Rekan-rekan ytk, sementara demo yang disebut oleh TV sebagai aksi damai masih berjalan sekitar satu jam lagi (sampai jam 18.00 izin dari pemerintah), sungguh brsyukur, semua berjalan baik. Bapa surgawi menjawab doa-doa kita bersama.
Sambil menunggu pelayanan selanjutnya malam ini di RPK, saya mau berbagi beberapa hal dari demo hari ini.

1. Allah kita mahakuasa, Dia sanggup mengendalikan kelaliman. Saya mengamati demo, kelihatan benar-benar terkendali. Unik sekali damai kali ini, kotoran sampah pun dipungut sendiri oleh pendemo. Tidak ada pengrusakan seperti biasanya. Sebagai orang beriman, kita patut bersyukur atas karya Allah tersebut.

2. Di pihak lain, kelompok-kelompok peneror yang menakut-nakuti serta tim dananya yg konon bermilyar, saya kira gagal total hari ini. Karena dalam kenyataannya, masyarakat Jakarta tenang, aman, damai. Saya naik mobil dari Selatan ke Pusat, lancar, damai, masyarakat juga kelihatan ceria.

Rekan-rekan ytk, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Bapa di surga, Gembala Agung kita, yang terus menjaga dan memelihara hidup kita. Dengan adanya berbagai macam teror belakangan ini, khususnya dalam kaitannya dengan rencana demo hari Jumat 4 November 2016, saya ingin menyampaikan beberapa hal:

1. Mari tetap tenang, penuh damai dengan meyakini bahwa Allah perduli dan tetap terlibat dalam perjalanan bangsa kita, Republik Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Mari kita renungkan dan hayati janji Tuhan Yesus Kristus yang mengaruniakan damai sejahtera sejati (Yoh. 14.27).

2. Mari terus berdoa dan semakin tekun berdoa, baik secara pribadi, kelompok-kelompok kecil (small group, cell group, KTB) dan ibadah di Gereja dan persekutuan-persekutuan. Mari kita renungkan dan hayati penegasan Alkitab berikut: "Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, besar kuasanya (Yak. 5.16b). Kita doakan agar Roh Allah dan malaikat-malaikatNya diperintahkanNya utk mengawasi dan mengendalikan Jakarta dan seluruh daerah RI.

Jakarta, 28 Juni 2016
Nomor : 20.49/PHN/Ptas/VI/2016
Lampiran : Pembahasan dan Tanggapan
Hal : TANGGAPAN PERKANTAS ATAS 14 BUTIR SURAT PASTORAL PGI
tertanggal 28 Mei 2016

Kepada Yth,
Majelis Pekerja Harian PGI
Up :
1. Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang, Ketua
2. Pdt. Gomar Gultom, Sekretaris Umum

Saudara-saudaraku yang karena satu dan lain hal terlibat dalam perilaku LGBT, apa kabar kalian? Sebagaimana saya berkali-kali tuliskan dalam wall ini, saya mau mengulanginya buat meyakinkan kalian dalam beberapa hal :

1. Saya setuju bahwa sebagai manusia, kalian adalah ciptaan Tuhan.

2. Sebagai ciptaanNya, kami harus mengasihi kalian. Saya pribadi sudah bersentuhan dengan pelaku LGBT di sekitar tahun 1972-1973. Jadi, bukan hal baru lagi. Saya sudah beberapa kali mendoakan dan melayani pelaku LGBT.

3. Namun, bersama dengan banyak umat Tuhan lainnya, seperti HKBP, yaitu salah satu jemaat terbesar dalam lingkungan Lutheran sedunia dan terbesar dalam anggota PGI, juga gereja Katolik (KWI), saya harus tetap mengatakan, perilaku LGBT itu adalah dosa (Roma 1:26-27).

MERESPONI 14 BUTIR SURAT PASTORAL PGI, 28 Mei 2016
A.n. MPH-PGI. Pdt. Dr. Henriette dan Pdt. Gomar Gultom

Pengantar:
1.Rekan-rekan Ytk, saya menggunakan judul Quo Vadis PGI?, ke-II adalah untuk membedakan artikel yang saya tulis di dalam buku saya, Rahasia Hidup Bahagia, artikel 71. Ketika itu, dikatakan adanya percepatan Sidang Raya ke-14, karena dicurigai adanya penyimpangan moral dari pimpinannya.

2.Apa yang terjadi kini? Sebagaimana saya tulis dalam status Facebook saya pada tanggal 21 Juni 2016 yang lalu, sebenarnya hal yang sama harus dilakukan kepada Pimpinan PGI yang sekarang. Alasannya, bukan masalah penyimpangan moral, tetapi lebih berat lagi, penyimpangan ajaran.

3.Setelah tiga hari ini saya memposting soal Surat Pastoral PGI, saya bersyukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada semua saudara atas respons yang diberikan. Sungguh, respons itu di luar dugaan saya. Sebagai contoh, artikel berjudul SURAT TERBUKA KEPADA SEKJEN PGI. Status itu ditanggapi lebih ramai lagi: 579 likes, 181 comments dan 260 shares. Sungguh, itu adalah jumlah yang tidak sedikit.

Page 3 of 7