PEPERANGAN ROHANI. OKULTISME (6). GAGALNYA KAUM SAKRAMENTALIST!

#Okultisme
#LawanKuasaGelap

1. Lucu memang, tapi itu fakta!
Banyak yang aneh-aneh yang saya terima sebagai respons terhadap artikel serial dengan topik Okultisme ini.

2. Salah satu respons aneh adalah orang yang mengalami kuasa gelap, ketika kambuh, maka diadakan Perjamuan Kudus! Aduh! Tapi itulah typical, ciri khas orang Batak. Apalagi masih kuat dengan penghayatan Gereja tertentu. Good & bad. Good, karena menaruh nilai tinggi terhadap satu dari dua sakramen (satu lagi, Baptisan). Tapi juga bad, jelek, karena sakramen jadi seperti jimat!

3. Apa akibatnya? Orang yang menceritakan itu mengatakan, "Tidak ada hasilnya, Amang. Malah makin buruk. Karena itu, katanya kami harus melakukan ini dan itu..."

4. Apa yang dapat dipelajari dari situ?
Sebenarnya, suatu pelajaran penting! Itu menunjukkan kuasa jahat tidak dapat dikelabui. Apalagi ditipu dan diperalat.
Saya teringat dengan Covid19 yang juga tidak dapat ditipu. Masih ingat khotbah Pdt. Niko, Jacob N, Eddy Leo tentang bahasa roh? Dengan lantang dan yakin mereka mengkhotbahkan bahwa jika berbahasa lidah pasti tidak kena Covid19 (Jacob N). Sekiranya kena Covid, tidak masalah, "karena daya tahan tubuh akan bertambah 40% (Niko N & Eddy L)
Nyatanya? Salah! Jemaat yang mendengar dapat terkagum-kagum menunduk.Mereka tertipu dan terkapar sakit. Beberapa malah meninggal, (termasuk banyak Pdt). Maklum, seperti khotbah Pdt. Stephen Tong yang sangat tegas itu, "Banyak jemaat tulus & bodoh".

5. Jadi sekali lagi, kita dapat pelajaran mahal & penting dari Covid19 & kuasa gelap!
Bagi kaum sakramentalist, berhenti berharap sesuatu khasiat seperti mujizat dari langit melalui kedua sakramen itu. Sekalipun itu penting, karena diperintahkan Tuhan Yesus sendiri, tanpa relasi yang benar dan hidup dengan PRIBADI YANG MATI & BANGKIT ITU, maka nothing happen. Tidak ada apa2nya. Kosong. Itulah yg dibuktikan oleh kisah gagal di atas. Nah, bagaimana itu dilakukan orang yang mau meninggal, dengan harapan menjamin masuk surga?

6. Siapa yang bisa menjamin? Jika dia sudah meninggal, apa dia bisa memberitahukan? Bagi Pdt, spa dasarnya menjamin? Maaf berjuta maaf, jangan-jangan pdtnya pun belum ada jaminan juga!

7. Jaminan yang pasti hanya Tuhan Yesus (Yoh.14:6; Kisah 4:12). Jadi, jika orang yg menerima PK di atas, sungguh2 beriman kepada Yesus, pastilah dia masuk surga. Jika demikian, apa bedanya dengan dan tanpa PK itu? Ada bedanya bagi yang merindukannya. Sebelum meninggal, ibu saya berkata: "Saya boleh dapat PK? Banyak kawanmu Pdt. Mintalah ke rumah". Saya jawab, hanya Tuhan Yesus yg telah mati dan bangkit bagimu, roti dan anggur tidak menambah apa-apa", demikian saya jawab. "Namun jika mama rindu, saya panggil". Akhirnya, saya panggil Pdt. RAS Pandiangan, PDT GKI Perniagaan (ayah Ita Sangkilawang), salah seorang Pdt favourite orang Batak.

8. Jika kita telah didiami oleh Roh Allah (Roma 8:9; Gal.4:6; Gal.5:16,25), maka asal sudah tahu melakukannya, pasti dapat mengusir setan.

9. Karena itu, saya tidak setuju jika ada Pdt atau umat mengatakan bahwa mengusir setan itu adalah karunia Tuhan. "Tidak semua dikaruniakan mengusir setan, sama seperti tidak semua dapat menyembuhkan..."
Itu salah!

10. Mari kita jujur & terus terang.
Di mana ada dasar Alkitab mengatakan mengusir roh jahat adalah karunia khusus? Silakan tunjukkan satu ayat atau satu kata saja dari Alkitab.

11. Sebaliknya yang terjadi.
Karena roh jahat harus diperangi, diusir secepat mungkin, tidak menunda sedetikpun, maka kepada setiap anak2Nya (termasuk Pdt, jika sudah jadi anak2Nya) diberi KUASA mengusir setan. Sesungguhnya, bukan kita yang mengusir. Tapi Roh Kudus yang di dalam kita, Dialah yang meneguhkan pelayanan kita.

12. Mari kita camkan kenyataan ini: roh jahat sungguh2 mengenal orang percaya (agak mirip kalimat pak Jacob N tentang Covid ya? :)). Fakta itu yg membuat semua yang terlibat pelayanan kuasa gelap melayani dengan tenang. Bukan hanya roh jahat yg mengenal anak2 Tuhan sejati, dukun pun mengenalnya. Berkali-kali saya saling adu mata dengan dukun. Semula, saya bingung dan agak takut, salah tingkah. Tapi kini, saya (kita, juga rekan2 lain) tidak lagi takut, sebaliknya makin berani. Ketika mata bertatapan dengan mata, cepat atau lambat, sang dukun akan menunduk kepada kita. Mengapa? Alkitab memberitahukan rahasianya: "Roh yang ada di dalam kamu lebih besar dari roh yang ada dalam dunia" (1Yoh.4:4).

Hal yang sama terjadi dengan orang yang dirasuk setan. Itu sebabnya, biasanya mereka langsung menutup mata. Jika demikian, kita harus memerintahkannya membuka mata. "Dalam nama Tuhan Yesus, buka mata..." ketika sudah buka mata, kita usir roh jahat. Setiap kali tutup mata, lakukan hal yang sama, sampai keluar.

13. Tindakan pengusiran itu dapat dimulai dan diselingi dengan pujian Dalam nama Yesus... dimedley dengan Kumenang2...Ada Kuasa dalam darahNya... Setan tidak suka lagu pujian rohani yg penuh kuasa! Akibatnya, dia tidak betah dan pergi meninggalkan korbannya. Pengusiran ini bisa berlangsung singkat, bisa juga lama, tergantung kekuatan si jahat dan kebiasaan dan kesiapan para pelayan. Itu sebabnya, perlu latihan dan jam terbang.
(Bersambung)