PEPERANGAN ROHANI. OKULTISME (5). APA AKIBATNYA?

#Okultisme
#LawanKuasaGelap

1. Firman dengan tegas mengajarkan bahwa setiap orang yang belum didiami Roh Kudus, akan didiami roh kudis (roh jahat).

Efesus 2:2 (TB) ...karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

2. Berbagai macam hal dapat terjadi kepada korbannya. Tapi terutama adalah mengalami kebutaan secara rohani. Itu sebabnya, orang- orang seperti ini tidak tertarik hal-hal rohani, bahkan cenderung menolak:

2 Korintus 4:3-4 (TB) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
===
Sangat menyedihkan dan mengerikan hidup orang-orang seperti ini. Alkitab menyatakan bahwa mereka "akan binasa", mereka juga tidak sanggup melihat cahaya & keindahan, kemuliaan Injil.

3. Sangat wajar, jika Gereja yang dipenuhi oleh orang-orang seperti ini akan cenderung suam, tidak bergairah & ngantuk ketika ibadah berlangsung, khususnya ketika khotbah. Lebih buruk lagi, bila pengkhotbahnya pun masih KTP, yang dipimpin oleh si jahat!
Sulit diharapkan orang seperti ini fokus ketika saat Teduh & berdoa.

4. Akibat lainnya adalah penderitaan atau penyakit jasmani: buta, bisu, tuli bahkan gila!
(Mat.12:22-24; Mark.9:25; Mark.5).
Mari kita simak penegasan Tuhan Yesus berikut:

Markus 9:25 (TB) Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
===

Sekalipun orang tsb sakit, seringkali penyakitnya tidak dapat didiagnosa oleh dokter. Karena itu, seringkali korbannya dibawa kepada dukun!
Jika sudah demikian, korban akan semakin parah karena tergantung kepada dukun dan roh jahat!
(Bersambung)