Monday, 11 December 2017

Saudara-saudaraku yang karena satu dan lain hal terlibat dalam perilaku LGBT, apa kabar kalian? Sebagaimana saya berkali-kali tuliskan dalam wall ini, saya mau mengulanginya buat meyakinkan kalian dalam beberapa hal :

1. Saya setuju bahwa sebagai manusia, kalian adalah ciptaan Tuhan.

2. Sebagai ciptaanNya, kami harus mengasihi kalian. Saya pribadi sudah bersentuhan dengan pelaku LGBT di sekitar tahun 1972-1973. Jadi, bukan hal baru lagi. Saya sudah beberapa kali mendoakan dan melayani pelaku LGBT.

3. Namun, bersama dengan banyak umat Tuhan lainnya, seperti HKBP, yaitu salah satu jemaat terbesar dalam lingkungan Lutheran sedunia dan terbesar dalam anggota PGI, juga gereja Katolik (KWI), saya harus tetap mengatakan, perilaku LGBT itu adalah dosa (Roma 1:26-27).

4. Sebagai dosa, harus diselesaikan, disesali dan ditinggalkan. Jika tidak, Allah akan murka (Roma 2:4-5).

5. Allah mengasihi orang berdosa, namun membenci dosa. Karena itu Allah siap menolong anda dengan kuasaNya yang ajaib. Jadi, serahkanlah diri Anda kepada Allah, alamilah kuasaNya yang ajaib. Banyak macam dosa, termasuk dialami oleh rasul besar. Apakah anda pernah merasa seperti rasul Paulus berikut? Dia menulis, "Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" (Roma 7:24). Dalam pergumulan dan teriakan tersebut, apa yang terjadi? Inilah jawabnya: "Syukur kepada Allah, oleh Yesus Kristus" (ayat 25).

6. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang sungguh-sungguh berserah kepada Allah. Selanjutnya, rasul Paulus menulis: "Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu... dari hukum dosa" (Roma 8.2).

7. Jadi, saudaraku Ytk, bersikaplah tegas terhadap dosa. Matikanlah semua benih dosa dalam diri anda (Kolose 3:5). Jangan kompromi, jangan cari pembenaran dan teman.

8. Jangan membiarkan diri anda disesatkan oleh siapapun, termasuk oleh pemimpin-pemimpin agama yang tidak lagi menaati otoritas Alkitab. Alkitab sendiri mengakui "...baik nabi maupun imam, semuanya MELAKUKAN TIPU (Yeremia 6:13b). Tuhan Yesus juga menyatakan adanya gembala palsu, gembala upahan, yang membiarkan umat dibinasakan musuh-musuh yang jahat (Yoh.10:12).

9. Bila anda memerlukan pertolongan saya dan umat Tuhan lainnya, kami tentu senang melakukannya. Itulah perintah Tuhan untuk saling menolong menanggung beban (Galatia 6:2).

10. Akhir kata, doa saya bagi anda, Allah melepaskan anda dari perbudakan daging dan setan. Hal itu telah dialami oleh sdr Samuel Wattimena, seorang yg pernah bersaksi di harian Kompas lebih dari 10 tahun yang lalu.

Soli Deo gloria.