Pak STEPHEN TONG & PAK NIKO N. (2)

Oleh: Pdt. Dr.Ir. Mangapul Sagala, M.Th
#SalingMendoakan
#BerperangBagiKerajaanSurga

3. Bagaimana dengan pak Niko?

Pertama, saya sangat yakin, pak Niko adalah hamba Tuhan yang baik. Jauh dari bicara fasih lidah.
Terus terang, sebagaimana saya tulis dalam posting yang lalu, saya mengenal beliau dari jauh, tidak pernah ketemu pribadi. Sekalipun. Saya mengenalnya sebatas mendengar dari beberapa khotbahnya yang ketepatan dikirim orang dan dari beberapa adik rohani yang melayani di GBI.

Kedua, pak Niko telah tua, sama seperti pak Tong, sudah jadi ompung, opa. Pak Niko 71 tahun (lahir 1949), pak Tong 80 tahun lebih (Lahir tahun 1940). Karena itu, kita patut terus mendoakan pelayanan kedua kakek tsb agar setia sampai akhir. Kiranya mereka menjadi teladan bagi semua umat.

Ketiga, dalam usia lanjut tsb, pak Niko telah melayani ke seluruh dunia, bolak balik ke Amerika. Sesuai usianya, mereka berdua beda frekwensi. Pak Tong juga sering melayani ke Amerika. Bukan saja demikian, mereka berdua telah memiliki jemaat di beberapa states di Amerika. (Jemaat2 mereka tsb pernah juga saya layani). Keduanya juga banyak melayani para konglomerat tingkat atas di republik ini. Jadi tidak heran, keduanya memiliki Gereja supermegah, jauh lebih besar dari Mall tertentu. Pak Tong membangun Gereja sangat megah di pusat KOTA JAKARTA, Pak Niko agak dipinggiran, Sentul.

Keempat, ada perbedaan menyolok dari kedua orang itu. Perkenankan saya menulis apa adanya.
1. Soal ajaran.
Sebagaimana telah saya tulis sebelumnya, pak Niko sangat longgar dengan ajaran. Setahu saya, pak Niko tidak pernah studi formal teologia. Jadi, dalam hal ini dia awam (mohon koreksi jika salah). Kok bisa jadi Pdt? Itulah perbedaan antar Gereja. Di Gereja2 spt GKI, GPIB, HKBP, GKY, tidak mungkin awam ditahbis jadi pendeta. Tidak demikian dengan GBI dan beberapa Gereja Pentakosta, Karismatik. Saya mengenal beberapa rekan Pdt yang pada saat yang sama adalah businessman. Jadi, dengan keawaman tsb, kita maklum, pengajarannya lemah, salah dalam beberapa hal. Bukankah yg telah belajar teologia pun bisa salah? (Bandingkan Surat Edaran Komisi Teologia Synode GBI tentang beberapa ajaran Pak Erastus yang bermasalah itu). Contoh kesalahan pak Niko adalah bahwa dia mengatakan "Allah memerintahkan agar semua berbahasa roh". Tentu, bagi yang belajar teologia dengan baik, pasti tahu TIDAK ADA AJARAN ALKITAB bahwa semua harus berbahasa roh. Sama seperti tidak semua orang memiliki karunia memuji Tuhan, mencipta lagu, khotbah... juga tidak semua berbahasa roh. (Jelasnya, lihat buku saya Roh Kudus & Karunia Roh). Demikian juga soal menghardik Covid19 sebagaimana dikritik keras oleh pak Tong. Barangkali, maksud pak Niko adalah menghardik si jahat yang dapat memakai Covid19, sebagaimana si jahat pernah memakai mulut Petrus mengatakan yang salah (lihat artikel saya Peperangan rohani).
Tapi, sekali lagi, bagi kaum awam, mungkin itu beda tipis, 11/12 kata orang.
Tapi pak Tong yang sangat kuat & ketat dengan ajaran, itu beda besar. Apalagi jika pak Tong melihat itu sebagai pengcopyan kuasa Yesus, Anak Allah yang unik! Di sinilah bedanya kacamata awam melihat sesuatu dari kacamata teolog. Yang satu santai saja mengatakan dan mempraktikkan sesuatu. Itu Alkitabiah, katanya. Tapi bagi teolog, itu masalah besar.
Contoh, praktik ibadah, penyembuhan (?) yang dilakukan seorang anak muda yg mengkritik pak Tong tsb di atas. Bagi sebagian orang itu ok, tidak masalah. Bagi kaca mata teolog, ITU MASALAH SANGAT SERIUS! ITU PRAKTEK PERDUKUNAN BEBAJU KRISTEN. Setan tentu bisa intervensi dan melakukan sesuatu spt mujizat. Tapi bukan dari Tuhan Yesus.
Masih ingat anak kecil menyembuhkan banyak orang hanya dengan batu kecil dan air? Banyak praktik2 perdukunan seperti ini di seluruh dunia.
Salah satunya adalah yang dilakukan Pdt. Benny Hinn yg terkenal itu! Dia telah terbukti palsu! Dia menggelapkan pajak sehingga harus dihukum, juga dituntut cerai oleh istrinya karena berbagai kasus! BH telah bolak balik ke RI. Banyak pengagum Pdt sesat itu di negara ini, khususnya dari aliran spt anak muda di atas! Saya telah mengkritisi cara pelayanan & penyembuhan dia ketika mengadakan KKR di Ancol. Ketika itu saya mengatakan, pelayanan coba-coba. Bolak balik berdoa, nothing happen! Bahkan salah seorang anggota keluarga saya meninggal dunia setelah mengikuti KKRnya 3 malam berturut-turut!

Kedua, SOAL GAYA HIDUP.
Tentu saja, AJARAN YANG DIANUT & DIYAKINI HARUS MEMPENGARUHI GAYA HIDUPNYA. Jika TIDAK, itu Pdt palsu, nabi palsu!
Gaya hidup pak Tong relatif sangat sederhana. Kemana-mana pergi melayani sendiri, nyetir sendiri, TIDAK PAKAI PENGAWAL BAGAIKAN PEJABAT PUBLIK! (Jika belakangan ini ada pendamping, itu karena sudah sangat tua).
Pak Niko tidak demikian! Demikian juga bbrp Pdt pdt lain dari denominasi ini. Mereka semua pakai fore raider. Rumah pak Niko di kompleks Pondok Indah yang megah itu, juga dijaga oleh beberapa polisi/Satpam...
Sebaiknya saya hentikan di sini. Mengapa kedua hamba Tuhan itu begitu berbeda? Sekali lagi, karena ajaran yang dianut & dipraktikkannya. Jangan lupa, sangat banyak Pdt muda dan umat yang ingin bagai pak Niko. Itulah model Pdt yang diberkati Tuhan. Demikian kata seorang pengagumnya.

4. Dengan kondisi di atas, sangat wajar jika pak Niko punya banyak fans, pengikut. Demikian juga pak Tong, masing-masing punya pengikut yang sangat banyak. Juga fanatik. Seharusnya, kita jadi pengikut Kristus yang SETIA. Bukan, beralih fanatik kepada hamba-hambaNya. Karena itu, saya maklum jika pengikut saling membela. Sampai di sana masih baik. Menjadi masalah apabila saling menghujat! Misalnya seperti dilakukan seorang Pdt muda (di Gereja papanya yg juga pdt), juga oleh papanya, seperti saya tulis sebelumnya.

5. Jika itu terjadi, kita sudah berhasil dipengaruhi si jahat.

6. Seharusnya, jika ada kelemahan, mari kita saling menolong (Gal.6:2) bisa lembut seperti gaya pak MYM, juga bisa kerss spt gaya pak Esra Soru. Itulah yang dilakukan oleh hambaNya yang sangat senior, pak Tong, yang mengkritik seluruh Pdt muda, siapa saja yang salah, termasuk pak Niko yg 10 tahun lebih muda darinya.

7. Saya telah menyebutkan hal-hal penting didoakan dari kedua Pdt tsb. Jika pengamatan saya tsb benar (maaf, pakai gaya bahasa ilmiah, utk tidak memutlakkan pendapat, bukan karena ragu), keduanya sangat penting didoakan. Kiranya Allah terus memakai keduanya, bekerja-sama, membagun Kerajaan Allah di dunia ini.

8. Jika TDK bisa bekerja-sama, setidaknya TETAP SAMA-SAMA KERJA, SETIA SAMPAI AKHIR. Dengan demikian, kita pasti kuat dalam PEPERANGAN ROHANI KITA. Di dalam kuasaNya, si jahat pasti kita dikalahkan, Covid19 segera berakhir, ekonomi RI segera dipulihkan. Itulah esensi khotbah dan doa pak Niko, yang dinyatakannya dalam video tsb. Sesungguhnya, itu juga doa hambaNya yang setia, pak Tong. Itu juga doa2 kita semua.
Salam peperangan rohani.

Dalam nama Yesus, ada KEMENANGAN.
SOLI DEO GLORIA. (Selesai).