PEPERANGAN ROHANI. OKULTISME (3). "MENGAPA PENDETA SAYA GAGAL?"

#Okultisme
#KuasaGelap

1. "Kami telah membawa putri kami kepada pak Pdt. Namun, tetap tidak sembuh. Bahkan putri kami tertawa-tawa. Mengapa pendeta saya gagal?", demikian seorang ibu mengisahkan perjuangannya membawa putri terkasih yang dirasuk setan.

2. Sebagaimana saya tulis pada nomor sebelumnya, https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157862323115081&id=662600080

setan atau kuasa gelap tidak takut kepada gelar teologia, juga kepada jabatan Gerejani seperti sintua (majelis), pendeta resort, bahkan bishop/ephorus!

3. Mengapa?
Sederhana saja, tidak usah heran, jabatan2 seperti itu tidak menjamin hidup yang kudus, menjauhkan diri dari dosa. Termasuk orang- orang yang suka mengaku berbahasa roh atau karunia menyembuhkan, tidak sedikit yang gagal melakukannya.
Mohon maaf jika harus menyampaikan kenyataan ini: tidak semua yang menjabat di Gereja yang sepenuhnya dikuasai oleh Roh Kudus. Sangat sedih mengatakan bahwa tidak sedikit dari mereka itu masih KTP, Kristen Tanpa Pertobatan, Kristen daging yang menghasilkan buah2 daging (Galatia 5:19-21).
Dengan kehidupan yang demikian, sekalipun dapat mengelabui umat, tidak mungkin mengelabui roh jahat. Mereka bahkan tahu hal itu, yang juga mungkin mendorong serta mengendalikan mereka. Sehingga jika orang seperti ini mengusir roh jahat tsb, bukannya keluar, malah menertawakan!

4. Anak Tuhan Sejati.
Demikianlah rasul Yakobus menulis:
Yakobus 4:7 (TB) Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
===
Perintah di atas diberikan kepada semua orang percaya, kedua belas suku di perantauan (Yak.1:1).
Jadi hal yang penting dan mendasar adalah "tunduk kepada Allah". Artinya memiliki relasi yang baik dan hidup dengan Allah sumber utama kuasa rohani. Setelah itu, diperintahkan: "Lawanlah iblis". Artinya, perintah melawan iblis (kuasa jahat) hanya mungkin dengan kepastian telah mengalami kuasa Allah. Akibatnya, "iblis akan lari". Jadi, jelas, yang lari adalah iblis. Itu juga yang dipastikan oleh rasul Yohanes: "Roh yang ada di dalam kamu, LEBIH BESAR dari roh yang ada di dalam dunia" (1Yoh.4:4b).

5. SIKAP YANG SALAH.
Artikel saya yang lalu (2), juga saya kirim ke beberapa group. Wah, seru juga respons rekan2. Sekadar contoh, saya akan copy paste beberapa sikap yang salah:

[4/27, 4:27 PM]:
Aku sdh kebal bang ada roh lain mampir2 ke rmh. Bawaannya parno. Biasanya antara jam 2 pagi sampai subuh. Penciumanku mmg agak beda sm keluarga di rmh. Aku bisa cium kalau ada yg dtg. Puji Tuhan ga bisa lihat walau pernah bbrp kali lihat sepintas2. Dulu aku usir dalam nama Tuhan Yesus, dalam nama Tuhan Yesus, eh malah jd makin melawan. Kesini2 aku cape bang. Jd kalau dia dtg, aku tunduk kepala, tangan sujud di dada dan ngomong baik2 mnt dia keluar aja. Biasanya langsung keluar. Ini aku nulis deg2an nih bang. Takut ntr malam dtg eh bandel ga mau keluar. Soalnya pernah jg gt. Disuruh keluar dr dekat kamar eh malah ke ruang tamu.

+ MS: Jika begini, kamu dalam keadaan bahaya! Kau ada ikatan. Harus dilepaskan.

- [4/27, 4:30 PM]
Aku biasanya ngomong gini bang, bpk ibu, trm ksh sdh mampir, kalau boleh diluar aja ya, kasihan anak2 lg tidur, nanti keganggu. Diluar aja ya bpk ibu. Trm ksh sdh mampir. Trus aku bukain pintu dan persilahkan keluar. Habis itu aku doa.

Catatan: sikap ini bukan mengusir, tapi memohon. Maklum, relasi dengan Roh Kudus belum dialami, walau orang ini termasuk sibuk dan aktif kegiatan Gereja.

[4/27, 5:01 PM]
Dia sering dtg kalau suasana udh sepi bang. Aku ga mau ribut kalau pagi2 buta. Aku ga berani lawan sendirian. Udh lelah berkali2 kesurupan. Jd ya sdh kuomongin baik2 jadinya bang. Sdh 3tahunan inilah aku mengambil sikap spt ini. Kemampuan mencium dan merasa ini makin kuat sejak aku punya bayi. Sering skl mampir ke rmh kyknya mau nengok2 bayiku. Jd sdh 6tahunan inilah begitu bang. 3thn pertama kulawan trs dlm nama Tuhan Yesus, dia bnr2 melawan. Malahan aku sampe nyetok minyak urapan dr gereja Tiberias saking parnonya. Jd lelah jg. Setahun terakhir lumayan mereda. Kalau kuhitung ga lebih dr 10 kalilah bang aku tau dia mampir. Sebelum2nya duh hampir tiap malam. Maunya dekat2 ke anak2. Mgkn seneng kali ya nyium bau bayi hehehe... serem amat...

[4/27, 5:23 PM]
- Respons kedua:
yang kayak gitu bukannya nanti juga akan pergi dengan sendirinya?

MS: NO! Setan baik itu.
====

Dari contoh di atas, nyata jelas sikap yang salah tsb. Semoga responden pertama tetap sehat sampai Covid19 berakhir. Mohon doa rekan2 semua.

6. Perintah Firman Tuhan jelas: Lawan, usir, bukan diamkan seolah-olah dia akan pergi sendiri. Tentu bisa pergi sebentar. Tetapi akan kembali lagi pada waktu yang diinginkannya. Di sinilah juga tipuan dukun! Dukun seolah-olah dapat mengusir setan, Roh jahat. Padahal tidak. Mereka hanya bekerja sama. Dukun adalah hamba setan! Setan tidak tunduk kepada dukun. Sebaliknya, dukun yg tunduk kepada tuannya. Saya sangat paham hal ini. Karena saya dibesarkan dalam lingkungan perdukunan. Desa kami di Bonandolok Sagala sangat kuat dengan kuasa gelap. Kakek saya pun dukun terkenal, mama saya adalah media roh. Syukur, sebelum akhir hidupnya, mama saya berhasil dilepaskan & menjadi orang yang sangat membenci segala bentuk magic dan perdukunan. Sebaliknya sangat lapar dan haus akan Firman Tuhan & puji2an rohani (Mat.5:6).
Apa akibatnya jika roh itu dibiarkan? (Bersambung).