MENGENALI GEMBALA, PENDETA PALSU

Oleh: Pdt. Dr. Ir. Mangapul Sagala, M.Th
#JadilahKritis
#GembalaPalsu

1. Sejujurnya, sangat tidak enak menulis tema di atas. Itu seperti menelanjangi diri sendiri. Tapi nampaknya, virus Corona sudah banyak membuka kepalsuan para pendeta, penginjil hebat. Ya, tidak ada lagi yang perlu disembunyikan.

2. Sebenarnya ada & hadirnya gembala palsu di sekitar kita, tidak perlu heran. Di zaman Yesuspun ada Gembala palsu. Mari kita simak Sabda Yesus berikut:

Matius 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
===
Melihat Sabda Tuhan Yesus di atas, maka benar kata seorang rekan. "Melihat video para pdt-pdt yang saling menyerang, saya bingung. Sungguh tidak mudah membedakannya. Siapa gembala sesungguhnya?", demikian tanyanya.
Ya, diperlukan mata rohani yang tajam serta kedewasaan rohani untuk dapat membedakan siapa sesungguhnya hamba Tuhan sejati, siapa yang bukan. Namun, sekalipun sulit, karena dia "menyamar seperti domba", hal itu harus dan penting dilakukan. Mengapa? Karena membiarkannya meraja-lela akan mengakibatkan kerugian sangat besar. Mari kita bayangkan lukisan di atas sejenak. Apa yang terjadi dengan kita, jika kita bermain-main & akrab dengan serigala yang buas, karena menganggapnya adalah domba?
Apakah itu suatu tindakan kasih, bijak & cerdas?

3. Agar kita lebih yakin dan tidak heran serta makin waspada, kritis terhadap para Gembala di sekitar kita, mari kita mundur jauh ke masa Perjanjian Lama, masa hadirnya nabi-nabi Allah yang besar & sejati. Ternyata, di masa itupun ditemukan gembala-gembala palsu. Kok bisa? Kok berani? Bukankah mereka tahu benar bahwa Allah mengutus nabi2Nya yg sejati? Benar. Tapi itulah kenyataannya. Nampaknya, gembala palsu itu TIDAK perlu takut adanya nabi2. Bahkan kepada Allahpun mereka tidak takut. Itulah sebabnya nabi Yeremia, Yehezkiel dan Zakharia dengan tegas menuliskannya. Yeremia & Yehezkiel sendiri bahkan berlelah-lelah difitnah, dilawan oleh Gembala palsu tsb.

4. Mari kita simak fakta & kenyataan berikut:

Yeremia 23:1
"Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" — demikianlah firman TUHAN.

Yehezkiel 34:2
"Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?

Zakharia 11:17
Celakalah gembala-Ku yang pandir, yang meninggalkan domba-domba! Biarlah pedang menimpa lengannya dan menimpa mata kanannya! Biarlah lengannya kering sekering-keringnya, dan mata kanannya menjadi pudar sepudar-pudarnya!"

5. Kini, perkenankan saya mengajukan serangkaian pertanyaan.
- Jika di masa PL muncul gembala-gembala palsu, apakah berlebihan jika masa kini juga kita temukan gembala, pendeta, penginjil palsu?
- Jika di masa PB, muncul gembala, pengajar2 palsu, apakah masa ini lebih suci, tidak ada lagi setan dan kedagingan, sehingga tidak ada lagi pemalsuan?
- Jika di masa PL para nabi sejati bahkan Allah sendiri melawan & menghukum nabi2 palsu, apakah Gereja di masa kini harus dikecualikan?
- Jika Yesus dan rasul2, seperti rasul Petrus, Yohanes, Paulus, berjuang melawan pengajar2 sesat, apa yang terjadi kini, sehingga para penyesat itu dapat berkeliaran dengan bebas?

6. COVID 19 MENELANJANGI GEMBALA PALSU.
Sebenarnya dan sesungguhnya, masa kinipun ada gembala palsu. Jika kita sungkan atau tidak berani menyatakan siapa saja Gembala palsu itu, syukur, virus Corona tidak demikian! Itu sebabnya, ketika gembala2 itu dulu sering mengadakan ibadah besar2an dengan iklan, menjual mujizat penyembuhan, maka kini dia membuktikan bahwa mereka semua palsu.
Demikian juga, ketika dulu gembala2 hebat itu bebas bernubuat di depan TV dan ribuan jemaatnya, serta menjadikan mereka bagaikan manusia setengah dewa, maka virus Corona membuktikan bahwa mereka adalah penubuat2 PALSU.

7. Dalam pergumulan sangat serius, mencoba objektif terhadap terhadap semua penubuat,
saya berpikir demikian. Apakah Allah tidak sanggup menolong para penubuat tsb sehingga nubuatnya terlaksana? Apakah Allah tidak sanggup memberkati para pengkhotbah penyembuhan tsb, sehingga mujizat terjadi seperti mereka iklankan pada ibadah2 KKR sebelum masa Corona? Jawaban terhadap pertanyaan itu, tentu Allah sanggup. Mengapa tidak melakukannya? Ini membuat saya mengatakan bahwa sepertinya bukan hanya virus Corona tidak pandang bulu tanpa kompromi, Allah yang sejati itupun diam, tidak mengintervensi. Atau bahkan mungkin, Allah telah memakai virus Corona membuktikan kepalsuan mereka. Hal ini sangat diperlukan ketika selama ini mereka meraja lela MENIPU JEMAAT SERTA MERAMPOK UANG ALLAH (Saya meminjam kalimat hambaNya yang setia, Pdt. Dr. Stephen Tong dalam video viral).

8. SIKAP YANG BENAR.
Bagaimana mengenali gembala palsu serta bagaimana sikap yang benar?
Sebenarnya, tidak terlalu sulit, terlebih jika kita sudah mencapai kedewasaan untuk menilai. Bukankah Tuhan Yesus pernah mengatakan bahwa "pohon dikenal dari buahnya?" (Mat. 12:33).

Matius 12:33
Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
====

Beberapa Ciri NABI PALSU:
1. Apa yang dikatakan terbukti salah (lihat Firman dan contoh di atas).
2. Orientasi kepada duit, materi, bukan jiwa2 (1Pet.5:2; band.1Tes.2:19-20). Karena itu,
3. Mematok standard honor berkhotbah
4. Lebih memilih pelayanan di tempat2 yang menjadikan uang atau kenikmatan lain.
5. Cenderung menolak pelayanan tanpa honor atau honor kecil. Menyerahkan kepada asisten
6. Tidak jujur dalam berkata-kata, pandai bersilat kata ( 1Tim.6:4; 2Tim.2:14).
7. Terlibat kasus, tuduhan dosa moral, sex (Ibr.13:4). Misal dengan adik ipar, punya anak selingkuh, homosex.
8. Tidak jelas buah dalam keluarga: Istri glamour dengan barang2 mewah, mahal, kasar, memfitnah, anak narkoba, atau pengkhotbah munafik (1Pet.3:3-4).
9. Berteman baik dengan orang-orang fasik (Maz.1:1)
10. Memusuhi hamba2 sejati (beda Roh yang memimpin; 1Yoh.1:7).
11...

Terhadap orang-orang demikian:
a. Jauhkan diri, jangan biarkan diri ditipu & dibius.
b. Lawan & hentikan ajarannya. Lihat Kitab Zacharia di atas. Juga banyak seruan dalam PB, khususnya satu Kitab khusus: Yudas.
c. Jangan pernah ragu bertindak, ingat tugas Suci melawan segala ajaran tidak sesuai (1Tim.4:16; 2Tim.2:14)
d. Jangan halangi hambaNya melawan & berjuang untuk ajaran yang benar.
e. Jangan katakan "menghakimi". Bukan tugas anda juga menghakimi hambaNya.
f. Diam & doakan, itu lebih baik dari nasehat yang salah.

Akhir kata, kiranya apa yang telah dimulai Allah dalam masa virus Corona pencabut nyawa ini, kita lanjutkan bersama-sama. Nabi2 sesat memang layak dirajam batu sampai mati (Ulangan 18:20).-