Wednesday, 12 December 2018

Pengantar

Kitab Wahyu seringkali dianggap kitab yang menakutkan untuk dibahas, kitab yang penuh rahasia. Ada juga yang menganggap bahwa kitab hanya berisi hal-hal di akhir zaman, karena itu, kurang relevan dengan pergumulan umat masa kini. Namun pandangan tsb tidak sepenuhnya benar. Karena sekalipun dalam kitab ini ada hal-hal yang masih rahasia, namun banyak juga hal-hal yang cukup jelas; sekalipun kitab ini bicara mengenai hal-hal yad, namun kitab ini juga bicara mengenai pergumulan Gereja abad mula-mula, Gereja masa kini dan pada masa yad.

 

Dari Why.1:1, kita dapat memperoleh beberapa hal:

1. Sumber dan isi: “Wahyu Yesus Kristus...”

Kata “wahyu” (Yun. apokalupsis) dalam Alkitab bahasa asli (Yunani) merupakan kata pertama dari kitab ini. “Apokalupsis Iesou Khristou...”

2. Tujuan: “...supaya ditunjukkan kepada hamba2Nya (doulois) apa yang harus (dei) segera terjadi.” Dalam ayat 4 dinyatakan secara eksplisit tujuan kitab ini: “Kepada ketujuh jemaat di Asia” (1:4).
3. Mediator: Disampaikan melalui Yohanes.

Diduga, orang yang membawa kitab ini berlayar dari pulau Patmos (tempat pembuangan Yohanes) dan mendarat di kota Efesus. Selanjutnya, ke arah Utara (Smirna dan Pergamus) lalu ke Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan akhirnya ke Laodekia.

Surat kepada tujuh jemaat ini dianggap melambangkan kesempurnaan (band: 2:1 “ketujuh bintang dan “ketujuh kaki dian emas.” Ketujuh bintang adalah malaikat dari ketujuh jemaat, sedangkan ketujuh kaki dian adalah ketujuh jemaat Allah (Why.1:20)

I. Surat kepada ketujuh jemaat:

Musuh Gereja sepanjang segala zaman dan tempat:

1. Dari luar: aniaya.
2. Dari dalam: penyesatan oleh nabi2 palsu/pengajar2 sesat.

Hal pengajaran ini jugalah yang diserukan didalam surat ini dan juga di dalam kitab Wahyu.

Jika kita mengamati seruan kepada ketujuh jemaat tsb, kita menemukan pola atau ciri –ciri sbb:

1. Surat dialamatkan kepada malaikat. “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di...” (2:1,8,12,18; 3:1,7,14) . Malaikat di sini adalah utusan (aggelos) yang membawa dan membacakan surat tsb kepada Gereja-Gereja. Pandangan lainnya.

2. Semua kata-kata yang disampaikan berasal dari Yesus sendiri, yang merupakan hasil penglihatan (pertemuan) Yohanes di pulau Patmos dengan “seorang serupa Anak Manusia” (1:12-16).

3. Setiap surat diawali dengan satu pernyataan penting dari Yesus: “Aku tahu...” (Yun: oida). Pernyataan itu dikaitkan dengan pujian Yesus akan hal-hal positif yang dilakukan jemaat:2:2,9,13,19 (kecuali jemaat Sardis (3:1) dan Filadelfia (3:15). Dengan perkataan lain, tidak ada yang dapat kita sembunyikan dari padaNya. Apa artinya hal ini buat hidup dan pelayanan kita?

4. Yesus tidak hanya memberikan pujian, tetapi juga teguran (kecuali jemaat Smirna dan Filadelfia). Karena itu, setelah kalimat pujian “Aku tahu” tsb, kita dapat menemukan kata “Namun demikian Aku...” atau “Tetapi” (2:4,14).

5. Setiap surat diakhiri dengan seruan penting: “Siapa bertelinga...” (2:7,11,17..). Ini berarti panggilan untuk bertobat bagi jemaat yang ditegur, dan hidup lebih setia bagi jemaat yang dipuji (2:10-11).

6. Tuhan mendorong jemaat untuk hidup benar dan semakin setia dengan menjanjikan berkat bagi jemaat yang menang (2:7b; 11:b...)

II. Wahyu 2:1-7. Kepada jemaat di Efesus

Mengapa Efesus merupakan tujuan surat yang pertama? Kita dapat memahami bahwa surat pertama ditujukan kepada Efesus, di mana kota Efesus adalah kota terdekat ke Patmos, tempat asal surat yang akan dibacakan tsb.

Efesus yang berpenduduk kira-kira 250,000 merupakan kota perdagangan yang sangat terkenal. Hal ini disebabkan oleh lokasi kota yang sangat indah dan juga pelabuhannya yang sangat strategis. Seorang ahli menulis: “A harbour port a short distance from the open sea, Ephesus was the natural depot not only for the hinterland to the North and South, but above all, to the great Eastern trade routes which extend to Mesopotamia and the regions beyond. From this depot shipping could travel to the Black Sea, to other ports of the Aegean and, of course, to the greater world of the Mediteranean”.

Kondisi jemaat Efesus:

Why 2:1

1. Ditujukan kepada malaikat jemaat di Efesus.
2. Sumber: “Dari Dia...”

A. Pujian Yesus: (ayat 2,3,6)

“Aku tahu segala...”

1. Pekerjaanmu
2. Jerih payahmu (kopon)
3. Ketekunanmu (hupomonen)
4. Tidak dapat sabar terhadap penjahat2.
5. Mencobai rasul2 palsu dan menemukan bahwa mereka adalah pendusta.
6. Bertekun dan menderita (menanggung beban) karena namaKu, dan tidak mengenal lelah.
7. Efesus juga dipuji karena keteguhannya kepada etika dan ajaran yang tidak mengikuti kelompok Nikolaus: 2:6,15.

B. Teguran Yesus (ayat 4)

“Tetapi aku mencela engkau”. Kata “tetapi” pada ayat 4 adalah “alla”.

Dalam Alkitab berbahasa Inggris (NIV) ditulis: “I hold this against you”.

“Karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula” (first love). Jadi, kasih yang mula2 (first love) sangat penting.

Mengapa?

C. Peringatan, perintah dan janji (ayat 5-7)

Pada ayat 5: tiga perintah penting:

1. “Sebab itu, ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!
2. “Bertobatlah...”

Kata yang digunakan dalam bahasa Yunani adalah “metanoeson” (aorist, imperative). Ini merupakan perintah yang menuntut tindakan segera.

3. “Lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan”

Kata “poieson” (aor, imp) juga merupakan perintah yang menuntut tindakan segera. Lakukan segera hal-hal yang baik yang dulu dilakukan di dalam first love.

Robert Mounce menafsir ayat ini dengan menulis: “Bear in mind the loving relationship you once enjoyed and make a clean break with your present manner of life” (The Book of Revelation)

4. “Jika tidak demikian...”
5. “Siapa bertelinga...”
6. Janji kepada pemenang (7b).

Kesimpulan Penutup.

Pada bagian ini kita melihat betapa pentingnya relasi yang benar dengan Tuhan Yesus, yaitu hidup mengasihi Dia. Hal itu melampaui segalanya. Kita dapat memperhatikan kelebihan-kelebihan dari jemaat Efesus yang secara eksplisit dipuji: Pekerjaan, jerih payahmu (kopon), ketekunanmu (hupomonen). Selain itu, jemaat juga memiliki kehidupan moral dan ajaran yang sehat: tidak dapat sabar terhadap penjahat2, mencobai rasul2 palsu dan menemukan bahwa mereka adalah pendusta. Demikian juga, jemaat dipuji karena fanatismenya kepada nama Kristus: bertekun dan menderita (menanggung beban) karena namaKu, dan tidak mengenal lelah. Namun, hal itu tidak membuat jemaat itu bebas dari teguran. Mengapa? Karena mereka mengabaikan hal yang terpenting: KASIH.

Bagaimana kwalitas kasih kita kepadaNya. Jika kita membiarkan diri dikoreksi oleh RohNya, kira-kira hal apa yang kita temukan? Semoga kita semakin mengasihi Dia yang telah lebih dahulu mengasihi kita, yaitu dengan bukti yang sangat kongkrit: mengorbankan diriNya untuk kehidupan kita.-