PAK STEPHEN TONG & PAK NIKO N.

#SalingMendoakan
#BerperangBagiKerajaanSurga

1. Kelihatannya, video kedua pengkhotbah terkenal, yaitu Pdt Stephen Tong & Pdt. Niko N telah disalahmengerti banyak umat. Hal ini kembali dapat dipakai si jahat. Ingat, salah satu strategi si setan sejak dulu adalah MEMECAH. Dengan terpecah, peperangan rohani kita akan dilemahkan. Seperti politik pecah belah Belanda: "Pecah belah dahulu, baru kuasai". RI dikacaukan Belanda 350 tahun dengan strategi itu. Jangan mau terulang. Terlebih lagi, jangan mau jatuh dalam dosa. Akibatnya, anda sendiri menanggung, bukan orang lain.

2. Siapakah Pak Tong & Pak Niko?
Pertama, saya mulai dengan pak Tong yang mengkritisi video pak Niko, walau tidak menyebut nama. Hamba Tuhan ini sangat senior, usia 81 tahun (Lahir tahun 1940).
Sebagai orang tua, kita tahu cenderung malas bicara. Jika bicara, maka biasanya terpaksa, ada sesuatu yg mendesak untuk didengar. Karena itu, bagi orang muda (Pdt lebih muda yg bijak) jika orang tua ini bicara, perlu sangat serius didengar. Hal itu saya lakukan. Saya selalu penuh konsenterasi jika mendengar khotbah2 beliau. Jadi termasuk pak Niko N, doa dan harapan saya, kiranya bapak mau mendengar tegurannya. Walau sangat keras, sesuai karakternya yang sejak muda kita saksikan.

Kedua, saya sangat yakin, khotbah di video itu dikatakannya dari kesungguhan hatinya. Tidak ada yg menyetir dia. Dia bagaikan baja yang sulit dibengkokkan. Apakah dia berlebihan mengungkapkan kritiknya? Bisa jadi. Tergantung cara kita menilai. Tapi satu yang jelas, beliau sangat ketat dalam AJARAN. Bukan hanya teori, tapi praktik hidup. Beliau sangat berjuang melakukan 1Tim.4:16, mengawasi diri & ajaran. Itu sebabnya, dalam video lain, kakek tua itu menegur KERAS pdt-pdt sebagai PERAMPOK, karena menjadikan persembahan, KOLEKTE umat jadi miliknya pribadi.

Ketiga, namun di tengah khotbah yg sedemikian keras, banyak umat, hamba Tuhan di seluruh dunia beroleh berkat dari khotbah pak Tong. Saya termasuk orang yang berguru dari padanya.

Keempat, jika ada anak muda berani mengkritik pak Tong di instagrammya, itu bukan menunjukkan kehebatannya. Sebaliknya, kebodohannya. Kasihan. Dia rugi tidak belajar dari hambaNya yang sejati, yang pernah diutusNya ke dalam dunia, ke Indonesia. Seperti tulisan pak Ahok, kita seharusnya bersyukur hidup sezaman dengan pak Tong.
Tapi saya tidak heran melihat anak muda itu. Maklum, papanya pun berbuat demikian. Anda telah mendengar video papanya yang sangat KASAR itu? Seorang mengirim video tsb kepada saya. Nampak sekali dia kebakaran jenggot. Ada apa? Padahal, pak Tong bukan mengkritik dia. Nampaknya dia mau melakukan pembelaan kepada pak Niko, sebagaimana dia juga pernah melakukan pembelaan kepada pak Erastus. Terus terang, saya sangat kecewa dan marah mendengar video ini. Lebih kecewa lagi, karena dalam video itu, dia bicara kasih, bolak balik ngomong kasih, saling mendoakan, jangan saling menyerang. Namun kalimat itu, jauh dari fakta! Bagi yang punya video itu, dengarkan baik2 kalimatnya. Masa dari orang seperti itu keluar sumpah serapah? Pengkhotbah yg pakai TShirt Kuning bertuliskan "Sweden" itu sambil menunjuk jari berkata: "Mulutmu kotor, hatimu busuk..." Kepada siapa kalimat itu ditujukan? Kepada kakek tua itu? Aduh! Celaka! Sikap itu sangat jauh dari ajaran Alkitab, yang mengajarkan agar hormat kepada orang tua dan lebih tua (1Pet.5:5). Banyak kata2 umpatan lainnya muncul di video itu. Dalam masa passion ini, tidak usah saya kutip.
Namun, bagi pendengar video itu, lupakan kata2 umpatan itu! Kita maafkan dia. Saya sangat yakin, dia salah! Dengan gaya fasih lidahnya, dia mau menghabisi pak Tong, seolah-olah pak Tong hamba Tuhan palsu, "sedang dikuasai roh kegelapan", seperti dikatakannya dalam video itu.
Bagi pendengar & pengagum orang ini, doakanlah pdtmu tsb. Dia memang fasih lidah. Dengan fasih lidah tsb, dia bisa bagaikan daun yang bergoyang ke Kiri dan Kanan. Beda jauh dari pak Tong, lurus, tidak dapat dibengkokkan bagai baja. Salah satu isi khotbahnya berkata: "Tuhan kasih kita dua telinga dan satu mulut. Mengapa? Agar telinga kita dapat menyaring kalimat yg benar dan salah. Namun mulut kita hanya mengatakan apa yang benar". Jadi, bagi pak Tong, salah ya salah. Tidak akan pernah mengatakan yg salah itu benar. Beda dengan orang tsb, dia bisa menjunjung tinggi seseorang di tempat umum. Tapi mengkritisinya secara tajam di tempat lain.

Satu contoh, ketika dia mempublish YouTube membela ajaran pak Erastus, saya mempertanyakan itu dalam komunikasi pribadi. Di video itu, jelas dia memuji pak Erastus sebagai teolog hebat. Dia berkata, "Jika ada perbedaan, itu hanya beda penekanan". Itulah yang saya pertanyakan kpdnya. Saya mempertanyakan ajarannya ttg Yesus bukan Allah, mati dua kali, Dwitunggal, bukan Tritunggal... Jawabnya mengagetkan... heran, ternyata dia menjawab bahwa Erastus melakukan kesalahan fatal, tidak dapat ditoleransi. Karena itu, saya menasehati dia agar jujur bersikap: INTEGRITAS HARUS MENJADI TUNTUTAN UTAMA BAGI ANAK2 TUHAN, TERUTAMA HAMBANYA". Strategi apapun yang mau diterapkan, itu harus didasari KEJUJURAN, INTEGRITAS. Dijawab olehnya: "Siap belajar dari senior".
Kiranya, seperti jawabannya itu, berkat doa dari semua anggota jemaat dan fans beratnya, dia menjadi hamba Tuhan yg HIGH INTEGRITY. Dengan demikian, anda, jemaatnya juga dibawa ke sana. Tidak mungkin Pdt membawa jemaat ke tempat YANG DIA TIDAK MILIKI.

3. Bagaimana dengan pak Niko N? (bersambung).