Monday, 11 December 2017

Selamat siang saudaraku Gomar Gultom, apa kabar? Apakah masih sempat membaca respons umat di FB saya? Saya sengaja tag kepadamu agar seperti kata lagu, katakanlah sejujurnya. Di sana sudah lebih 250 respons yang menolak surat Pastoral PGI! Mereka menyatakan berbagai macam kekecewaan, sedih dan marah. Tolong diketahui bahwa kita juga paham soal Alkitab. Jadi janganlah ditulis di sana bahwa kita salah tafsir Alkitab. Tambahan lagi, apakah PGI tidak membaca Surat Penolakan dari Katolik (KWI) dan PBNU, sebuah organisasi terbesar Islam? Apakah rekan2 di Katolik dan Islam lebih memahami maksud Allah dari MPH PGI?

Saya bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan studi sampai tingkat doktor. Itu dilakukan di Kampus-kampus bermutu tinggi di luar negeri. Bukan hanya di TTC Singapura tapi juga di tempat-tempat lain tempat studi Biblika terbaik dunia, seperti Cambridge, dll. Bidang saya, seperti anda tahu adalah Biblika, bukan dogmatika, juga bukan misi atau praktika. Jadi, soal memahami teks-teks, seperti yang dikutip dalam surat pernyataan itu, termasuk Roma 1:26-27, kita paham kok. Itu jelas melawan LGBT. Jadi sejak Kejadian 1:27, Alkitab tidak berubah. Jadi saya harap, jangan mau disesatkan oleh ilmu-ilmu lain yang dapat menyesatkan. Tetaplah dengar dan taat kepada Alkitab, SATU-SATUNYA SUMBER OTORITAS BUAT KITA.

Setelah membaca semua comment itu, ralat dan batalkanlah surat pastoral kalian yang menyesatkan itu. Saat ini saya sedang bergumul membina umat yg terlibat LGBT. Anda maklum apa akibatnya bagi orang-orang seperti itu? Sejarah akan mencatat bila anda berjuang mempertahankan ajaran benar, bahkan bila perlu, MUNDUR. Masih ingat petinju Filippina yg berani mundur walau kehilangan ribuan dollar dari Nike? Jika tidak, sangat disayangkan anda hadir di sana sebagai sekjen. Apalagi anda adalah pendeta HKBP, dengan anggota jemaat terbesar di PGI. Bukankah HKBP yang anda wakili JELAS MENOLAK PERILAKU LGBT?
Salam dari rekan lama (mantan NHKBP Kernolong Jakarta).