SEBAGIAN DARI PENYAKIT, KARENA PIKIRAN

Oleh. Pdt. Dr. Ir. Mangapul Sagala, M.Th*

1. Sekitar tiga tahun lalu, istri saya mengalami rasa sakit parah di lehernya. Begitu parah, sehingga dia TIDAK DAPAT menggerakkan lehernya. Saya berkata, "Mengapa makin parah begitu?" Dijawab: "Entahlah, kayaknya karena ini...sambil menyebut sesuatu. Atau mungkin juga karena salah tidur..."

2. Biasanya, istri saya yang sangat rajin mengajak saya jogging (jalan) di pagi hari. Dia begitu disiplin. Tapi masih kalah dari mertua saya, Bpk. W. Siahaan (alm) yang sekalipun turun hujan tetap jalan pagi & sore. "Lho, kok pakai sepatu, Amang? Ini hujan". Dengan santai dijawab: "Ai boha huroha. Adong do payung".

3. Akibat tiga hari berturut-turut tidak jalan pagi, kami putuskan pagi ke-4 ke ahli syaraf, Dr (dr) Yusak Siahaan di rumah sakit terkenal, Siloam. Karawaci. Sampai begitu jauh, padahal rumah kami dikelilingi banyak dokter dan RS. Itu dilakukan demi penanganan yg terbaik. Jangan sampai penyakit itu dimanfaatkan dokter2 tertentu. Habis uang, belum tentu ada hasil (maaf kepada dr yang baik). Jika di Siloam, kami sedia bayar berapa saja, asal itu harus & benar.

4. Setelah tiba di RS Siloam, seperti biasa, Dr dr Yusak langsung menangani kami. Lalu istri dibawa ke ruang klinik. Setelah lakukan beberapa langkah pemeriksaan, termasuk rontgent, maka istri disuruh duduk.

5. Saya amati semua. Dr dr Yusak berkata: "Kak, hasilnya semua baik. Tidak ada kelainan". "Ah kok gitu ya? Apakah bukan karena ini? Sambil menyebut sesuatu", demikian ibu bereaksi. Memang istri saya bagai dokter di rumah kami. Maklum, dengan 5 anak, mungkin pengalaman bersama dokter relatif banyak. Dia hafal banyak obat. Sering sekali kami tidak ke dokter utk kasus2 tertentu.
- YS: Oh kalau begitu, harusnya kakak tidak bisa begini (sambil dia perintahkan istri melakukan gerakan kaki dengan bentuk gerakan tertentu, sambil memukul bagian2 tubuhnya..."
Ibu: Begitu ya? Bagaimana hasil foto tadi? Boleh saya lihat?
YS: Silakan kak...(sambil menjelaskan arti foto).

6. Singkat cerita, Dr.dr Yusak selama therapy sambil duduk itu melakukan hal-hal yang meyakinkan ibu bahwa dia sehat. Lalu saya amati, mula2 dr Yusak memegang wajah ibu (pipi) sambil perlahan menggerakkan ke Kiri-Kanan. Saya amati hal itu, sambil berpikir, "Kok bisa? Sudah 3 hari tidak pernah digerakin".

7. Lalu saya berkata, "Lae, kok bisa? Sudah 3 hari nggak bisa dia gerakkan begitu. Sedikit gerak, dia kesakitan". Dijawab, "Ya memang bisa, nggak ada masalah, bang".

8. Kemudian, spontan istri saya gerakin sendiri tanpa diperintah. SUNGGUH BISA! PUJI TUHAN, saya sembuh, kata istri saya.

9. Dalam percakapan lanjutan sebelum pulang, Dr dr Yusak mengatakan kalimat yang sangat berkesan:

"Sebagian penyakit adalah karena RASA SAKIT. Itu sebabnya, ketika sibuk beraktivitas, rasa sakit itu, terabaikan, malam hari dia muncul".

10. Pada satu kesempatan, saya melihat gambar manusia utuh dengan gambar2 syaraf menghubungkan kepala sampai ke alas kaki.
Lalu dibuat catatan2 di samping, berpikir susah atau capek selama satu jam akan mengeluarkan energi sama dengan mencangkul di sawah sekian jam (lupa angka2nya).

11. Betapa pentingnya MENGUASAI PIKIRAN. Langsung saya teringat Firman Tuhan berikut, yang telah dihafal bertahun-tahun:

Filipi 4:8 (TB) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, PIKIRKANLAH semuanya itu.

Juga teringat doa pdt-pdt HKBP yang sejak Sek Minggu sudah terdengar, menerobos sampai ke syaraf2:

Filipi 4:7 (TB) Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

12. Jadi, hati2 dengan pikiran Anda. Masukkanlah semua yang benar, mulia, baik... dalam pikiran Anda. Lalu, aminkan Firman Tuhan di atas, bahwa biarlah DAMAI SEJAHTERA ALLAH ITU, MENGUASAI HATI & PIKIRAN ANDA SEMUA.

13. Konkritnya, jika TDK sangat penting, matikan TV, awasi HP anda dan semua media. Dalam peperangan rohani ini (baca posting saya sebelumnya), semua media dapat dipakai setan menakut-nakuti Anda.

14. Padahal kita harus KONDISI PRIMA. Kita tidak boleh takut: "Tenanglah, AKU INI, JANGAN TAKUT", demikian Sabda Yesus (Mat. 14:27)

15. Jika Anda sudah kuatir dan takut, hati2 si jahat mulai menang...

16. Padahal, KITA ADALAH UMAT PEMENANG! DALAM NAMA YESUS ADA KEMENANGAN...

17. Terutama, jaga dan awasi orang tua, nenek/ kakek Anda. Pastikan mereka sudah TERIMA YESUS. JIKA RAGU, AJAK BERDOA:

"TUHAN YESUS, SAYA BUKA HATI, UTUSLAH ROH KUDUS MENYUCIKAN & MENDIAMI HATI SAYA. SAYA MILIKMU & ENGKAU MILIKKU SELAMANYA. SAYA TIDAK TAKUT COVID & KUASA APAPUN. NYAWAKU ADA DALAM TANGANMU. TOLONG SAYA SELALU MENJAGA DIRI". AMEN.