COVID19 PERSIAPAN MASA ANIAYA?
#HancurkanCovid19
#PutusMataiRantaiPenularan

1. Selamat beribadah saudara2ku semua, baik yang di rumah, maupun di mana saja.

2. Kemarin saya mengusulkan pembacaan Kisah Rasul 8:1-8. Kita akan merenungkan ini bersama Mat.14:22-33.

1. Rekan2 ytk, hari Minggu yang lalu, banyak Gereja telah melakukan ibadah di rumah (keluarga). Hal itu mengikuti himbauan pemerintah. Ibadah keluarga dilakukan dengan dua macam cara: mengikuti live streaming atau ibadah online, atau melakukan ibadah sendiri dengan liturgi dan waktu sendiri. Namun, ternyata ada juga yang tetap mengadakan ibadah di Gereja dengan mengatur jarak serta melakukan tindakan pencegahan penularan lainnya.

2. Mengapa harus mempertahankan ibadah di Gereja? Apakah itu karena kesulitan mengubah kebiasaan, tradisi, yang sudah rutin bertahun-tahun? Jika ini alasannya, dapat dimaklumi.

KE GEREJA BELUM TENTU = BERIBADAH

1. Bagi yang terbiasa beribadah di Gereja, memang merasa sesuatu yg kurang jika tidak ke Gereja.

2. Namun demikian, perasaan, bukan iman. Perasaan harus dilatih agar tunduk kepada iman.

3. Satu kisah nyata. Ketika saya bertahun-tahun melayani di HKBP Singapura (selama studi di sana), ada yang mengeluh. "Amang, bagaimana pendapat Amang, kata si X di sini dia TDK MERASAKAN ada Roh Kudus. Karena itu, dia pindah ke Gereja Y". Saya menjawab, "Hadirnya Roh bukan karena perasaan. Itu janji Tuhan, di mana 2 stay 3 orang berkumpul DALAM NAMANYA Dia hadir. (Mat. 18:20).

Dengan mempertimbangkan situasi global terakhir penyakit COVID-19 menjadi pandemi dengan total kasus yang terkonfirmasi di berbagai negara 179.111 kasus dan 7426 meninggal (per 17 Maret 2020, WHO Covid-19 Situation Report-57). Dan dengan mempertimbangkan status Bencana Nasional Covid-19 di Indonesia dengan jumlah kasus 227 kasus terkonfirmasi, 11 sembuh dan 19 meninggal dunia (per 18 Maret 2020), Perkantas terpanggil untuk melakukan aksi dukungan kepada ODP atau PDP Covid-19 secara khusus mereka yang ada dalam lingkar internal pelayanan Perkantas baik di nasional maupun di daerah.

1. Serius, saya TDK anggap enteng terhadap COVID19. Hanya orang bodoh, nekad dan TDK beriman yang bertindak demikian. Jika saya melangkah dengan tegak, itu karena karunia Tuhan.

2. Silakan tanya semua jemaat GBI Kalvari Cirebon. Dalam 3 kali ibadah, 8 Maret lalu kami belajar hal penting dari Mat.14:22-33. Ada dua sikap SALAH menghadapi masalah.

3. Pertama, ANGGAP REMEH.
Inilah versi Goliat. Jangan pernah menganggap enteng masalah. Tidak sedikit orang tersandung karena batu kecil. Goliat yg merasa hebat, mati di tangan Daud yang dianggapnya remeh, bagaikan anjing. (Baca 1Samuel 17:42-44).

Page 11 of 18