AJARAN SALAH, PASTI BERPENGARUH KEPADA JUMLAH KORBAN

1. Kepada sdrku Harapan Yulius Ltoruan dan rekan2 lain, tentu ada pengaruh pengajaran yang salah dari para Gembala GBI dengan banyaknya korban, baik jemaat maupun Gembala (pdt). Maafkan, saya harus mengatakan ini.

2. Kita tidak perlu meributkan peristiwa terinfeksinya 226 anggota jemaat di Bandung itu dengan tanggal peristiwa. Apakah itu terjadi setelah peringatan dari pemerintah mengenai JAGA JARAK (Social Distancing) atau sebelumnya. Itu tidak terlalu penting.

3. Mengapa? Karena sebelum dan setelah itu, jemaat telah dipersiapkan untuk berani menghadapi Covid19. Dengan iman, kita pasti aman, kira2 demikian ajaran beberapa Gembala. Iman yang sejati memang pasti menyelamatkan kita dari bahaya.

4. Tapi jangan salah, IMAN SEJATI TIDAK SAMA DENGAN NEKAD; TIDAK SAMA DENGAN SUGESTI DIRI. IMAN SEJATI ADALAH TAAT KEPADA FIRMAN, bukan SEMANGAT KEDAGINGAN!

5. Sejak awal, sebelum pengumuman Covid19 sudah saya khotbahkan: "Badai topan di Danau Galilea pasti menenggelamkan Petrus. Itu logis. Itu sebabnya, Petrus hanya melangkah ke badai topan di Danau Galilea karena Tuhan berfirman. Itupun, ketika imannya goyah, sekalipun menjalani perintah Tuhan, dia tenggelam juga (Baca Matius 14:22-30).

6. Melangkah ke daerah bahaya tanpa perintah Firman, itu bukan IMAN, TAPI NEKAD, TINDAKAN KEDAGINGAN! Itu juga saya tuliskan tentang 3 orang di Korea yang melangkah menyeberangi sungai yg sedang pasang. Akhirnya, mereka mati!

7. Sebelum melanjutkan, saya mohon maaf berjuta maaf, khususnya kepada seluruh teman2 baik di GBI dan semua jemaat. Saya menuliskan ini dalam kasih persaudaraan. Jauh dari sikap menghakimi. Bukankah FirmanNya mengingatkan kita bertolong-tolongan? (Gal.6:2).

8. Jadi, sebenarnya, beberapa gembala tentu berkontribusi terhadap banyaknya korban. Sebagai contoh, dalam satu video viral, Gembala tua & sangat senior Jacob Nahuay berkhotbah dengan lantang: "Tidak perlu takut Covid19. Covid punya mata, TDK akan memasuki orang percaya..." Untuk kesekian kalinya pak Jacob yg juga doktor itu melakukan pengajaran yang salah. Sebelumnya dia juga mengajarkan, gubernur DKI bukan Jokowi tapi...
Setelah itu, dia mengajarkan presiden RI adalah seorang jenderal, kaya...bukan Jokowi!
Itu sebabnya, sekalipun hitung cepat mengatakan Jokowi menang, tetap saja Gerejanya mengadakan syukuran kemenangan atas yang kalah! Tragis!
Kok bisa berulang kesalahan itu? Entahlah. Itu sebabnya, saya pernah mensehatkan rekan2 Gembala GBI agar mengistirahatkan saja beliau. Maklum sudah tua.

9. Selain itu, Pdt senior lain, dalam satu video yang juga viral bagai virus Corona, Niko N berkhotbah, "Allah memerintahkan setiap orang berbahasa roh. Jika berbahasa roh kekuatan tubuh bertambah 35-40 persen".
Banyak cara dibuat rekan2 di sana agar jemaat berbahasa roh. Ada lagi mengajarkan, jika berbahasa roh, kerohanian akan cepat naik bagaikan lift. Jika tidak, kerohanian bagai naik tangga. Lambat! Aneh memang khotbah itu. Maklum, barangkali orang ini tidak belajar teologia. Gereja itu membolehkan penahbisan Pdt walau TIDAK punya background teologi. Tidak seperti di GKI, HKBP atau GPIB.

10. Satu lagi, Pdt. Philip Mantofa berkhotbah di depan umat: "Ah...apa itu larangan pemerintah! Kalian semua di sini merupakan tanggung jawab saya. Ini Gereja. Lalu dia turun dari mimbar langsung merangkul beberapa jemaat"! Semoga dari jemaat yg dilayaninya di Surabaya TDK ada menularkan dan tertular Covid19.

11. Dengan khotbah2 seperti di atas, dapat dipahami ratusan anggota jemaat tertular. Semoga tidak menjadi ribuan. Karena ratusan itu pasti kontak dengan beberapa orang lagi!

12. Beda halnya dengan korban di GKI. Saya dengar, pdt GW tertular karena merawat suaminya. Lalu dari mana riwayat suami tertular? Konon, karena satu keluarga dikunjungi utk didoakan, tanpa terbuka kondisi Covid19!

13. Jadi rekan2 semua, khususnya Harapan L. Toruan, tidak usah ragu. Ajaran SANGAT PENTIMG. TERIMAKASIH, kau dan ratusan rekan2 alumni dari USU terus mendukung STT Trinity. Terimakasih juga untuk alumni dari UI dll. Kiranya kita dipakai Tuhan mempersiapkan hamba2 Tuhan yang baik dan benar ajarannya.

Salam hangat.