6.PERAYAAN KEMENANGAN (10-12)

a. Kita telah melihat wahyu Yohanes tentang si Iblis yang jahat dan kuasanya yang sedemikian besar, hebat, dahsyat.Gambaran Yohanes tentang 7 kepala dan 10 tanduk, angka 7 selama ini menunjukkan kesempurnaan. Kita perhatikan bagaimana ahli kitab Wahyu memahaminya sebagai "EXCEEDINGLY STRONG". Rasul Yohanes juga menunjukkan daya menghancurkan yang dimiliknya, bukan lokal, nasiional tapi global. Karena itu, kita tidak boleh menganggap remeh. Nampaknya, kekacauan dunia saat ini akibat Covid 19 sedikit menggambarkan kebenaran wahyu Yohanes tsb. Namun demikian, sekalipun banyak manusia ketakutan, bahkan sangat ketakutan, KITA UMAT YANG BENAR-BENAR PERCAYA & BERSERAH KEPADANYA TIDAK PERLU TAKUT. DIA MENJAGA KITA. Sebelum kematianNya di kayu salib & kenaikanNYa, Tuhan Yesus telah menegaskan satu hal ini: "Aku telah MENGALAHKAN DUNIA" (Yoh.16:33c). Itulah yang kita baca dalam ayat berikut.

b. Ayat 10 dimulai dengan “Aku mendengar suara yang nyaring (phonen megalen). Bandingkan dengan Luk.2:11 Kharan megalen.Kemenangan yang sempurna dari Allah yang menghancurkan si Iblis dirayakan dengan gegap gempita di sorga (10).

c. Mari kita perhatikan isi nyanyian mereka:
Hal yang pertama dinyanyikan adalah hal keselamatan (soteria), hidup kekal yang dikaruniakan Allah kepada semua orang percaya.
Hal yang kedua adalah kuasa dan pemerintahan Allah serta Dia yang diurapi (10b). Kekuasaan itulah yang menghancurkan kekuasaan pendakwa yang hebat tsb (10c)
Selanjutnya, isi nyanyian tersebut menunjuk kepada darah Anak Domba. Ini menjadi inti sari PB, khususnya kitab Wahyu yang terus menerus dinubuatkan dalam PL (Why.5:9).
Pengorbanan Anak Domba yang tidak ternilai itulah yang harus disaksikan, sebagaimana dinyatakan eksplisit di dalam nyanyian tsb (11b).

d. Nyanyian itu juga mengajarkan kualitas kesaksian umat: “Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut” (11c). Kembali kesetiaan menjadi ciri orang percaya. Karena itu, tetaplah setia mulai dari perkara2 kecil, agar dapat setia dalam perkara besar (Luk.16:10). Mereka yang melayani hanya untuk cari untung, teologia sukses dan ber-nubuat2 palsu, kelak akan menyembah binatang itu (Why.13:8).

7. SERANGAN BALIK SI IBLIS (13-18)

a.Nyanyian itu ditutup dengan seruan “bersukacitalah hai sorga dan semua yang diam di dalamnya”, sebaliknya, “Celaka hai bumi dan laut...”

b.Kekalahan si Iblis di surga tidak membuatnya diam (13). Iblis berusaha “memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu” (13b). Ini berarti, bagaimana Gereja akan terus mengalami serangan dari si Iblis. Karena itu, Gereja yang selalu siap akan dapat bertahan. Sebaliknya, yang semakin serupa dengan dunia ini akan menjadi mangsa "Singa yang mengaum-aum itu" (1Pet.5:8).

c.Namun Allah mengaruniakan kepada perempuan “kedua sayap dari burung nasar yang besar lari ke padang gurun (14). Di sana dia dipelihara, “jauh dari tempat ular selama 3,5 masa”. Masa ini = 42 bulan, 1260 hari”.

d. Ayat 15 kembali menjelaskan usaha ular untuk menghancurkan perempuan dengan menyemburkan air dari mulutnya, sebesar sungai. Namun bumi menolong perempuan itu dengan membuka mulut bumi menelan air sungai itu (16).
Reaksi Iblis yang marah karena tidak mampu menghancurkan perempuan, lalu beralih menyerang keturunannya yang lain.

e. Mari kita perhatikan, yang diserang adalah “yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (17).
Selanjutnya, apa yang terjadi dalam Wahyu 13? Bersambung.