Bagi semua pendoa syafaat ytk, mari lanjutkan gerakan doa syafaat kita. Bersyukur melihat makin banyak yg spontan terlibat mendukung pemerintah memerangi virus Corona. Ada perorangan di Surabaya (NN) menyumbangkan peralatan penting dan mahal seperti Ventilator. Ada kelompok2 yang mendukung masker, sanitasi, ...bahkan ada perusahaan yg mendukung 17 miliyar.

Pdt. Dr. Ir. Mangapul Sagala, M.Th
#Gereja
#TetapTeguh
#KelompokKecil

1. Apa yang terjadi bila larangan untuk beribadah di gedung Gereja sampai berkepanjangan? Apakah Gereja akan hancur tercerai berai? Jawab saya, TIDAK.

2. Mengapa? Karena Allah telah membuktikan kuasaNya jauh lebih besar dari pada segala kuasa di bumi.
Matius 28:18 (TB) Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

1. Kepada sdrku Harapan Yulius Ltoruan dan rekan2 lain, tentu ada pengaruh pengajaran yang salah dari para Gembala GBI dengan banyaknya korban, baik jemaat maupun Gembala (pdt). Maafkan, saya harus mengatakan ini.

2. Kita tidak perlu meributkan peristiwa terinfeksinya 226 anggota jemaat di Bandung itu dengan tanggal peristiwa. Apakah itu terjadi setelah peringatan dari pemerintah mengenai JAGA JARAK (Social Distancing) atau sebelumnya. Itu tidak terlalu penting.

3. Mengapa? Karena sebelum dan setelah itu, jemaat telah dipersiapkan untuk berani menghadapi Covid19. Dengan iman, kita pasti aman, kira2 demikian ajaran beberapa Gembala. Iman yang sejati memang pasti menyelamatkan kita dari bahaya.

Oleh. Pdt. Dr. Ir Mangapul Sagala,M.Th

1. Rekan2 ytk, sudah baca berita di bawah? Tertulis:

Tingkat kesembuhan Covid19 MENINGKAT.

2. Puji Tuhan, praise the Lord. Berita di atas dikirim teman sore ini. Selain itu, juga terlihat makin banyak pihak yang terlibat membantu pemerintah. Bersyukur swasta dan perorangan makin terlibat secara nyata.

Oleh. Pdt. Dr.Ir. Mangapul Sagala, M.Th
#Persembahan
#Kolekte

1. Rekan2 ytk, ini jawaban saya sekaligus kepada penanya via japri, termasuk dalam group FB "Forum Warga Gereja".

2. Sejak awal saya antara setuju & tidak akan adanya ibadah on line. Banyak faktor untuk setiap jawaban. Saya bisa setuju, jika itu dilakukan dengan motivasi murni, mau setia melayani jemaat. Terlebih yang sangat memerlukan. Tapi bisa tidak setuju, karena mendidik anggota keluarga ibadah Mandiri. Ibarat bayi, jangan terus disuapi. Sebagaimana saya tuliskan, "Tidak akan selamanya jemaat bisa on line". Terlebih lagi, saya sangat tidak setuju JIKA IBADAH ON LINE DIUPAYAKAN BEGITU RUPA, AGAR JEMAAT BISA DITAGIH PERSEMBAHAN. Ini yang saya sebut, "Hati2 mengupayakan ibadah on line, tapi matanya ke duit".

Page 9 of 18