Monday, 11 December 2017

SANG MILYARDER

Salam sejahtera bagi kita semua.

Baru saja kami selesai mengadakan ibadah syukur atas program seminar/training yang akan berakhir hari Jumat ini. Acaranya semarak sekali,di mana ke 12 negara yang hadir dalam program ini masing2 menyumbangkan pujian dari negara masing2, tidak boleh bahasa Inggris. Maka sangat terasa bagaimana kayanya Tuhan mengaruniakan bahasa kepada umatNya. Padahal, baru 12 negara. Acara itu juga dihadiri oleh semua tenaga sukarelawan, sekitar 40 orang dan undangan lainnya.

 

Selain acara puji2an, rupanya pengurus juga menyediakan acara khusus untuk sponsor utama program kami tsb, yaitu Mr & Mrs Jody & Beth Stubbs, sang milyarder, seorang usahawan sukses dari Georgia, AS. Sebagaimana pernah saya tuliskan, setiap peserta program ini disubsidi sebesar 9100 dollar AS. Jika jumlah itu dikali 28 peserta, berarti sekitar 2,600.000.000. atau 2,6 milyard. Maka saya mengerti jika ada acara ucapan terimakasih secara khusus dari pengurus kepada keluarga tsb.

Setelah gift diberikan kepada keduanya, saya dipanggil ke depan oleh direktur program untuk mendoakan pasangan tsb.

Terus terang, saya sangat bersyukur dan merasa sangat terhormat ketika diminta mendoakan pasangan tsb. Perasaan seperti itu, bukan karena pasangan tsb seorang kaya, seorang usahawan sukses yang telah mendukung 28 orang peserta dari 12 negara dapat mengikuti program yang sangat penting dan berharga itu. Saya memang sangat bersyukur mengamati kehidupan kedua orang tsb sejak tiba di tempat ini hari Sabtu yl.

Mr. Jody Stubbs bukan hanya usahawan sukses, tapi juga donator ulung. Tapi lebih dari situ, ternyata Mr. Jody adalah seorang yang sangat mencintai Tuhan dan firmanNya. Hal itu terlihat ketika kemarin dia membawakan eksposisi (renungan) pagi. Luar biasa. Saya sangat menikmati firman Tuhan yang dibawakannya. Ketika mendengar firman Tuhan tsb, saya memang sangat bersyukur dan kagum. Dalam hati saya berkata: "Sekiranya banyak orang kaya di Indonesia seperti orang ini". Rasa syukur saya kepada pasangan tsb semakin bertambah ketika menyaksikan bahwa keduanya ikut menikmati sesi demi sesi, dari pagi sampai malam. Ketekunannya mendengar semua sesi membuat saya semakin yakin akan kerinduannya untuk belajar. Dan ketika istirahat (coffee break) pada setiap sesi, terlihat kehangatannya dengan setiap peserta.

Hal lain yang menarik adalah, nampaknya Mr & Mrs Jody mengenal setiap peserta. Mengapa saya katakan demikian? Ketika sarapan hari Minggu yl, beliau datang ke meja kami, dan memperkenalkan diri. Saya pun berdiri ingin memperkenalkan diri. Saya baru saja menyebut nama, dengan sangat ramah beliau mengatakan, " Saya sudah tahu". Lalu bercerita tentang bagaimana dia pun mengenal istrinya dulu di IVCF (Perkantas Amerika)

Dari mana beliau mengetahui nama dan data2 kami? Jawabannya kami peroleh dari direktur program. Ternyata, beliau bukan hanya mendukung kami dengan uangnya, tapi juga memiliki data kami dan mendoakan kami semua peserta satu demi satu.

Sejujurnya, hal-hal itulah yang membuat saya sangat bersyukur dan semakin hormat kepadanya. Itulah sebabnya, ketika saya diminta berdoa, saya sangat bersyukur dan merasa terhormat.

Kiranya Tuhan berkenan melakukan hal yang sama bagi Indonesia, mengaruniakan sang milyarder yang mengasihi Tuhan dan FirmanNya, yang sangat mendukung pekerjaanNya, rendah hati dan selalu rindu dan tekun untuk diajar.

Salam hangat,