan dua hal yang tidak boleh dipisahkan, sebagaimana ajaran Tuhan Yesus (Mat. 26.41).

5. Memang, jika orang sudah negatif kepada kita, sikap terbaik adalah berjaga dan menahan diri. Dengan demikian, tidak membuka kesempatan untuk menyerang dan menyalahkan. Alkitab memerintahkan: "Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab/kesempatan orang tersandung". Motivasinya jelas sebagaimana ditegaskan kemudian: "Supaya pelayanan kami tidak dicela" (2 Kor. 6:3).

6. Apa yang terjadi dengan reaksi keras terhadap pak Ahok menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Ternyata, kebencian itu bagaikan api dalam sekam yang setiap saat dapat meledak dan tidak terpadamkan. Karena itu, harus diwaspadai dengan sungguh-sungguh. Sebenarnya, semua orang yang sangat objektif, tidak akan melihat masalah dalam pernyataan pak Ahok dengan mengutip ayat Al Quran di Kepulauan Seribu tersebut. Itulah yg sudah jelas disampaikan Gus Nusron Wahid, tokoh muda NU tsb. Itu juga yg sudah disampaikan beberapa Kyai dan ahli tafsir Quran, seperti Kyai Agil S, dll. Namun, terbukti kembali bahwa kebenaran itu, seringkali sangat sulit untuk dipertahankan, dapat diplintir jadi ketidakbenaran. Itulah yang sedang kita saksikan. Sebagaimana disampaikan Kapolri tadi malam, berbagai kelompok negatif, baik dengan motif agama, politik, dll, bersatu untuk mencoba menghancurkan pak Ahok.

7. Kiranya Allah, sumber kebenaran itu sendiri menyatakan kebenaranNya dan membela setiap anak-anakNya yang hidup dan bertindak benar. Sebaliknya, kiranya Allah menyingkapkan setiap kelaliman, kejahatan serta menghukum dan menyingkirkannya dari negeri tercinta, Indonesia.

Soli Deo Gloria.