Monday, 11 December 2017

Tyndale House, Cambridge, 26-5-03, 11am- 13.pm

Thema: My Experience with Biblical Theology

Prof. Stuhlmacher memulai dengan berbagai pengertian tentang Biblical Theology. Beliau menegaskan bhw baginya, Biblical Theology, berarti semua ajaran Alkitab (PL dan PB). Di sini beliau menegaskan pentingnya memiliki ajaran yang menyatu antara PL/PB dan memperingatkan untuk tidak memisahkan keduanya.

Biblical Theology tidak boleh dipisahkan dari kesaksian Gereja Tuhan. Karena Alkitab itu sebenarnya adalah kesaksian dari Gereja abad pertama. Theologia tidak boleh dibangun terlepas dari Gereja Tuhan.

Seluruh pengajaran Yesus telah dipelihara oleh Gereja mula-mula di dalam Kitab Perjanjian Baru, bersama-sama dengan Perjanjian Lama serta Septuaginta (LXX) –yang adalah Kitab Suci bagi Gereja mula-mula- menjadi kitab yang sangat berotoritas.

Semua metode pendekatan terhadap Alkitab, PL dan PB harus dengan sikap hotmat dan rendah hati. Hal ini memang sesuai dengan tuntutan Alkitab itu sendiri.

Bicara mengenai Injil Synoptic, maka di sana terlihat dengan jelas penggenapan mesias sebagaimana dinubutkan dalam PL.

Seluruh tulisan rasul Paulus mencerminkan pengajaran Tuhan Yesus sejajar dengan Injil dan merupakan hasil pergumulannya dengan kebenaran Perjanjian Lama di dalam konteks Greco-Roman world dan Judaisme. Di dalam tulisannya, Rasul Paulus tidak pernah mengakomodasikan Injil yang dituliskannya sehingga dapat diterima oleh lingkungannya. "Saya tidak malu karena Injil" (Ro.1:16) merupakan bukti keteguhan rasul Paulus kepada ajaran Injil.

Tulisan rasul Paulus dalam Ro.3:21-26 menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya solusi untuk keselamatan manusia (kata "hilasterion" dimengerti bukan sebagai "sin offering" tapi sebagai "mercy seat"). Cat: Thema disertasi Prof Stuhlmacher adalah "The Righteousness of God".

Tulisan Yohanes perlu dipahami secara pendekatan yang berbeda dengan Synoptic, khususnya dengan "theological terms" nya. Dari kata "I Am" saying, terlihat dengan jelas identitas Yesus sebagai the Son of God. Pernyataan "Akulah jalan dan kebenaran..." pada Yoh.14:6 sangat offensive bagi orang2 Yahudi. Namun demikian, Yesus telah menegaskan hal itu utk menunjukkan identitasnya.

Pandangan Kristologi yang berbeda dengan kesaksian Alkitab, khususnya PB, menunjukkan kebingungan dan frustrasi bertheologia terhadap berbagai pandangan theologia yg tdk mungkin dipersatukan. Hal ini termasuk pandangan yang dilontarkan oleh the Jesus Seminar dari Amerika (beliau dan audience tertawa ketika mengatakan Jesus Seminar tsb;red). Kita harus sungguh-sungguh mendengar Yesus sebagaimana diajarkan oleh PB.

Memang seluruh pernyataan di atas sangat Injili, lain dari kesan Tubingen School yg liberal. Namun beliau menyaksikan dan mendorong agar young scholars semakin tekun mendengar suara Alkitab PL/PB. Dia berkata: "Di negara saya, arus bertheologia memang lain. Banyak pernyataan2 penting Alkitab digugat, dan diinterpretasi ulang... namun demikian, kalau mau menjadi gereja yang benar, maka harus kembali kepada pengajaran Alkitab yang benar: tdk fundamentalis, juga tidak liberal... Saya menyadari, arus ajaran yang lain spt itu tidak akan bisa dilawan oleh para ahli, tetapi hanya dengan kuasa Allah yang membalikkan arus bertheologia kepada arah yang benar".

Ketika beliau ditanya tentang bagaimana caranya kita, para ahli menyelamatkan Gereja Tuhan yang tercerai berai dengan berbagai arus theologia, maka beliau menjawab: "Saya ingin menegaskan bahwa Gereja Tuhan tidak pernah dan tidak akan dilepaskan dan diselamatkan oleh ahli2 theologia, tapi oleh Allah sendiri". (kata "dilepaskan" saya terjemahkan dari "rescued").

Kiranya ringkasan ini berguna bagi kita semua dan semakin mendorong kita utk menggali kebenaran Firman Tuhan PL/PB.

Pdt Mangapul Sagala: Tyndale House, 36 Selwin Gardens
Cambridge CB3 9BA, UK.Tel:44-01223-359102 (6-8 am; 8-10 pm)
Email:This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.