KEMATIAN KRISTUS, DEMI KENIKMATAN DUNIAWI? TERIMAKASIH PAK TONG. PENTINGKAH AJARAN BENAR? (1)

Oleh: Pdt. Dr.Ir. Mangapul Sagala, M.Th
#AwasAjaranSesat
#PerdukunanBerjubahKristen

1. Sekitar 10 tahun lalu, adik rohani saya Querido Pattinasarane, menyatakan kekecewaannya kepada saya. Alasannya, karena dia tahu bahwa saya akan meninggalkan Jakarta, lebih sering di kota kecil, di tepi danau Toba Parapat.
Untuk apa? Untuk memulai STT TRINITY PARAPAT. "Jakarta, alumni dan mahasiswa sangat memerlukan abang...", demikian pak Querido, mantan Ketua Majelis itu.

2. Memang, itu merupakan pergumulan yang sangat besar. Tantangan sungguh berat. Syukur, anugerahNya menopang, rekan2 Perkantas Jakarta: Daniel Ginting, Niko Dachi, Peter Jacobs. ..terutama istriku terkasih, yang sangat kukagumi mendukung saya.

3. Mengapa harus meninggalkan kota megapolitan, Jakarta dengan segala keistimewaannya dan masuk ke kota kecil, sepi (10 tahun lalu jauh lebih sepi) serta mulai merintis sebuah STT? "Mengapa tidak di Medan saja? Jauh sekali di Parapat. Udah gila kau", kira2 begitulah respons teman saya, Dr. Armand Barus. Untung Dr. Agus Santoso dan beberapa staf Perkantas siap mendukung, khususnya Perkantas Jakarta dan Jatim mendukung dalam doa, diri dan dana (3D). Demikian juga, syukur atas dukungan Depag Bimas Protestan. Ketika itu, seorang rekan berkata: "Jika ada izin dari Bimas Protestan, itu salah satu tanda. Sangat sulit mendirikan STT saat ini.

4. Sulit menjelaskan dengan kata-kata apa yang ada di dalam hati dan pikiran sehingga merintis STT tsb.

5. Tapi yang jelas, alasan utamanya adalah DEMI AJARAN YANG BENAR. SAYA meninggalkan pelayanan KKR besar2-an di Istora Jakarta, bertekad mempersembahkan calon hamba2Nya dengan ajaran, iman, moral yang BENAR.
Itulah masalah utama yang kita diskusikan selama ini. Sudah lama saya melihat masalah ini. Di satu pihak, ada masalah dari kelompok 'ahli' teologia yang menolak ajaran2 penting Alkitab. Sebagai contoh, IR, yang tidak percaya Yesus adalah Allah dan menolak kebangkitan Yesus!

6. Di sisi, lihatlah betapa besar & hebatnya nama2 yang saya sebut dalam beberapa posting yang lalu, seperti pak Jacob N, pak Niko... dengan pengikut yang begitu banyak, bukan ribuan, puluhan ribuan. Belum lagi pengkhotbah lain seperti pak Jesaya Pariaji...

7. Apa kelebihan mereka itu? Banyak, sangat banyak: mereka kaya raya, memiliki gedung2 megah, supermegah, memiliki rumah & mobil yang sangat mahal & mewah, istri mereka memakai berbagai assessoris yang sangat wah dan mahal...

8. Jika saya menyebut semua itu, sejujurnya, saya tidak iri hati, seperti dituduhkan beberapa orang. Juga TIDAK mengatakan bahwa menjadi kaya itu, salah. Sejak puluhan tahun lalu, ketika saya meninggalkan niat untuk bekerja sebagai Ir, juga direktur sebuah PT/kontraktor, saya sudah belajar mengatakan seperti rasul Paulus bahwa segala kemegahan dunia adalah SAMPAH (Yunani, skubala, Korean!, Fil.3: 8). Sayapun telah menciptakan beberapa lagu sebagai monument mengingatkan saya terus menerus untuk setia kepada panggilan. Salah satunya adalah AKU IKUT YESUS...di sana ada syair untuk melakukan pelayanan "yang kekal tak akan binasa". Ada juga lagu lain dengan syair agar perduli kepada jiwa-jiwa yang menikmati hidup namun sedang menuju NERAKA!
Saya kutip sebagian syairnya:

"Banyak manusia hidup percuma
Tak tahu ke mana arah hidupnya
Berjuang dalam dunia cari kesenangannya.
Tapi akhirnya mereka 'kan binasa.

- Siapa yang mau perdulikan mreka?
Yang TAK HIDUP KEJAR HARTA FANA
Rela membayar harga demi hidup sesama?
Serahkan diri beritakan InjilNya...
Ref:...

9. Jadi mohon jangan ada yang menuduh hambanya yang hina ini dengan berbagai tuduhan palsu!
Jika sampai saat ini hambaNya ini memilih gaya hidup sederhana seperti ini, adalah demi Kerajaan Allah. Benarlah kata adikku Erichson Romanisti Matondang, dari HKBP Tebet, bahwa semua relasi saya, bukan saya manfaatkan untuk kenikmatan diri. Tapi, untuk membangun pelayanan, baik melalui KKR2, maupun untuk STT Trinity. Itu akan tetap & semakian giat melakukannya sampai ajal tiba.

10. Jadi, yang memenuhi hati dan pikiran saya adalah VISI MISI KEKEKALAN, memberitakan Injil seluas-luasnya, agar mereka diselamatkan. Sesungguhnya untuk itulah Yesus mati hingga menyerukan "SUDAH SELESAI" (Yoh.19:30).

11. Tapi bukan hanya memberitakan Injil, tapi Injil yang MURNI dan BENAR, agar umat bertumbuh dan dewasa dalam ajaran Tuhan, tidak diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran (Efesus 4:13-15; 2Pet.3:17-18).
Mari kita camkan Firman berikut:
1 Timotius 2:4 (TB) yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

12. Jadi jika jemaat dikumpulkan rame2 tanpa diajar dengan baik dan benar dengan INJIL YANG MURNI, itu pasti Gembala upahan, sebagaimana ditegaskan Tuhan Yesus. Itu gembala palsu! Kristus tidak menghendaki itu.

13. Jika pendeta, gembala2 makin kaya raya, yang diperoleh dari KOLEKTE jemaat, padahal tadinya miskin, dan tetap membiarkan jemaat dalam kebodohan, itu bukan Gembala sejati. Itu adalah PERAMPOK (Yoh.10:1), sebagaimana ditegaskan Yesus. Itu juga yang diulang oleh kakek tua, Pdt. Stepen Tong, yang membuat banyak orang emosi, bagai seorang kebakaran jenggot!

14. Mari kita camkan penyataan Tuhan tentang adanya gembala palsu:
Yohanes 10:12-13 (TB)
... sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

15. Mohon jemaat, jangan terus mau ditipu, dihipnotis dan dibodohi! Perhatikan kehidupan gembala & Pdt anda semua. Gembala yang benar, sejati, dicirikan Tuhan sbb: HARUS RELA MEMBAYAR HARGA, sebagaimana syair lagu tsb di atas.

Yohanes 10:11 (TB)
"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombaNya".

16. Mohon pelototi, baca ulang & camkan Firman Tuhan tsb. Tuhan Yesus memberikan ajaran yg JELAS, TEGAS. BUKANKAH ITU YANG KITA RENUNGKAN DI SABTU SUNYI INI?
UNTUK HAL-HAL SEPELE & AKAN BINASA ITUKAH TUHAN YESUS MENDERITA, JATUH BANGUN, BERDARAH DARAH & MATI DI KAYU SALIB?

17. SAYA HARUS BERDIRI & BERTERIAK MENJAWAB: TIDAK!!!!!!!!!
Tuhan kita telah memberi TELADAN untuk kita ikuti. Mari kita doakan agar semua Pdt yg telah kita sebut namanya di atas hidup mengikuti TELADAN TUHAN YESUS.
Jika TIDAK, BERSAMA YESUS HARUS KITA LAWAN! BUKAN DEMI EGO KITA, TAPI MENCEGAH GEREJA MEMBUSUK DARI DALAM. MAUKAH ANDA? KITA RAPATKAN BARISAN, BERTEKUN DALAM PERJUANGAN, SELAMA KITA DIKARUNIAI HIDUP.

18. PAK STEPHEN TONG YTK,
Bapak beda sekali dari Pdt sangat terkenal Billy Graham.
Di akhir hidupnya, beberapa pernyataannya yang tegas, yang dikhotbahkan di masa muda, dilembutkannya. Menjadi tidak jelas. Itu menjadi hal baik & menyenangkan bagi sebagian orang.

Sedangkan bapak, di usia yang selayaknya istirahat, menikmati usia senja, 80 tahun lebih, Bapak khotbah makin tegas & keras! Walau kekuatan tidak seperti puluhan tahun lalu...
Akibatnya, makin banyak yang memusuhi.

Kita orang2 dekatmu, anak2 didikmu -formal atau tidak formal- mengetahui sangat jelas, bahwa sebenarnya kekuatanmu tidak begitu PRIMA lagi,
beberapa alat ring, logam ditanam di
tubuh Bapak melebihi pengkhotbah manapun,
sudah berkali-kali hampir mati...
meski, walau harus meninggalkan meja operasi,
bapak tetap terbang untuk sebuah seminar...

Kakek tua ytk,
Sebagian orang bertanya, mengapa bapak harus melakukan semua itu
Namun, sejujurnya, bagi saya dkk,
berterimakasih bapak telah menunjukkan TELADAN MENJADI GEMBALA YANG BAIK,

bapak tetap berjuang untuk Injil yang MURNI, MULIA & KEKAL...
bapak serta tim berkali-kali berkeliling, keluar masuk desa-desa, khotbah di alam terbuka, dihantam angin keras, diguyur hujan deras dan badai...
namun bapak tetap bertahan, berdiri di sisa2 kekuatan bapak...
tapi bukan hanya bapak, juga kagum dengan jemaat yang rela basah kuyup mendengar khotbah bapak.

Dua hari yang lalu, seorang rekan mengirim foto2 bapak yang menggambarkan perjuangan dan jerih lelah bapak dalam memberitakan Injil,
salah satunya, ketika bapak tertidur di bandara dengan memeluk sebuah troli...
Saya memandang foto2 itu sangat terharu...
Sejujurnya, menulis bagian kisah bapak di atas pun saya berkali-kali berhenti sambil membersihkan air mata yang terus bercucuran...

Dari lubuk hati yang terdalam,
Saya, kami semua anak2 didikmu,
Umat gembalaanmu,
dari lubuk hati yang terdalam menyampaikan terimakasih banyak.
Kiranya Bapa surgawi terus mengaruniakan suka cita, penghiburan, kekuatan, setia sampai akhir (Why.2:10b)...juga
tidak sedih, walau ada yang mengaku Pdt memfitnahmu begitu sadis, kasar... seolah-olah bapak berhati busuk, penuh kedengkian, sombong, bermulut kotor... dan berbagai sumpah serapah lainnya.
Dalam masa passion, Sabtu sunyi ini, maafkanlah mereka, seperti Tuhan kita mengampuni orang-orang yang menghina,mengumpat, meludahi... mencambuk, & menyalibkanNya.-
(bersambung)