NABI PALSU ATAU...?

PENTINGNYA BELAJAR TEOLOGIA DGN BENAR
Oleh. Pdt. Dr.Ir. Mangapul Sagala, M.Th
#NabiPendetaPalsu
#UjiAjaran

1. Saya mau mengingatkan semua anak2 Tuhan, yang mengasihi Tuhan & umatNya agar kita terus saling mendoakan, mengasihi, menguatkan. Jangan biarkan iblis -sadar atau tidak- memecah umatNya. Sebab sebenarnya, itulah esensi doa Tuhan Yesus lebih dari dua ribu tahun lalu: "Agar mereka semua menjadi satu, sama seperti kita adalah satu...agar dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku" (Yoh.17:20-22).

2. Ketika saya menanggapi khotbah Pdt. Niko N, awalnya, itu menjawab beberapa rekan yang masuk ke inbox saya. Sama halnya ketika ada rekan alumnus yang mengirim video pak Erastus yang kontroversial tentang persembahannya ratusan milyar yang dikumpulkan dari kolekte itu.

3. Saya tidak sedang mengatakan pak Niko N nabi palsu. Saya bersyukur Tuhan karuniakan istri yang selalu mendampingi saya. Dia selalu mengingatkan saya: "Pa, soal ajaran silakan koreksi sesuai karuniamu. Tapi soal nabi palsu atau bukan, itu urusan Allah".

4. Saya telah mengenal pak Niko dari jauh, lama sekali. Namun belum pernah ketemu. Maklum, kami senasib, sama-sama Ir dari Kampus bergengsi di Republik ini. Namun karena panggilan Tuhan, kami lupakan semua pencapaian sebagai Ir. Kami siap melayani Tuhan.

5. Saya tidak meragukan penyerahan pak Niko. Tapi sejak dulu, saya meragukan ajarannya. Maklum, setahu saya, beliau awam dalam teologi (CMIIM, mohon koreksi jika salah). Saya belum pernah mendengar beliau studi teologia secara formal sampai tingkat doktor, walau gelarnya ditulis doktor (honoris?). Agak beda dengan pak Gilbert L dan pak Eras S, setahu saya, keduanya pernah studi formal.

6. Jadi wajar, jika pak Niko melakukan kelemahan (salah) dalam beberapa point. Tapi, bukan semua. Salah satunya adalah soal bahasa lidah yang kontroversial itu. Tapi, ketika beliau menggali Mat.14:22-33, ada baiknya, yaitu Yesus adalah Allah yang berkuasa. Satu kesimpulan penting. Benar. Namun, juga ada masalahnya. Sebagaimana dikritik keras oleh Pdt. Stephen Tong dalam videonya yg juga sudah viral. Itulah jika kaum awam berteologia.
Lalu kesalahan lainnya adalah, di video itu kemudian pak Niko mengutip beberapa nama pengkhotbah nubuatan, si X, si Y...Salah satunya adalah dengan tegas mengatakan bahwa Covid akan berakhir ketika 'Anak Domba Allah' dikorbankan. Dia mengutip kasus tulah di Perjanjian Lama.

7. Dari kisah PL tsb, maka dengan jelas pak Niko seperti menyampaikan nubuatan: April (berarti Jumat Agung, 10 April) Covid19 akan berakhir dan ekonomi Indonesia yang sedang bangkrut akan dipulihkan! Luar biasa. Mendengarkan video tsb, saya berdoa: semoga itu benar.

8. Bayangkan jika jemaat yang hadir adalah businessman tingkat atas. Apakah mereka tidak senang? Bayangkan jika nubuatan itu benar, apakah tidak berdampak kepada jumlah persembahan melimpah? Apa artinya persembahan 100 juta...1m...10 milyar bagi yang sempat kehilangan jauh lebih banyak dari situ? Bukankah harga saham telah anjlok 30-40 persen?

9. Memang demikian, gereja pak Niko di Sentul yg Supermegah itu, dengan kapasitas puluhan ribu orang dipenuhi kaum menengah ke atas. Itu sebabnya, beliau dapat membangun Gereja sedemikian megah.

10. Tapi bagaimana jika TDK benar? Jemaat yang mendengar, nampaknya ok ok saja dengan kesalahan itu. Itu sebabnya, pdt-pdt di Gereja ini nggak kapok2 bernubuat. (Bandingkan berkali-kali pak Jacob N salah bernubuat, termasuk menubuatkan Prb jadi presiden, orang percaya TDK akan kena Covid19).

11. Saya teringat ketika diundang oleh Gereja ICC Perth (Australia) sekitar 23 tahun lalu. Menurut majelis ICC (MI), di sana ada anak orang yang sangat kaya raya (Indonesia) tabrakan hebat. Tidak ada harapan hidup. Lalu seorang Pdt Gereja sejenis menubuatkan bahwa anaknya pasti hidup dan normal. "Saya melihat Roh si X sedang dibawa malaikat Tuhan, bulan sekian akan sembuh". Siapa yang tidak senang mendengar itu? Faktanya, bulan yg dinubuatkan tidak sembuh juga. Maka sang Pdt memberikan penglihatan lagi. "Saya melihat, kamu menahan sesuatu yg bisa kau berikan. Padahal itu, sangat diperlukan umatNya". Sebagai akibatnya, sang ayah yg sangat menghendaki kesembuhan anaknya tergerak membeli satu bangunan rumah untuk dijadikan Gereja. Waktu berlalu terus, si anak tidak sembuh, tetap bagai orang lumpuh! Namun, sang ayah, nampaknya ok saja. Dia bahkan jadi Pdt muda di Gereja itu. Demikian dikisahkan pak majelis. Saya hadir setelah semua peristiwa itu berlalu.

12. Jadi, memang sangat beda dengan PL sebagaimana disinggung Pdt. Stephen Tong. Jika nubuatan tidak terjadi, maka sah dlempar batu sampai mati. Mari kita simak SabdaNya yg sangat serius berikut:

Ulangan 18:20-22 (TB) Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? —
apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

13. Apa yang dikatakan pak Niko tentang kekebalan tubuh yg bertambah 35-40 persen jika berbahasa roh terbukti salah. Faktanya, sudah terkapar lebih dari 200 jemaat GBI karena Covid19. Berapa banyak Pdt GBI yang meninggal karena Covid-19? Semoga dua ratusan yang sakit tidak bertambah jadi ribuan karena kontak. Semoga mereka semua sehat, mengalami mujizat Tuhan.

14. Bagaimana jika ternyata 10 April Covid19 tidak berhenti dan perekonomian tidak pulih? Jika memakai ukuran PL, pak Niko N sah dirajam sampai mati. Sebelumnya, Gembala lebih senior lagi, pak Jacob N juga sah dirajam sampai mati!

15. Namun itu di masa PL, beda dengan kini, sebagaimana contoh2 di atas. Masa kini, kita diajar mengasihi, sebagaimana perempuan berzinah dalam Yoh.8, juga TDK dirajam, tapi diampuni.

16. Di dalam kasih, mari kita doakan agar pdt-pdt yang terbiasa JUALAN BAHASA ROH & NUBUAT PALSU berhenti, tidak melakukannya lagi. Kiranya mereka belajar dengan baik dan bertanggung jawab. Tidak harus jadi doktor agar benar ajarannya. SEKALI LAGI, BELAJAR DENGAN BAIK. Pak Stepen Tong juga tidak doktor (beliau honoris causa), namun beliau sangat serius dan benar belajar. Saya mengamati hal itu. Dalam pelayanan bersama di Perkantas, berkali-kali kami tidur satu kamar, jadi melihat pak Tong tertidur dengan buku2 bacaan. Sebaliknya, pak Erastus, belajar sampai doktor. Tapi AJARANNYA BANYAK BERMASALAH sebagaimana disingkapkan dalam surat edaran Komisi Teologia Syonde GBI. Demiiian juga, IR yang dipecat dari kependetaannya itu juga doktor, tapi TDK percaya Yesus adalah Allah, juga TDK percaya Yesus bangkit. Serba salah ya?

17. Ajaran benar itu MEMANG BARANG SANGAT MAHAL. Tapi itulah yang diperintahkan FirmanNya: "AWASILAH AJARANMU" (1Tim.4:16).
Mohon doa & dukungannya untuk saya dan rekan2 agar dikaruniai usia yg cukup & kekuatan untuk mempersiapkan hamba2Nya untuk mengisi kekosongan tsb.
Salam kebenaran.