PERTAMA, SERUAN PENGAMPUNAN KEPADA SEMUA ORANG

SERI TUJUH UCAPAN YESUS DI KAYU SALIB (2)
Oleh. Pdt. Mangapul Sagala

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. (Luk. 23:34)

1. Jika kita telah menonton film tentang penyaliban, misalnya, film The Passion of The Christ, karya Mel Gibson, di sana dapat terlihat dengan sangat jelas bagaimana penderitaan Yesus yang sesungguhnya. Sejak Yesus ditangkap di taman Getsemane, lalu di ‘pimpong’ dibawa untuk ditidakadili kepada Imam Hanas, Kayafas, Pilatus, Herodes, Pilatus, Yesus terus mengalami fitnahan, perlakuan kasar, penyiksaan.
2. Melalui film film The Passion of The Christ tsb, kita menyaksikan bagaimana kejam dan sadisnya serdadu-serdadu Romawi menyiksa Tuhan Yesus.
3. Itulah sebabnya, seluruh tubuhNya penuh dengan luka dan lumuran darah, kedua kelopak mataNya hampir tertutup karena luka-luka. Menyaksikan film itu, bahkan seorang Muslim, penulis terkenal, Gunawan Muhammad sangat terkesan dan tidak menduga bahwa Yesus menderita seberat itu

4. Bagaimanakah respons Tuhan Yesus?
Yesus berdoa.Itulah doa yang diucapkan di atas.
Apa maknanya bagi kita?
Pertama, Sebuah doa pengampunan.
Saya sangat yakin, dunia di mana kita hidup semakin berdosa, memberontak & menyakiti hati Tuhan. Mungkin ada yang menonton video pesta homosex di Italia! Ribuan orang berdansa bersesak-sesakan, sambil berpelukan dan berciuman. Menyaksikan itu, seorang teman berespons: JIJIK! Nggak suka melihatnya. Tapi itulah realita di seluruh dunia. Manusia yg dicipta menurut peta Allah, banyak yg lebih mirip dari si jahat daripada menggambarkan Kemuliaan Allah!
Jadi, untuk umat yg berdosa, Tuhan Yesus berdoa, mohon pengampunan.

Kedua, TELADAN.
Dengan demikian, Tuhan melakukan sendiri apa yang pernah dikhotbahkanNya pada awal pelayananNya, yaitu khotbah di atas Bukit: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. (Mat. 5:44).
Kebencian tidak ada batasnya, lihatlah perlakuan sadis para serdadu Romawi tab. Namun, Tuhan juga mendemonstrasikan, kasih tidak ada batasnya.
1Pet.2:21-23.
Kiranya, dengan pemahaman di atas, kita seluruh umat, khususnya hamba2 Tuhan dapat saling mengampuni. Bukankah seperti kata orang, perang medsos telah terjadi? Bagi saya, itu bukan perang. Tapi koreksi, saling menolong antar saudara. Kadang memang keras, kadang halus. Tapi itulah makna persaudaraan. Namun jika dengan cara itupun, saling sakit hati, saatnya saling MEMAAFKAN. KECUALI, KETELADANAN TUHAN YESUS DI ATAS GAGAL KITA IKUTI.

Ketiga, Dia adalah Allah.
Seruan tsb menunjukkan kwalitas diri Yesus yang sesungguhnya, bahwa Dia adalah Allah, sumber kasih dan pengampunan, yang sanggup mendoakan dan mengampuni orang-orang yang berbuat jahat kepadaNya. Jadi, Dia yang tersalib itu, bukanlah Yudas, sebagaimana dituduhkan kelompok tertentu. Dia, yang disalibkan itu adalah sungguh2 Tuhan Yesus, yang tidak hanya mengkhotbahkan pengampunan, tetapi juga melakukannya. Betapa mudah bagi kita mengatakan kalimat-kalimat rohani yang indah, tetapi ketika tiba gilirannya untuk melakukannya, banyak di antara kita yang gagal.

Kiranya Allah menolong kita semua, dalam masa sulit dan menyedihkan ini, saling mendoakan, mengampuni, termasuk musuh kita. Terlebih saudara kita sendiri.

Jika demikian, marilah kita alami kasihNya yg ajaib, nikmati doa pengampunanNya. Jangan rasa BERSALAH lagi. Bertobatlah, serta ikuti TELADANNYA.

Selamat merenungkan passion.