Monday, 11 December 2017

HAWAII MEMANG SANGAT INDAH

Setelah ibadah Minggu, tadi saya segera ke pantai PAIA, yg menurut info buku turis, merupakan pantai terbaik di Maui utk berselancar. Info ini memang sudah saya dapat dari seorang yang bekerja di tempat kami mengikuti program.

Ketertarikan saya kepada kota Hawaii sudah sejak puluhan tahun yl, sekitar tahun 1985. Ketika itu, saya melayani ke Gunung Sitoli, Nias. Di sana saya berjumpa dengan dua orang Jerman yang sangat tergila-gila berselancar. Ketika saya bertanya kepadanya mengapa jauh-jauh ke Nias untuk berselancar, maka dia menjawab dengan meyakinkan: "Bagi saya, Teluk Dalam (juga di Nias), adalah tempat kedua terindah berselancar di seluruh dunia. Ombaknya besar...". Lalu ketika saya menanyakan di mana nomor satu, dia menjawab dengan. "Hawai".

Ketika itu, memang tidak terpikir akan menginjakkan kaki ke Hawaii ini.

Wah, memang benar. Hawaii memiliki pantai yang sangat indah. Saya duduk memandang dari ke jauhan, seperti dari atas tebing di Parapat memandang ke danau Toba. Angin kencang membuat mereka berselancar dengan sangat lincahnya. Menyaksikan mereka berselancar ditarik oleh semacam payung di atas laut biru dan semburan ombak putih yg panjang dan besar, membuat pemandangan semakin indah. Waw! Teringat lagu, "Sungguh besar KAU ALLAHKU".

Sambil menyaksikan orang-orang tsb, saya mengamati bagaimana mereka menikmati datangnya ombak yang semakin besar. Mereka seolah-olah menari-nari, naik turun, maju mundur, muncul tenggelam di dalam pusaran ombak tsb.
Tidak terasa, saya sudah hampir sejam duduk di atas tebing menyaksikan mereka. Saya teringat bahwa sebentar lagi bus akan segera lewat. Karena itu, saya segera bergegas berjalan ke halte menunggu bus yang datang berselang tiap satu/ satu setengah jam.

Dalam perjalanan pulang di atas bus, kembali tergambar kenikmatan orang2 orang berselancar tsb. Tapi, juga teringat satu orang yang sepertinya masih pemula, yang sebentar-sebentar tenggelam dan payungnya jatuh dan hanyut ke laut.
Mengapa yang satu tenggelam dan sengsara dengan arus angin dan pukulan ombak tsb?
Di pihak lain, mengapa orang2 tsb menikmatinya?

Saya mendapat pelajaran yang indah. Orang dapat menghadapi kondisi yang sama, tapi mengakibatkan hal yang sangat berbeda. Yang satu sangat bahagia, dan yang lain sangat menderita. Lalu di mana rahasianya? Jawabnya, sederhana: Yang satu dapat menyesuaikan diri dengan 'kehendak' angin dan ombak, yang lain tidak,bahkan cenderung melawannya, dan dia tidak kuat... lantas tenggelam!

Dalam hati saya berdoa, "Bapa sorgawi, kiranya saya dapat 'berselancar' SESUAI DENGAN KEHENDAK DAN KEKUATAN KUASAMU,berserah penuh kepada kehendakMu yang sempurna. Jauhkan dari pada hambaMu hati yang menyerong atau menyimpang dari rencanaMu yang mulia".

Hal yang sama saya doakan bagi Saudara2ku semua.-