JUJUR BERTEOLOGIA. KHOTBAHKAN YANG KAU YAKINI. YAKINI YANG KAU KHOTBAHKAN (1)

#Integritas
#Kejujuran

1. "Mengapa abang tidak mengajar di STT X seperti bang Y dan pak Z?", demikian tanya seorang alumnus. Saya menjawab, "Tuhan tidak memimpin saya ke sana. Jika Tuhan mau, apa yang tidak bisa dilakukanNya?"

2. Satu hal pasti, saya jujur dalam berteologia. Saya berterus terang, tidak sembunyi2 menyampaikan pemahaman saya bahwa saya menerima & percaya Alkitab dengan segenap hati. Menolak ajaran liberal yang tidak mengakui Otoritas Alkitab, KeAllahan Yesus, Eksklusivitas dan FINALITAS KRISTUS.

 3. Saya sadar, saya berbeda dengan rekan2 tertentu yang bisa mengajarkan sesuatu yg tidak diyakininya. Mungkin, itu dilakukannya demi pertemanan... atau maaf demi perut!
Itu sebabnya, tidak heran, demi bisa masuk ke STT tertentu, bbrp orang setelah mengambil S2 dan  S3 mengubah pendapatnya, teologianya. Herannya, mrk yg dahulu Injili, lebih 'bangga' berteman dan dirangkul oleh kelompok liberal.   

4. Itu sebabnya, teolog-teolog Liberal, seringkali di mimbar berkata begini: "Mari kita membaca Firman Tuhan". Atau "Mari kita berdoa agar Tuhan menyingkapkan FirmanNya".

5. Dalam sebuah diskusi di kalangan para pendeta, saya mendengar seorang berkata: "Tentu, di atas mimbar kita tidak boleh menyampaikan yg kita pelajari. Kita bedakan antara diskusi dengan khotbah".

6. Kalimat di atas, ada benarnya, dalam arti, ada porsi yang baik disampaikan bagi jemaat. Hal-hal teknis ilmiah, diskusi2 para ahli tidak perlu disampaikan dari mimbar".  Yang mau disampaikan adalah Sabda Tuhan. Itu digali & disampaikan  dengan baik.

7. Namun, itu tidak berarti bahwa saya mengkhotbahkan sesuatu yang tidak saya yakini kebenarannya. Seperti seorang rekan, dia selalu siap berkhotbah di hari Paskah. Padahal, dengan tegas dia mengatakan TDK PERCAYA YESUS BANGKIT!

8. Jemaat jangan heran! Tidak sedikit pengkhotbah seperti ini. Saya mengenal beberapa orang yang demikian. Syukur, mereka sudah meninggal.

9. Di beberapa perjumpaan, saya mengenal para Pdt yang tidak percaya Yesus adalah Allah, Alkitab sebagai Firman Allah yg berotoritas, mukjizat2 Alkitab, spt peristiwa terputusnya sungai Yordan, bangsa Israel berjalan dari tengah laut di tempat kering...

10. Namun, di depan jemaat mereka tampil sebagai pelayan yang percaya Alkitab!