Sunday, 22 July 2018

Why.2:18-29
(Pdt. Mangapul Sagala)

Pengantar

Kota Tiatira ditemukan oleh Seleucus I, yang oleh Robert Mounce disebut sebagai " a military outpost to guard one of the approaches to his empire" (Revelation, NICNT, 101). Pada tahun 190 SM kota Tiatira jatuh ke tangan pemerintah Roma, karena itu kota ini, pertama menjadi bagian dari kerajaan Pergamus, kemudian menjadi bagian dari propinsi Asia. Sebagaimana dapat kita lihat dalam peta (sesi pertama), lokasi kota Tiatira terletak sekitar 64 km sebelah Tenggara kota Pergamus. Kota ini lebih kecil dan tidak sepopuler tiga kota sebelumnya (Efesus, Smirna dan Pergamus). Namun demikian, kota ini dikenal sebagai pusat perdagangan yang makmur. Hal itu diketahui dari hasil penggalian para arkeolog yang menemukan prasasti-prasasti di mana melaluinya diketahui adanya serikat perniagaan yang cukup banyak.

Tidak heran jita di kota ini ditemukan asosiasi pekerja tembaga, tukang tenun, pembuat pakaian, tukang celup, tukang sepatu, tukang samak, tukang roti,dll. Di dalam kitab Kisah para rasul kita menemukan dokter Lukas mencatat seorang bernama Lidia, yaitu penjuan kain ungu yang berasal dari kota Tiatira (Kis.16:14).

Kondisi jemaat Tiatira

Sumber: Why.2:12 "Inilah firman Anak Allah, yang mataNya bagaikan nyala api dan kakiNya bagaikan tembaga".

A. Pujian Tuhan Yesus (19)
Sebagaimana pada surat sebelumnya, Tuhan Yesus memulai dengan kata "Aku tahu…". Jika kepada jemaat Pergamus Tuhan Yesus menunjuk soal tempat ("di mana engkau diam", 2:13), kepada jemaat ini Tuhan Yesus kembali menyebut, "segala pekerjaanmu" (2:19). Selanjutnya, Tuhan Yesus memuji 4 (empat) hal penting yang dimiliki oleh jemaat Tiatira:
1. "baik kasihmu". Bandingkan dengan jemaat Efesus.
2. "maupun imanmu…".
3. "baik pelayananmu…"
4. "maupun ketekunanmu…"

Bandingkan hal-hal penting di atas dengan iman, pengharapan dan kasih, sebagaimana sering ditegaskan oleh rasul Paulus dalam surat-suratnya (1Kor.13:13).

Setelah keempat kelebihan di atas, Tuhan Yesus masih memuji jemaat Tiatira atas kemajuan pekerjaan mereka. "Aku tahu bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari yang pertama. Dpl, jemaat Tiatira tidak segera berpuas diri dan berhenti akan apa yang telah dicapainya; namun mereka terus berkarya bagi Tuhan. Hal itu juga yang dipuji oleh Tuhan Yesus.


Jika kita merenungkan hal di atas, tentu kita akan kagum. Namun demikian, benarlah perkataan ini: "Tidak ada gereja yang sempurna". Sejajar dengan pernyataan tsb, kita juga mendengar: No body is perfect".
Apa artinya pernyataan di atas bagi Anda sekalian?

B. Teguran, penegasan dan hukuman (20-24)
1. Ayat 20. Tetapi Aku mencela engkau…
Alasan:
a. "karena engkau membiarkan wanita Izebel… mengajar dan menyesatkan..
b. "… supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala…"

- Siapakah wanita Izebel tsb? Nama sesungguhnya? Kiasan yang menggambarkan perilaku seorang bernama Izebel? (I Raja2.16:30-32; 18:4,19; 21:25; 26:2; 2Raja2 9:22)

- Hal di atas berhubungan dengan moral dan kesucian (suci dalam doktrin, etika dan ibadah penyembahan). Perhatikan teguran Tuhan Yesus tsb dikaitkan dengan kenyataan jemaat yang dipuji tersebut.
Pelajaran apa yang dapat kita pelajari dari sini?
a. Harap maklum?
b. Tantangan pertobatan? Bertobat dari apa saja?
c. Peringatan agar tetap waspada? Bagaimana caranya?

-Selain wanita Izebel, sejauh ini kita telah menemukan beberapa nama lain yang disebut oleh Tuhan Yesus secara eksplisit. Hal itu berhubungan dengan kejahatan, baik dalam doktrin maupun perilaku.
Apa artinya hal ini bagi Anda? Adakah nama-nama di sekitar Anda saat ini
yang perlu dihindari atau bersikap waspada?

2. Ayat 21: Tuhan Yesus memberi kesempatan untuk bertobat.
Band. 2Pet.3:9. Amos.4:6-13.
Apakah setiap kesempatan pertobatan membawa hasil sebagaimana diharapkan?
Mengapa? …
Bagaimana sikap seharusnya terhadap dosa?
Penjelasan perintah pertobatan dalam aorist tense.
"Janganlah beri kesempatan kepada Iblis" (Ef.4:27)
Ilustrasi busur.

3. Ayat 22-23. Hukuman bagi mereka yang menolak untuk bertobat!
Band. Ro.2:4-6. Gal.6:7-8.
Pertanyaan nabi besar Musa. Maz.90:11. Menurut Anda, sejauh mana pertanyaan Musa tersebut masih relevan saat ini?

4. Ayat 24. Keadilan Allah.
Allah melepaskan mereka yang benar dari hukuman.
Bandingkan peristiwa Nuh (Kej.6:9-13; 7:1); doa syafaat Abraham untuk kota Sodom (Kej.18:22-32).
Dari contoh di atas, kita melihat bahwa kebenaran orang percaya tidak saja melepaskan dirinya dari murka Allah. Kadangkala kita melihat bahwa di dalam kedaulatan Allah, kebenaran orang percaya tersebut juga diperhitungkan Allah untuk kepentingan orang lain. Pelajaran apa yang dapat kita dapat dari kenyataan tsb?

C. Perintah dan janji (25-29)
1. Ayat 25. "… peganglah itu sampai Aku datang".
a. Tuhan menuntut kesetiaan, bukan ketaatan sesaat. Bandingkan hal ini dengan seruan Tuhan Yesus kepada jemaat Smirna pada Why.2:10.
b. Hal-hal apa saja yang harus kita pegang sampai akhir hidup kita? Hal-hal apa saja yang harus kita lepas? (pertanyaan sebelumnya dalam hal pertobatan).
c. Adakah orang/pribadi di sekitar Anda yang dapat dijadikan contoh atau teladan di mana mereka telah menunjukkan tanda-tanda kesetiaan tsb?
Mengapa orang tersebut dapat setia sementara orang lain ada yang gugur/gagal?

2. Ayat 26. "…barangsiapa menang dan melakukan pekerjaanKu sampai kesudahannya…". Perhatikan unsur kesetiaan (sampai kesudahannya) kembali ditekankan di sini.

3. Ayat 26b-28. "… kepadanya akan kukaruniakan…"
Mari kita perhatikan kenyataan penting berikut:
Keselamatan adalah karena anugerah Tuhan semata-mata. Kita tidak melakukan apa-apa untuk keselamatan tersebut. Itu adalah hasil karya dan pengorbanan Yesus Kristus (Ef.2:8-9). Namun demikian, karunia Tuhan (upah) seringkali dikaitkan dengan kesetiaan dalam pekerjaan. Perhatikan kembali kata "menang" dan "sampai kesudahannya".

4. "Siapa bertelinga…" (29).-

Kesimpulan