YESUS, MENGOSONGKAN DIRI

1. Salah satu ajaran yang menghasilkan banyak bidat, ajaran sesat, adalah dalam bidang Kristologi. Misal, paham doketisme. Ajaran ini mengatakan bahwa Yesus tidak benar2 menjadi manusia. Tapi hanya nampaknya, manusia.

2. Bidat lain, yang sudah muncul sepanjang abad adalah ketika memahami istilah "mengosongkan" diri dalam Filipi 2:6-7.

3. Ajaran yang sudah jelas SALAH, dilawan oleh bapak- bapak Gereja adalah seperti diajarkan pak Erastus Sabdono dalam bukunya, Tritunggal Menurut Alkitab, dan video yg viral, tentang Yesus mati dua kali (Catat, setelah heboh, viral, ditanggapi oleh banyak Pdt, Erastus mengklarifikasi. Lihat status saya sebelumnya).
Erastus memahami, bahwa ketika berinkarnasi (Yoh.1:14), Yesus berhenti menjadi Allah. Mengapa? Menurut Erastus, karena Allah telah membunuh Yesus. Allah mengosongkan Yesus. Dia benar2 dibuat jadi nol, Yesus kehilangan ingatan (bbrp istilah digunakan pak Erastus menyatakan pemahamannya yang SALAH). Lihat tanggapan yg baik di YouTube yg dibuat pak Esra Soru.

4. Ajaran MENGOSONGKAN DIRI YANG BENAR.

Kristologi telah menjadi bahan penelitian saya, baik di tingkat Master Theology, maupun tingkat doktor, Doctor of Theology. Hasil kedua penelitian itu telah diterjemahkan ke bhs Indonesia. Judul pertama, Firman Menjadi Daging dan terjemahan disertasi: Kemuliaan Yesus.

Apa artinya mengosongkan diri pada ayat tsb? Yesus tetap adalah Allah. Itulah yg ditegaskan rasul Paulus dan Yohanes (Yoh.1:14).
Jadi, jika Yesus tetap Allah, bagaimana memahami kata mengosongkan (Yun. Ekenosen) pada ayat itu?

Jawabnya, pada tindakan kerendahan hatiNya yg MENGENAKAN (Yun. Elabon) rupa hamba (doulos) bagi ke-AllahanNya.

Lebih jelasnya, dapat dibaca dalam dua buku tsb di atas.