Tyndale House, Cambridge, 26-5-03, 11am- 13.pm

Thema: My Experience with Biblical Theology

Prof. Stuhlmacher memulai dengan berbagai pengertian tentang Biblical Theology. Beliau menegaskan bhw baginya, Biblical Theology, berarti semua ajaran Alkitab (PL dan PB). Di sini beliau menegaskan pentingnya memiliki ajaran yang menyatu antara PL/PB dan memperingatkan untuk tidak memisahkan keduanya.

Biblical Theology tidak boleh dipisahkan dari kesaksian Gereja Tuhan. Karena Alkitab itu sebenarnya adalah kesaksian dari Gereja abad pertama. Theologia tidak boleh dibangun terlepas dari Gereja Tuhan.

Cambridge, 27-5-03 (9.00-10.00 pagi)

Oleh: Mangapul Sagala.

- MS. "Selamat pagi pak, saya bersyukur sekali dapat bertemu dgn Bapak pagi ini. Saya tdk pernah menduga bahwa saya akan bertemu secara pribadi dengan seorang guru besar yg sangat terkenal. Buku2 bapak sangat menjadi berkat bagi saya, dan telah saya gunakan dalam research2 saya terdahulu.

- PS: Benarkah demikian? Buku apa misalnya?

- Khususnya tafsiran kitab Roma yg saya gunakan dlm research pd wkt yl. Buku lainnya yg terkesan adalah Jesus of Nazareth. Saya terkesan ketika bapak membahas ttg Yesus mengubah air menjadi anggur. Di sana Bapak mengatakan bhw kita tdk cukup melihat T. Yesus berkuasa mengubah air menjadi anggur. Itu hal yg sederhana. Tetapi kita harus tiba kepada kesimpulan, bhw di mana pun kita minum anggur... krn kita tdk pernah tahu dari mana sumbernya anggur itu, kita harus dapat menghubungkannya dgn Yesus, sebagai sumber anggur tsb. Saya juga merasa lucu pak dgn cerita bapak kemarin di Univ. Camb, dalam session "CONVERSAZIONE" di mana bapak mengatakan bhw para ahli harus hati2 menulis buku, karena semua pengajaran yg salah yg mereka bukukan, kelak di akhir Zaman akan disuruh baca ulang semua oleh Tuhan Yesus...Apakah memang benar demikian? (sambil tertawa).

KEKRISTENAN DI MAUI (HAWAI)

Shalom bagi kita semua.
Doa dan harapan saya, saudara-saudaraku semua senantiasa dalam damai sejahteraNya memasuki hari pertama di Minggu ini.

Tadi pagi sy kembali beribadah di sini untuk kedua kalinya (hari ini masih hari MInggu, beda waktu 17 jam). Bagi banyak orang, Hawai adalah salah satu tempat yang paling indah.Tidak heran jika kita menemukan di tempat ini orang-orang dari daerah lain di Amerika dan Kanada pindah dan menetap di Hawai. Barangkali, mengingat daerah ini adalah daerah wisata, kita akan menduga bahwa pulau ini akan semakin sekuler, karena itu, tidak banyak orang yang beribadah. Ternyata tidak demikian.

HATI YANG MENGHAMBA

Siapakah orang-orang yang menjadi tenaga suka relawan itu?
Sebagaimana saya tuliskan sebelumnya, banyak dari antara mereka berasal dari bagian lain Amerika, seperti Washington, Origen, dll. Ada juga dari Canada, Australia.

Saat ini, ada sekitar 30-an tenaga sukarelawan yang melayani. Mereka berasal dari berbagai usia, ada yang muda, yang masih berusia 22 thn, tapi ada jg yang sudah berumur hampir 70 thn spt Ben yang menjadi pelayan buat saya.

HAWAII MEMANG SANGAT INDAH

Setelah ibadah Minggu, tadi saya segera ke pantai PAIA, yg menurut info buku turis, merupakan pantai terbaik di Maui utk berselancar. Info ini memang sudah saya dapat dari seorang yang bekerja di tempat kami mengikuti program.

Ketertarikan saya kepada kota Hawaii sudah sejak puluhan tahun yl, sekitar tahun 1985. Ketika itu, saya melayani ke Gunung Sitoli, Nias. Di sana saya berjumpa dengan dua orang Jerman yang sangat tergila-gila berselancar. Ketika saya bertanya kepadanya mengapa jauh-jauh ke Nias untuk berselancar, maka dia menjawab dengan meyakinkan: "Bagi saya, Teluk Dalam (juga di Nias), adalah tempat kedua terindah berselancar di seluruh dunia. Ombaknya besar...". Lalu ketika saya menanyakan di mana nomor satu, dia menjawab dengan. "Hawai".

Page 5 of 7