#PembangunanTugu

1. Alasan lain yang diberikan untuk membangun makam atau tugu leluhur adalah soal BERKAT, atau PASU-PASU. Pelaku pembangunan makam meyakini bahwa dengan membangun makam, atau tugu maka sumangot (arwah) ompung (leluhur) akan memberkati keturunannya.

2. Sehubungan dengan itu, salah satu doa yang sering kita dengar pada pembangunan makam adalah, “Sai mamasu-masu ma sahala (roh) ni ompung di hami sude pomparanmu”. (Kiranya roh leluhur memberkati kami semua keturunanmu”. Seringkali juga doa itu disertai dengan persembahan semacam sesajen kepada roh (roh-roh) yang diyakini hadir pada saat acara tsb.

3. Siapakah yang tidak menghendaki berkat? Jika alasan ini digabungkan dengan alasan pertama, menghormati orang tua, maka tentu keturunan akan semakin semangat melakukannya. Terlebih, itu dianggap sebagai perintah Tuhan, yang menyenangkan hati Tuhan (HT 5).

Rekan2 ytk, prihatin dan sedih membaca makin kacau penulisan bahasa Batak. Apakah masih mau dipelihara? Jika ya, semua harus bekerja sama. Mari kita mulai.

1. Penulisan bahasa Batak beda dengan pengucapan.
Contoh sederhana:
- Huruf "m", "ng", "n" tidak diucapkan. Jadi pengucapannya mengikuti huruf terdekatnya. Contoh:
- ditulis, "ompung", dibaca "oppung".
- ditulis "sungkun" (tanya), dibaca "sukkun". "tingkos" (benar), dibaca "tikkos".
- Nandigan (kapan, waktu lampau), dibaca "naddigan". Demikian juga "Andigan" (Kapan, future), dibaca "addigan".

#Integritas
#Kejujuran

1. "Mengapa abang tidak mengajar di STT X seperti bang Y dan pak Z?", demikian tanya seorang alumnus. Saya menjawab, "Tuhan tidak memimpin saya ke sana. Jika Tuhan mau, apa yang tidak bisa dilakukanNya?"

2. Satu hal pasti, saya jujur dalam berteologia. Saya berterus terang, tidak sembunyi2 menyampaikan pemahaman saya bahwa saya menerima & percaya Alkitab dengan segenap hati. Menolak ajaran liberal yang tidak mengakui Otoritas Alkitab, KeAllahan Yesus, Eksklusivitas dan FINALITAS KRISTUS.

#Integritas
#Kejujuran

Sangat menyedihkan!

1. Mengapa saya menyampaikan hal di atas, bahwa ada beberapa orang yang tidak jujur berteologia? Bukankah itu seperti menelanjangi diri sendiri?

2. Benar, saya pun sering bergumul (marungkil) mau menyampaikan hal itu.
Namun, demi jemaat, agar menyiapkan diri, jangan tertipu, saya  harus menyampaikan. Istilah Alkitab, harus hati2 dengan SERIGALA BERBULU DOMBA!

Rekan-rekanku sebangsa dan setanah air. Kita perlu mendoakan agar semua rakyat Indonesia TIDAK TERTIPU dengan massa yang berkumpul 4 November kemarin. Dari beberapa wawancara di media, ada beberapa hal yang patut diwaspadai.

1. Beberapa pembicara di media sepertinya ingin mengorbankan pak Ahok agar ditangkap, diadili. Alasannya, karena itu adalah tuntutan massa, rakyat. Tentu saja itu salah! Rakyat mana yang dimaksud? Anda dan saya adalah rakyat juga. Kelompok yang disebut Teman Ahok juga rakyat. Kita tidak setuju Ahok ditangkap dan diadili. Jumlah kita jauh lebih banyak dari yang membenci Ahok. Teman Ahok saja bisa jutaan orang. Sekiranya semua Teman Ahok dan umat Islam yang sangat mendukung Ahok jadi gubernur turun ke jalan, maka bukan hanya Medan Merdeka Barat dan Monas yang dipenuhi orang, tapi bisa-bisa seluruh Jakarta. Sekiranya PDIP dengan warna merahnya siap mengerahkan massa pendukung Ahok, semua wilayah DKI bisa berubah jadi merah menyala. Mau? Jika mau, saya akan ikut berpawai damai seperti ketika PDIP merebut suara terbanyak di DKI. Beberapa hari ini memang lagi suka memakai TShirt Teman Ahok yang kubeli sekali tiga sekitar 9 bulan yang lalu.

Page 2 of 7