THE REAL FIGHT. PEPERANGAN ROHANI (2). PENTING, TAPI ASING.

#Okultisme
#AwasKuasaKegelapan

1. Saya bersyukur, posting saya tentang topik di atas disambut baik oleh beberapa rekan. Namun, beberapa lagi merasa asing. Tidak heran, pada posting yang lalu juga saya menyebutkan ada dua orang yang berespons heran bahkan menyangkal bahwa kuasa si jahat dapat memakai Covid19 untuk melaksanakan maksudnya, termasuk melemahkan iman umat.
Link posting yang lalu:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157760809880081&id=662600080

2. Mengapa harus heran? Jangankan Covid19, rasul Petrus pun dapat dipakai si jahat untuk melaksanakan keinginannya (Mat.16:23). Syukur kepada pendoa syafaat yang tidak hanya melihat Covid19 dari kaca mata medis, tapi juga terus melawan kuasa si jahat yang dapat memakai & memanfaatkan penyakit Covid19. Syukur, sekalipun ada korban yang meninggal, tapi hari demi hari jumlah yg disembuhkan makin jauh melampaui yg meninggal.

3. Sesuatu yang sangat menyedihkan dalam peperangan rohani adalah bila Gereja, umat tidak menyadari adanya kuasa gelap yang sedang bekerja, terlebih lagi yang menyangkalinya. Tentu musuh akan senang bila kehadirannya tidak disadari, atau tidak diketahui oleh lawannya.

4. Mengapa demikian?
Sesungguhnya, itu adalah realita yang sangat mengherankan. Bukankah Alkitab Perjanjian Lama banyak mencatat hadirnya kuasa gelap? (Kel.3:11-12; Kel.22:18,20; 32:17-20). Bahkan nabi Musa dengan sangat keras memperingatkan agar tak seorangpun umat yang terlibat dalam kuasa gelap (Ulangan 18:9-13).
Jika kita beralih ke Perjanjian Baru, kita membaca bahwa Tuhan Yesus & rasul2 penuh dengan kisah2 perlawanan terhadap kuasa gelap ( Mark.1:34; 5:1-2; Mat.12:43; Kis.5:16, 8:7). Kitab Kisah rasul menggambarkan betapa hebatnya opposisi dari kuasa si jahat terhadap diri dan pelayanannya. Misalnya, di Siprus melawan Baryesus si tukang Sihir (Kis.13:4-12), Filipi dengan perempuan tenung (Kis.16:16-18), di Efesus dengan tukang jampi (Kis.20:13-20).

Jika umat di masa PL & PB mengalami serangan dari kuasa gelap, demikian juga sepanjang sejarah Gereja, apakah masa kini kuasa gelap itu sudah hilang? Atau sebenarnya dia ada, namun umat tidak menyadarinya? Atau menyadari tapi tidak tahu bagaimana menghadapinya?

5. KISAH NYATA.
Dalam beberapa percakapan dengan rekan pendeta dari berbagai Gereja, mereka menyaksikan bahwa mereka telah sering terlibat dalam pelayanan kuasa kegelapan (mengusir roh-roh jahat yang merasuk umat). Sebagai contoh, Pdt. Dr. Jaharianson Saragih, mantan Ephorus GKPS, menceritakan dalam khotbahnya pergumulannya pada Grand Opening STT Trinity. Beberapa anggota jemaat dirasuk kuasa gelap. Namun, Gereja seperti tidak berdaya. Malah ada anggota jemaat yang dibawa ke dukun! Karena itu, beliau menantang STT Trinity "Agar meluluskan alumni yang memiliki kuasa atas kuasa gelap. Tidak hanya dididik jadi pintar, tapi tanpa dunamis".

Demikian juga, di dalam satu seminar yang diadakan di HKBP Tebet, rekan pembicara lainnya yang ketepatan juga Pdt HKBP mengakui masalah yang sama di hadapan sekitar 300 peserta seminar. Beliau mengakui bahwa meskipun beliau telah banyak terlibat dalam pelayanan pelepasan, namun pelayan seperti itu masih sangat asing bagi banyak pendeta. Itu dilakukannya secara pribadi, belum resmi dalam program lembaga.

Bagi saya dkk, baik di Yay Perkantas, Yay Binadunia juga di STT Trinity, pelayanan Okultisme bukan hal baru. Ratusan anggota jemaat telah kami lepaskan melalui doa2 & dengan kuasa Tuhan Yesus yang ajaib! Sekitar 10 calon mahasiswa STT Trinity telah menikmati pelayanan itu. Salah satu mahasiswa tkt 3, bernama A sebelumnya bahkan bisa dikubur selama 3 hari!

Saya akan menuliskan beberapa kisah nyata lainnya:
1. Dalam satu Kamp Alkitab mahasiswa di Cibodas, seorang pemain musik (gitar) ketika memuji Tuhan tiba2 terpental. Setelah dilayani, akhirnya terlepas.

2. Dalam Kamp mahasiswa regional SUMUT di Wisma Metodis Parapat, seorang peserta kamp dari Pekanbaru juga mengalami kuasa gelap. Hal itu terjadi persis malam sebelum selesai Kamp Alkitab tsb. Di tengah2 ibadah, orang tsb teriak! Setelah dilayani, akhirnya terlepas. Padahal, sehari sebelumnya, pemuda tsb maju memuji Tuhan di hadapan jemaat!

3. Setelah saya khotbah di salah satu Grj di Rantau Parapat, kami melayani seorang ibu yang baru melahirkan 3 bln. Jika ibu itu kumat, dia tiba2 mencekik bayinya. Syukur, setelah dilepaskan, hal itu tidak pernah lagi terulang.

4. Dalam pelayanan di Tarutung, akibat gempa bumi besar, seorang sintua (majelis) juga dilepaskan. Padahal, karena sintua tsb sering mengancam nyawa, dia telah lama dipasang!

5. Bersama Pdt. Drs. Polo P. Situmorang, M.Div, kami juga pernah melepaskan satu orang di ruang kerjanya di Kampus UPH. Jika dia kambuh, istrinya mengatakan bahwa dia bisa ambil pisau dan mau membunuh anaknya! Anehnya, pemuda tsb merasa bahwa dia punya kekuatan dari Tuhan, sebab kadangkala, ular tiba2 hadir di rumahnya. Dengan mempelototi ular tsb, ular itu akan pergi.

6. Dalam satu percakapan di satu Kampus STT terkenal di Simalungun, terjadi satu kisah yang menyedihkan. Dalam percakapan informal, seorang ibu dosen mengisahkan bahwa telah beberapa kali mahasiswa kambuh karena kuasa gelap. Tapi menurutnya, mahasiswa itu dibiarkan saja sampai diam. "Mengapa tidak diusir dan dilepaskan?", tanya saya. Sudah beberapa kali didoakan, tapi tidak terjadi perubahan!

Sebenarnya, ratusan kisah pelayanan okultisme dapat saya ceritakan. Namun satu hal mau saya sampaikan, orang yang dirasuk setan, bisa saja diam, bahkan memuji Tuhan atau melayani di mimbar. Sejauh orang tsb tidak mengalami perlawanan dari kuasa Allah, mereka bisa tetap betah, tenang, seolah-olah tidak ada sesuatu.
(Bersambung).
=========

THE REAL FIGHT. PEPERANGAN ROHANI. AWAS VIRUS PENJEMPUT NYAWA!

1. Mohon maaf berjuta maaf, kali ini secara jelas & tegas saya menulis judul di atas. Itu dari KISAH NYATA, bagaimana puluhan ribu nyawa melayang karena Covid19! Jika semua dibaringkan di satu tempat, maka Istora Senayan pun tidak cukup. Namun demikian, jangan takut. Itulah perintah Tuhan Yesus yang saya bagikan melalui status saya ini sejak awal. "TENANGLAH, AKU INI, JANGAN TAKUT", demikian Sabda Yesus.

2. Pada ibadah KBD hari Minggu 1 Maret 2020 lalu, saya dengan sangat serius mengingatkan agar hati2, nampaknya si jahat, setan, telah memakai virus Covid19 untuk melemahkan umat Tuhan serta pekerjaanNya.

3. Alasan saya ketika itu adalah bahwa setiap kekuatan, dari manapun asalnya, jika itu melemahkan umat Tuhan & pekerjaanNya, pasti bukan berasal dari Roh Allah.

4. Setelah sebulan berlalu, saya makin yakin pernyataan saya itu. Terutama ketika dua hari ini diviralkan puluhan nama2 pendeta yang meninggal dunia karena Covid19. Mereka berasal dari berbagai denominasi Gereja: GPIB, GBI, GRII, HKBP, GKKK. Lalu ada yang bertanya, "Mengapa banyak Pdt yang meninggal?" Jawabannya, bisa macem2. Bisa dari segi medis, aspek sosial... juga dari segi iman, kerohanian. Saya mau menyorot dari segi kerohanian.

5. Mari kita perhatikan peringatan rasul Petrus:
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya" (1Petrus 5:8-9 (TB)

6. Kapankah kita melihat begitu banyak nyawa melayang pada peristiwa yang sama? Kapankah kita lihat begitu banyak Pdt & pelayan yang meninggal oleh penyakit yang sama? Kapankah kita melihat Gereja dikosongkan oleh hal yang sama? Seumur hidup, saya, kita semua baru mengalami hal ini.

7. Dalam sebuah diskusi di group, seorang jenderal berespons tegas kepada saya:
Copy paste:
"Mana ada urusan iblis dan syetan di musibah ini ? Virus ya virus ! Sebelum virus Corona, khan ada virus2 : Sars, Mers, H5N1 ( flue burung ) ? Mgpa koq virus Corona koq urusannya ke iblis dan syetan ?! Hanya karena Pdt banyak jadi korban kah ?".

- Lalu jenderal lain juga berespons:
Menurutku terlalu berlebihan kalau si covit 19 ini adalh suruhan Iblis apalagi suruhan Tuhan ( si UAS bilang si covid adl bala tentara Allah )...
Saya (Vicke) menjawab:
[3/31, 10:22 PM] Vicke: Rasul Petrus dipakai setan, juga berlebihan?
[3/31, 10:24 PM] ....: Terus terang aku baru dengar rasul Petrus dipake setan...gimana ceritanya ya...🙏🙏
[3/31, 10:30 PM] Vicke: Matius 16:23 (TB) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku,..."
========
8. Sebagaimana saya jawab di atas, rasul Petrus pun bisa dipakai setan (Iblis), ingin menghambat rencana Tuhan mengenai kematianNya. Namun syukur, Allah dengan keras mengusir! "Enyahlah engkau iblis". Kok iblis?, bukankah Petrus yang bicara? Di sinilah pentingnya pengalaman rohani. Jika masih Kristen KTP/daging/duniawi atau bayi terlalu jauh pemahaman itu (maaf harus mengeluarkan istilah tsb, yang juga dari Alkitab)
...dstnya