I mau aku ka lokomaika'i, o ka Haku o Iesu Kristo...

Kalimat di atas adalah percikan dari berkat dlm bahasa Hawaii. Tadi pagi sy beribadah di Grj Keolahou Hawaiian Church. Orang2 Hawai memang santai. Itulah ciri khas yang terlihat dari Gereja ke-4 yg saya kunjungi selama di sini. Suasananya memang sangat santai. Pujian diiringi oleh tiga pemain gitar dan keroncong di depan jemaat. Kemudian, muncul enam orang remaja yang menari dan bernyanyi dengan pakaian warna warni. Saya melihat expressi ibadah yang memang lain sekali. Ketika ibadah dimulai, dengan ramah pemimpin pujian mengatakan: "Bagi yg mau mengabadikan dengan kamera, silakan. Anda dapat menjadi duta2 kami dengan menyebarkan apa yg terjadi di Gereja ini ke negara anda masing2", demikian seruannya.

SANG MILYARDER

Salam sejahtera bagi kita semua.

Baru saja kami selesai mengadakan ibadah syukur atas program seminar/training yang akan berakhir hari Jumat ini. Acaranya semarak sekali,di mana ke 12 negara yang hadir dalam program ini masing2 menyumbangkan pujian dari negara masing2, tidak boleh bahasa Inggris. Maka sangat terasa bagaimana kayanya Tuhan mengaruniakan bahasa kepada umatNya. Padahal, baru 12 negara. Acara itu juga dihadiri oleh semua tenaga sukarelawan, sekitar 40 orang dan undangan lainnya.

KETIKA SANG MILYARDER BERBICARA

Setiap pagi, seminar/training yang kami ikuti dimulai dengan renungan pagi (eksposisi). Biasanya yang membawakan renungan adalah para pembicara; pada kesempatan ini ada empat belas pembicara dari berbagai negara di dunia, seperti Brazil, India, Thailand, Filipina, dll. Tapi pagi itu, yang maju ke depan bukan pembicara, tapi Mr. Jody Stubbs, sang milyarder, yang menjadi sponsor utama program ini, membiayari 28 peserta dari 12 negara (sebagaimana saya beritahukan waktu yl, berjumlah sekitar 2,6 milyar rupiah).

Kehadirannya di depan kami membuat sikap saya memang agak lain dari biasa. Terus terang, saya pengen tahu apa yang mau dikatakan oleh orang itu. Sebagaimana respons orang pada umumnya, "Apa istimewanya mendengar pendeta membawakan renungan? Hal yang sudah biasa. Tapi, usahawan sukses? Cukup jarang". Memang benar, kadangkala kita bisa mendengar ada satu dua orang usahawan sukses yang membawakan renungan.

MELAYANI BAGAI RAJAWALI

Binatang apakah yang paling Saudara sukai? Salah satu yang sangat saya sukai dan menantang saya untuk mengenali hidupnya adalah BURUNG RAJAWALI (EAGLE). Mengapa? Karena Alkitab banyak melukiskan hidup seperti burung Rajawali.Sebagai contoh, Allah menggambarkan dirinya membawa umatNya Israel keluar dari Mesir spt pada sayap Rajawali (Kel.19:4). Alkitab juga mengatakan bahwa orang yang menanti- natikan Tuhan seperti Rajawali (Yes.40:28-31). Jika kita sedikit menonton Rajawali di acara TV, Animal Planet, misalnya, maka kita akan mengagumi kehidupan Rajawali. Misalnya, bbrp hari setelah telor Rajawali menetas, maka sarangnya diobrak abrik oleh induknya. Hal itu membuat anak2nya 'sengsara', 'teriak2', karena merasa tidak nyaman. Namun, menarik, dengan cara itulah anak2 Rajawali cepat bertumbuh dan terbang dengan kuat. Dan lagi yang menarik adalah bahwa Rajawali dapat melihat mangsanya yang kecil dari jarak yang sangat jauh berkilo meter, melampaui binatang lain. Dan bila dia melihat targetnya, maka dengan cepat dia akan turun dan mencapai sasaran. Dan hanya Rajawali yang sanggup berada di tengah badai yang sangat kencang ketika berada di tengah laut lepas.

Syukur untuk AnugerahNya (11). Bagai Rajawali. Penutup.

Itulah pertama kali saya menyaksikan Dr John Haggai secara langsung, sebelumnya hanya melalui rekaman video. Kesan pertama memang berbeda. "O... ternyata sudah tua". Maklum, usianya sudah 85 thn. Namun, ini luar biasa. Ketika mendengar beliau berbicara saya teringat Rajawali dengan Kekuatannya, semangatnya dan ketajaman penglihatannya yang bisa melihat jauh sekali ke depan (visinya). Dalam tempo 30 menit beliau berbicara dengan semangat dan berkobar-kobar bagaikan seorang yang masih sangat muda. Beliau memulai dengan "Lebih baik saya memperoleh rekan kerja kelas dua namun memiliki komitmen kelas satu, dari pada rekan kerja dari kelas satu, tapi komitmen kelas dua... Namun kalian semua adalah kelas satu dengan komitmen kelas satu juga...".

Page 5 of 5