THE REAL FIGHT. PEPERANGAN ROHANI. AWAS VIRUS PENJEMPUT NYAWA!

1. Mohon maaf berjuta maaf, kali ini secara jelas & tegas saya menulis judul di atas. Itu dari KISAH NYATA, bagaimana puluhan ribu nyawa melayang karena Covid19! Jika semua dibaringkan di satu tempat, maka Istora Senayan pun tidak cukup. Namun demikian, jangan takut. Itulah perintah Tuhan Yesus yang saya bagikan melalui status saya ini sejak awal. "TENANGLAH, AKU INI, JANGAN TAKUT", demikian Sabda Yesus.

2. Pada ibadah KBD hari Minggu 1 Maret 2020 lalu, saya dengan sangat serius mengingatkan agar hati2, nampaknya si jahat, setan, telah memakai virus Covid19 untuk melemahkan umat Tuhan serta pekerjaanNya.

3. Alasan saya ketika itu adalah bahwa setiap kekuatan, dari manapun asalnya, jika itu melemahkan umat Tuhan & pekerjaanNya, pasti bukan berasal dari Roh Allah.

4. Setelah sebulan berlalu, saya makin yakin pernyataan saya itu. Terutama ketika dua hari ini diviralkan puluhan nama2 pendeta yang meninggal dunia karena Covid19. Mereka berasal dari berbagai denominasi Gereja: GPIB, GBI, GRII, HKBP, GKKK. Lalu ada yang bertanya, "Mengapa banyak Pdt yang meninggal?" Jawabannya, bisa macem2. Bisa dari segi medis, aspek sosial... juga dari segi iman, kerohanian. Saya mau menyorot dari segi kerohanian.

5. Mari kita perhatikan peringatan rasul Petrus:
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya" (1Petrus 5:8-9 (TB)

6. Kapankah kita melihat begitu banyak nyawa melayang pada peristiwa yang sama? Kapankah kita lihat begitu banyak Pdt & pelayan yang meninggal oleh penyakit yang sama? Kapankah kita melihat Gereja dikosongkan oleh hal yang sama? Seumur hidup, saya, kita semua baru mengalami hal ini.

7. Dalam sebuah diskusi di group, seorang jenderal berespons tegas kepada saya:
Copy paste:
"Mana ada urusan iblis dan syetan di musibah ini ? Virus ya virus ! Sebelum virus Corona, khan ada virus2 : Sars, Mers, H5N1 ( flue burung ) ? Mgpa koq virus Corona koq urusannya ke iblis dan syetan ?! Hanya karena Pdt banyak jadi korban kah ?".

- Lalu jenderal lain juga berespons:
Menurutku terlalu berlebihan kalau si covit 19 ini adalh suruhan Iblis apalagi suruhan Tuhan ( si UAS bilang si covid adl bala tentara Allah )...
Saya (Vicke) menjawab:
[3/31, 10:22 PM] Vicke: Rasul Petrus dipakai setan, juga berlebihan?
[3/31, 10:24 PM] ....: Terus terang aku baru dengar rasul Petrus dipake setan...gimana ceritanya ya...🙏🙏
[3/31, 10:30 PM] Vicke: Matius 16:23 (TB) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku,..."
========
8. Sebagaimana saya jawab di atas, rasul Petrus pun bisa dipakai setan (Iblis), ingin menghambat rencana Tuhan mengenai kematianNya. Namun syukur, Allah dengan keras mengusir! "Enyahlah engkau iblis". Kok iblis?, bukankah Petrus yang bicara? Di sinilah pentingnya pengalaman rohani. Jika masih Kristen KTP/daging/duniawi atau bayi terlalu jauh pemahaman itu (maaf harus mengeluarkan istilah tsb, yang juga dari Alkitab)

9. Jika demikian halnya, para pendoa syafaat, yang telah disiapkan Allah sebelumnya, mari bangkit bersama. Kita bangkit, tidak harus berkumpul di Gereja atau di lapangan. Mari bangkit dari kerohanian yang tertidur. Bangkit dalam doa2 pribadi kita.

10. Jika kita simak peringatan rasul Petrus di atas, dia memerintahkan. Pertama, agar kita SADAR. Sadar apa? Terjadi peperangan rohani. Hal yang kita hadapi bukan sekadar masalah medis. Selain rasul Petrus, rasul Paulus, Yohanes, Yakobus juga menyerukan hal yg sama, akan adanya peperangan rohani itu (Efesus 6:10-12; 1Yoh.4; Yakobus 4:7).

Kedua, agar kita BERJAGA-JAGA. Jangan terlena, jangan sibuk dengan hal2 ritual. Setan TDK takut ritual, termasuk ritual doa bersama pada jam yg sama. Setan takut kepada DOA ORANG YANG BENAR, YG PENUH KEYAKINAN (Yak.5:16b). Kita disuruh berjaga karena alasan sangat serius. "Lawanmu, si iblis berjalan seperti SINGA YANG MENGAUM-AUM MENCARI MANGSA YANG DAPAT DITELAN". Gambaran seperti "SINGA" apalagi "MENGAUM-AUM", tentu sangat serius. Bahaya! Jika kita melihat di TV, singa yang kelaparan mencari mangsa, sungguh sangat buas! Jadi, sikap berjaga-jaga sangat tepat. Konkritnya, mari kita selalu berserah kepada Tuhan, mohon malaikat pelindungNya menjagai (Mazmur 34:8). Tapi tidak hanya, berjaga.

Ketiga, kita diperintahkan: MELAWAN.
"Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama" (1Pet.5:9).
===========

Sekali lagi kita melihat betapa jelasnya seruan tsb: "saudaramu di dunia menanggung penderitaan yg sama". Kita bisa terapkan kalimat di atas kepada hal tertentu, tapi sangat jelas, kita menyaksikan di TV bahwa penderitaan karena Covid19 terjadi kini di seluruh dunia!

11. Bagaimana melawan setan, roh jahat? Siapa yang dapat melawannya? Tidak semua orang, hanya orang yang telah memiliki KEDEWASAAN ROHANI tertentu yang dapat melakukan PEPERANGAN ROHANI. Itu sebabnya, dunia ini sibuk dengan hal-hal duniawi, dosa, seperti judi, mabuk, selingkuh, zinah dll. Sebagian lagi sibuk dgn hal2 rutin. Tapi berapa banyak yang perduli dengan PEKERJAAN TUHAN? Jadi, bukan sekadar ibadah yg mengumpulkan banyak uang!

12. Berkali-kali saya serukan di mimbar: KEDEWASAAN ROHANI ditandai, salah satunya, karena MENYADARI HADIRNYA KUASA GELAP &,TAHU BAGAIMANA MELAWANNYA.

13. Semua pendoa syafaat yang benar harus paham seruan Paulus pada Efesus 6:10-12 tsb di atas.
Efesus 6:12 (TB) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging..., tetapi melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
=============

14. PEPERANGAN DI ALAM ROH!
Inilah peperangan rohani yang sesungguhnya. THE REAL FIGHT, THE REAL BATTLE sebenarnya terjadi di dalam alam roh. Jika hamba2 Tuhan yang sejati sanggup & menang di alam roh, maka itu MEMPENGARUHI alam nyata, yang kelihatan. Aduh! Bagaimana saya menjelaskan ini???

15. Saya dungu! Benar-benar bagai hewan... Kalimat pemazmur ini terus menerus saya katakan kepada Tuhan sejak pandemic virus ini terus tiap hari menjemput NYAWA!

Mazmur 73:22 (TB) aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.

16. Ketika menerima pesan bahwa seorang rekan pelayanan, sobat setia, Pdt. John Margono, meninggal karena virus pencabut nyawa Covid19, saya berdoa sambil menangis...teringat semua pelayanan kami.
Kemarin Selasa siang, kembali dikejutkan teriakan putri saya dari kamarnya: "Gila!!! Ma,... Pdt. Gladys meninggal!" Beliau melayani di GKI Cinere, Gereja dekat kompleks kami tinggal. Kami lemas...sesak nafas...bersama istri, kembali berdoa sambil mencucurkan air mata. Teringat kebersamaan & pengabdiannya, khususnya dalam membina anak2 kami semua.

17. Tapi itu sungguh membakar saya untuk bangkit, berperang bersama semua LASKAR ROHANI, LASKAR2 ALLAH YG TELAH DIPERSIAPKANNYA SELAMA INI. Mari rekan2, masuk ke PEPERANGAN ROHANI. Seperti seruan di atas MELAWAN DENGAN IMAN YG TEGUH. Mari kita bersatu di ruang doa kita masing2, KITA SERUKAN "ENYAHLAH ENGKAU HI IBLIS, SETAN...Kita serahkan pemerintahan Jokowi, para medis, pulau demi pulau, kota demi kota, keluarga demi keluarga, nama demi nama, kita bungkus mereka dengan darah Tuhan Yesus. DALAM NAMA YESUS ADA KEMENANGAN...ADA KUASA DALAM DARAHNYA...Kiranya di dalam anugerah & kuasaNya, Dia menghentikan penyebaran virus yang semakin ganas, dan membunuh virus2 covid19 yang telah memasuki tubuh anak-anakNya.
PEPERANGAN ROHANI INI HARUS KITA MENANGKAN.
Jangan lupa, di balik keberhasilan Cina melawan Covid19, ada kelompok2 pendoa yang setia, militan, yg telah dibentuk & ditempa Allah selama masa aniaya. Doa mereka sangat menggetarkan jiwa, roh. Syukur, Allah mengizinkan saya & istri menyaksikan militansi mereka, dan menikmati persekutuan doa dengan para pelayan pada Natal tahun lalu.
Selamat berperang. Soli Deo gloria.-