IBADAH RUMAH YANG DIPERTANYAKAN

1. Rekan2 ytk, hari Minggu yang lalu, banyak Gereja telah melakukan ibadah di rumah (keluarga). Hal itu mengikuti himbauan pemerintah. Ibadah keluarga dilakukan dengan dua macam cara: mengikuti live streaming atau ibadah online, atau melakukan ibadah sendiri dengan liturgi dan waktu sendiri. Namun, ternyata ada juga yang tetap mengadakan ibadah di Gereja dengan mengatur jarak serta melakukan tindakan pencegahan penularan lainnya.

2. Mengapa harus mempertahankan ibadah di Gereja? Apakah itu karena kesulitan mengubah kebiasaan, tradisi, yang sudah rutin bertahun-tahun? Jika ini alasannya, dapat dimaklumi.

3. Tapi TIDAK dapat diterima.
Pertama, kita diperintahkan "berpegang teguh kepada "KEBENARAN", (Efesus 4:15). Jadi, bukan sekadar tradisi (bahasa Batak, HASOMALAN).
Kedua, masa demi memenuhi kebiasaan, kita harus memberi kemungkinan adanya penyebaran virus mematikan itu, sehingga nyawa melayang? Kita telah menyaksikan berapa banyak korban, bahkan meninggal dunia akibat virus covid19, baik masyarakat maupun para medis: dokter & perawat.
Apakah demi suatu kebiasaan, kita harus melawan larangan pemerintah? Minggu ini, jika membandel akan dibubarkan. Harap jangan ada yang nekad & memberi kesaksian buruk!

4. Apakah karena menunjukkan kesetiaan beribadah meski di masa sulit & terancam nyawa? Jika demikian, tempatnya tidak harus di Gereja. Sebagaimana dilakukan Daniel di PL, meski dilarang beribadah, dia melakukan hal ini:
Daniel 6:10 (TB) (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

5. Apakah ada masalah teologis? Misalnya, ibadah harus di Gereja? Maka pertanyaan yg sangat penting adalah apakah yang dimaksud dengan Gereja? Secara arti kata Gereja (Yunani, ekklesia) berarti orang yang dipanggil keluar (ek = keluar; kaleo = memanggil). Band. 1Pet.2:9. Namun, ke mana istilah itu mengacu?

6. Jika kita meneliti keempat Injil, mungkin ada yang kecewa, karena kata Gereja (Yunani, ekklesia) tidak ditemukan di dalam Injil Mark, Lukas & Yohanes. Kata "Gereja" hanya ditemukan di dalam Injil Matius. Itupun hanya dua kali (Mat.16:18; 18:17). Jika demikian, bagaimana ketiga Injil tsb memahami Gereja? Ini merupakan pembahasan khusus di ruang kuliah. Silakan datang ke STT Trinity. Kita bicarakan secara tuntas. Atau kirimkan anak, keluarga untuk kita didik. (Berbau promosi ya :)

7. Sebenarnya, kata Gereja banyak ditemukan di dalam kitab-kitab Kiriman Rasul Paulus. Lalu bagaimana Rasul Paulus memahami "Gereja"? Nah ini yang menarik. Rasul Paulus memahami Gereja dengan dua macam cara: Gereja yang kelihatan & Gereja yang tidak kelihatan.

8. Yang dimaksud dengan Gereja yang tidak kelihatan (invisible Church) adalah semua orang percaya, yakni, yang telah berelasi dengan Yesus Kristus, dikendalikan Roh Kudus dan menikmati FirmanNya. Orang seperti ini ada di mana saja, di seluruh dunia.

9. Sedangkan yang dimaksud dengan Gereja yang kelihatan adalah Gereja lokal, yakni yang berada di kota tertentu. Menarik untuk di amati, termasuk di sini adalah ibadah di rumah. Kita dapat membaca dalam Roma 16:3, 5 sbb: Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.
Salam juga kepada jemaat di RUMAH mereka.

Kata "jemaat", dalam ayat tsb adalah ekklesia. Jadi, mengacu kepada ajaran Alkitab tsb, keluarga yang beribadah di rumah itu, sah disebut Gereja.

10. Akhir kata: selamat beribadah di RUMAH. Sebenarnya ibadah di rumah adalah Gereja yang sesungguhnya. Tuhan Yesus menjamin kehadiranNya dalam persekutuan kita di rumah. Mari kita perhatikan SabdaNya yang Agung berikut:

Matius 18:20 (TB) Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Luar biasa 'antisipasi' Tuhan Yesus tsb. Bukankah keluarga terdiri dari dua orang? Jika ada anak, berarti lebih dari dua orang.
Jadi, kesetiaan kita seharusnya ditunjukkan dari KETEKUNAN BERIBADAH, BERELASI DENGAN TUHAN, KAPAN SAJA & DI MANA SAJA, bahkan di tingkap-tingkap atas yang tersembunyi seperti dilakukan Daniel di atas. Di situlah kemenangan kita.

Tetapi jika KITA BERHENTI, TIDAK MEMUJI DIA & MEMBACA FIRMANNYA, setan telah berhasil merebut Kemuliaan pujian dari umatNya melalui Corona! Menyedihkan!