KEDUA, SERUAN KESELAMATAN BAGI PENJAHAT BESAR. COVID & KEPASTIAN KESELAMATAN

Seri Tujuh Ucapan Yesus di Salib (2):

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Luk. 23:43)

1. Pada ucapan pertama, kita telah melihat doa syafaat Tuhan Yesus bagi semua orang. “Ya Bapa, ampunilah mereka...”.

2. Barangkali, ada yang masih bergumul dan bertanya, “Siapa sajakah yang termasuk dalam doa pengampunan tsb? Apakah termasuk orang-orang tertentu yang sedemikian jahat dan memberontak?
Jikalau ada yang masih bergumul apakah Tuhan Yesus sungguh-sungguh mau mengampuni dirinya, maka seruan kedua tsb di atas sangat baik untuk direnungkan dan dicamkan.

3. Kalimat tsb di atas, merupakan jawaban Tuhan Yesus kepada penjahat yang disalibkan, yang berada di sebelah kanan Tuhan Yesus.

"Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (Luk. 23:42).

4. Mengapa penjahat itu tergerak berdoa demikian?
Ada kemungkinan, doa itu muncul setelah mendengar doa syafaat Tuhan Yesus tsb di atas. Barangkali, di kayu Salib itu hatinya terbuka oleh pekerjaan Roh Kudus. Karena itu, dia menyadari segala dosa-dosanya selama ini. Di pihak lain, dia menyadari bahwa baginya tidak ada lagi harapan untuk melanjutkan hidupnya di dunia ini. Lalu bagaimana dengan kehidupan selanjutnya? Jika sebelumnya, dia masih sehat dapat bermain-main dengan dosanya, maka saat itu, saat dia disalibkan merupakan saat terakhir di mana dia memiliki kesempatan untuk mengubah dirinya. Dan dia menggunakan kesempatan itu., dan berdoa memohon pengampunan: “Yesus, ingatlah akan aku...”.

5. Apakah hasil doa darurat seperti itu?
Doanya terjawab. Saat itu juga Tuhan Yesus menjanjikan Firdaus, keselamatan dan hidup yang pasti. "Hari ini juga engkau bersama Aku di Firdaus".

6. Jadi, apa yang dikatakan Tuhan Yesus, benar adanya. Doa Tuhan Yesus pada ucapan pertama, memang sungguh-sungguh. Dia memang memohon pengampunan bagi semua orang, termasuk penjahat besar yang disalibkan itu. Pada saat itu juga, doa itu terbukti.

7. Kalimat Tuhan Yesus ke-2 di kayu Salib menunjukkan banyak hal penting.
Pertama & terutama, KEPASTIAN KESELAMATAN & HIDUP KEKAL. SORGA YANG MULIA.
Pada umumnya, pergumulan orang berdosa adalah adanya keraguan apakah Allah masih mau mengampuni dan menerima dirinya yang sedemikian najis dan hina. Karena itu, sekalipun ada teman, majelis atau pendeta yang telah memberitakan pengampunan, namun tetap ragu. Tetapi, dengan merenungkan seruan pengampunan Yesus tsb di atas secara sungguh-sungguh, saya yakin keraguan orang tsb akan mampu dihalaukan.

KEDUA, TIDAK ADA DOSA YANG TERLALU BESAR SEHIINGGA TIDAK LAYAK MASUK SORGA.
Siapakah kedua orang yang disalibkan itu? Dalam tradisi ketika itu, hukuman gantung di kayu Salib merupakah hukuman terberat. Itu hanya diberikan kepada penjahat kakap, paling rusak. Misal, pembunuh darah dingin, perampok ulung yang begitu mengacaukan masyarakat. Kedua penjahat itu sengaja dipilih untuk dihukum bersama Yesus. Tujuan gubernur Pilatus, atau tentara Romawi adalah agar semakin jelas bahwa Yesus memang penjahat. Dia berada dalam posisi di tengah, di pusat, menyatakan bahwa Dia penjahat paling besar!

8. Jadi, jikalau kepada orang-orang yang sedemikian jahat dan sadis, Tuhan Yesus masih memberi pengampunan dan berdoa syafaat, terlebih lagi kepada kita. Karena itu, biarlah kita juga seperti penjahat yang turut disalibkan itu, sekalipun kita menyadari akan segala dosa dan pelanggaran kita, kita tidak takut berdoa dan datang kepadaNya. Tidak seperti penjahat satu lagi, yang mengeraskan hatinya sampai mati! Mari kita berani berdoa dan memohon ampun kepadaNya. Setelah itu, marilah kita sungguh-sungguh yakin bahwa Dia sanggup mengampuni dan menyelamatkan kita, memberikan kita hidup yang kekal.

9. Dalam masa hadirnya virus Covid19 ini, berita ini menjadi begitu penting. Begitu dekat kematian itu dengan kita. Kita begitu terkejut mendengar begitu banyak orang tiba-tiba sakit, makin parah... Para dokter & perawat terus berjuang mempertahankan hidup... Namun, akhirnya meninggal. Padahal, sebelumnya orang orang itu masih sehat dan berkarya.

10. Ketika maut sepertinya TIDAK DAPAT ditolak, apakah harapan satu-satunya? Hidup kekal di sorga. Pastikanlah bahwa hidup kekal itu milik Anda, atau keluarga Anda.

11. Sebenarnya, kematian itu pasti terjadi kepada semua orang. Bedanya hanya cara dan waktunya. Karena itu, sebelum kematian yang pasti datang itu tiba, marilah kita menikmati Sabda kedua Tuhan Yesus tsb.

12. Mengapa Tuhan Yesus begitu yakin & pasti menyatakan berita Firdaus itu? Jawabnya, karena Dia adalah Allah sendiri. Ketika dalam hidupNya sebelum naik ke kayu Salib, dia telah bersabda akan kepastian itu. Mari kita simak SabdaNya yang Agung berikut:

- Yohanes 10:28 (TB)
... dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

- Yohanes 14:6 (TB)
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Karena itu, bagaimanapun kehebatan Covid dan si jahat, dia tidak sanggup mengcancel HIDUP KEKAL KITA. Asalkan kita sungguh2 menerima kasih & pengampunanNya.
Dengan sungguh & tulus kita berkata:

"Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku".
(Kisah 7:59).

Amen.