SOAL PERJAMUAN KUDUS

Oleh. Pdt. Dr. Ir. Mangapul Sagala, M.Th
#PerjamuanKudus
#IbadahOnline

1. Banyak pertanyaan tentang Perjamuan Kudus (PK) yang diberikan kepada saya, baik dari dalam, maupun dari luar negeri.

2. Bersyukur sekali, saya dapat belajar secara serius tentang tema ini. Baik secara akademis, maupun praktis, di mana saya telah mengikuti praktik PK di berbagai Gereja di dalam dan LN, di berbagai aliran, denominasi.

3. Berapa seringkah PK?
Di beberapa Gereja, hanya dilakukan 2-4 kali setahun. Tapi ada juga Gereja yang setiap Minggu. Mana yang sesuai Alkitab? Demikian tanya seseorang. Jawab saya, tidak ada jumlah yang kaku. Mari kita simak ayat berikut:

1 Korintus 11:26 (TB) "Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang."
======
Frasa "setiap kali" pada ayat tsb, berapa kali? Tidak ditetapkan. Itu sebabnya, bagi Gereja tertentu, karena PK bermakna syukur dan pemberitaan, maka mereka melakukan lebih sering. Misalnya, kebiasaan kami dulu di Grj Anglikan Singapura, kami PK setiap Sabtu sore (Evening Chapel).

4. Apakah roti dan anggur harus diminum dari cawan yang sama atau dibagi-bagi dalam wadah kecil. Dalam hal ini juga tidak ada patokan yg jelas. Di RI juga di negara lain, saya menemukan PK, ada jemaat ngantri datang ke depan, minum dari satu cawan. Ada juga datang ke depan mimbar lalu dibagikan anggur dalam wadah2 kecil kepada masing2. Tapi ada juga jemaat duduk di tempat, lalu roti dan anggur dibagi- bagikan. Semua cara itu tergantung pemahaman, perasaan dan sikon. Satu yang sangat penting, SEMUA CARA ITU HARUS DIIMANI, DIYAKINI DI HADAPAN TUHAN. JADI BUKAN CARANYA YG UTAMA, TAPI IMAN KITA KEPADA YESUS KRISTUS, SUMBER BERKAT.

5. Apakah makna sesungguhnya dari roti & anggur dalam PK?
Membahas ini bisa panjang lebar. Ada pemahaman seperti "trans-substantiation", "kons-substantiation" dan makna rohani. Ini makanan anak2 STT yg benar2 belajar teologia. Karena tujuan artikel ini, praktis, maka mari kita imani Sabda Tuhan Yesus berikut:
Matius 26:26-27 (TB) Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."
Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

6. Ini pertanyaan penting sesuai Covid19. Apakah boleh mengadakan PK secara on line?
Jawab saya, dalam kondisi darurat, jika itu meneguhkan iman, mengapa tidak?

7. Protestan memahami PK sebagai SAKRAMEN KUDUS. Demikian juga, Baptisan. Barangkali, sangat sulit melakukan hal itu secara on line. Saya sangat maklum. Jika ditunda melakukannya, saya mengerti.
Akan tetapi, jika pekerjaan itu menjadi berkat bagi umat, apakah lebih baik menunda (meniadakannya) daripada melaksanakan?
Bagaimana sekiranya, tidak ada kesempatan lain? Maklum, virus pencabut nyawa ini (maaf, saya memakai istilah ini lagi) telah membuat kita makin sadar bahwa hidup kita bagaikan uap yang sebentar bisa hilang. Demikian rasul Yakobus:

Yakobus 4:14
sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

8. Mari kita jaga dan hidupkan ibadah kita masing2. Jangan kita biarkan Covid19 melemahkan semangat, api rohani kita menyongsong Jumat Agung & Paskah kekal.
Dengan demikian, setan dikalahkan dan Tuhan Yesus tetap ditinggikan & dimuliakan.

Selamat menjelang Jumat Agung & Paskah yang AJAIB.