Kebangkitan Kristus merupakan keunikan dan keistimewaan Kekristenan yang tidak dapat disejajarkan dengan agama dan kepercayaan mana pun. Karena itu, nampaknya ada kelompok yang mencoba menggugat ajaran tersebut.
Apakah kebangkitan Kristus perlu dibuktikan? Sebelum seseorang membuktikannya, perlu kita perhatikan bahwa masalah penolakan kepada kebangkitan Yesus, bukanlah karena kekurangan bukti. Sesungguhnya, masalah utama bukan pada kurangnya informasi yang dimiliki untuk menerima kebangkitan tersebut, tetapi terletak kepada kurangnya kemampuan mengimani semua informasi yang ada.

Ini adalah satu kenyataan yang tidak dapat disangkal, bahwa seluruh Perjanjian Baru ditulis dari perspektif kebangkitan Yesus Kristus. Sebenarnya, apa yang dituliskan oleh penulis-penulis Perjanjian Baru, khususnya Matius, Markus, Lukas dan Yohanes merupakan bukti nyata dan konkrit, sesuai dengan fakta dan realita yang mereka alami sendiri. Fakta-fakta itu juga yang disodorkan oleh rasul Paulus dalam 1Kor.15, yaitu satu pasal  yang sedemikian jelas dan gamblang menguraikan fakta kebangkitan Kristus serta implikasi dari kebangkitan tersebut.

Selamat siang saudaraku Gomar Gultom, apa kabar? Apakah masih sempat membaca respons umat di FB saya? Saya sengaja tag kepadamu agar seperti kata lagu, katakanlah sejujurnya. Di sana sudah lebih 250 respons yang menolak surat Pastoral PGI! Mereka menyatakan berbagai macam kekecewaan, sedih dan marah. Tolong diketahui bahwa kita juga paham soal Alkitab. Jadi janganlah ditulis di sana bahwa kita salah tafsir Alkitab. Tambahan lagi, apakah PGI tidak membaca Surat Penolakan dari Katolik (KWI) dan PBNU, sebuah organisasi terbesar Islam? Apakah rekan2 di Katolik dan Islam lebih memahami maksud Allah dari MPH PGI?

Saya bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan studi sampai tingkat doktor. Itu dilakukan di Kampus-kampus bermutu tinggi di luar negeri. Bukan hanya di TTC Singapura tapi juga di tempat-tempat lain tempat studi Biblika terbaik dunia, seperti Cambridge, dll. Bidang saya, seperti anda tahu adalah Biblika, bukan dogmatika, juga bukan misi atau praktika. Jadi, soal memahami teks-teks, seperti yang dikutip dalam surat pernyataan itu, termasuk Roma 1:26-27, kita paham kok. Itu jelas melawan LGBT. Jadi sejak Kejadian 1:27, Alkitab tidak berubah. Jadi saya harap, jangan mau disesatkan oleh ilmu-ilmu lain yang dapat menyesatkan. Tetaplah dengar dan taat kepada Alkitab, SATU-SATUNYA SUMBER OTORITAS BUAT KITA.

College, Univ. Cambridge. Senin 26-5-03, jam 17.30- 19.00

Pertemuan yg dipandu oleh Prof Graham Stanton dari Faculty of Divinity Camb University tsb diberi judul dengan "CONVERSAZIONE". Prof Stanton mengatakan bahwa pertemuan tsb adalah merupakan kesinambungan dari seminar yg dipimpin oleh Prof Martin Hengel, juga dari Univ Tubingen, pada tahun yang lalu, yang juga diadakan di Fakultas Theologia Universitas Cambridge.

Sebagaimana judulnya, maka sifat dari pertemuan itu adalah bersifat dialog- tanya jawab. Karena itu, formasi peserta diatur duduk secara melingkar. Sebelum dialog/tanya jawab dimulai, Stanton memulai dengan memberi introduksi yg cukup panjang tentang pembicara. Stanton menyebut berbagai artikel dan buku yang telah ditulis oleh Stuhlmacher, yang sangat diterima secara luas di seluruh dunia, khususnya buku yang telah diterjemahkan ke bhs Inggris.

Rekan-rekanku Ytk, khususnya semua peserta KTA, Kamp Tahunan Alumni ke-XI Perkantas. Mari siapkan diri dengan banyak doa. Kiranya kita maju terus di dalam Tuhan dan dilepaskan dari tipu daya Setan! Menjadi Kristen, aktivis, bahkan pejabat Gereja tidak menjadi jaminan! Dengan hati yang sedih saya katakan bahwa soal LGBT itu adalah salah satu tanda kebobrokan, pekerjaan setan dan kedagingan. Jangan pernah kompromi! Jangan percaya omong kosong. Berbagai teori di luar sana, banyak bicara omong kosong dan SAMPAH! Saya sebut beberapa saja. Mereka bilang bahwa :

1. LGBT itu karunia Tuhan. Padahal, Allah jelas murka atas dosa-dosa seperti itu (Roma 1:26-27)

2. LGBT itu adalah karena kecenderungan dari sono, given. Banyak orang cenderung melacur. Berarti juga karunia Tuhan? Mereka lupakan perbudakan dosa dalam diri manusia. Atau mereka sudah menolak dosa!

Saudara/i ykk,

Selama seminggu, dari tgl 16-23/6 yl saya memiliki kesempatan mengadakan research di Pontifico Institutio Biblico, Roma. Ini kesempatan yg saya gunakan bersamaan dengan undangan melayani di kebaktian bulanan masyarakat Kristen (protestan dan Katolik) di KBRI Roma. Saya mengirimkan ringkasan kesaksian pak Dubes, yg diucapakan beliau dlm kata sambutan setelah ibadah selesai.
Smg menjadi berkat bagi kita semua. Mari kita mendukung beliau dalam menjalankan pengabdiannya sebagai Duta Besar RI di kota Roma.

Salam hangat,
Pdt Mangapul Sagala.

Page 4 of 7