College, Univ. Cambridge. Senin 26-5-03, jam 17.30- 19.00

Pertemuan yg dipandu oleh Prof Graham Stanton dari Faculty of Divinity Camb University tsb diberi judul dengan "CONVERSAZIONE". Prof Stanton mengatakan bahwa pertemuan tsb adalah merupakan kesinambungan dari seminar yg dipimpin oleh Prof Martin Hengel, juga dari Univ Tubingen, pada tahun yang lalu, yang juga diadakan di Fakultas Theologia Universitas Cambridge.

Sebagaimana judulnya, maka sifat dari pertemuan itu adalah bersifat dialog- tanya jawab. Karena itu, formasi peserta diatur duduk secara melingkar. Sebelum dialog/tanya jawab dimulai, Stanton memulai dengan memberi introduksi yg cukup panjang tentang pembicara. Stanton menyebut berbagai artikel dan buku yang telah ditulis oleh Stuhlmacher, yang sangat diterima secara luas di seluruh dunia, khususnya buku yang telah diterjemahkan ke bhs Inggris.

Rekan-rekanku Ytk, khususnya semua peserta KTA, Kamp Tahunan Alumni ke-XI Perkantas. Mari siapkan diri dengan banyak doa. Kiranya kita maju terus di dalam Tuhan dan dilepaskan dari tipu daya Setan! Menjadi Kristen, aktivis, bahkan pejabat Gereja tidak menjadi jaminan! Dengan hati yang sedih saya katakan bahwa soal LGBT itu adalah salah satu tanda kebobrokan, pekerjaan setan dan kedagingan. Jangan pernah kompromi! Jangan percaya omong kosong. Berbagai teori di luar sana, banyak bicara omong kosong dan SAMPAH! Saya sebut beberapa saja. Mereka bilang bahwa :

1. LGBT itu karunia Tuhan. Padahal, Allah jelas murka atas dosa-dosa seperti itu (Roma 1:26-27)

2. LGBT itu adalah karena kecenderungan dari sono, given. Banyak orang cenderung melacur. Berarti juga karunia Tuhan? Mereka lupakan perbudakan dosa dalam diri manusia. Atau mereka sudah menolak dosa!

Saudara/i ykk,

Selama seminggu, dari tgl 16-23/6 yl saya memiliki kesempatan mengadakan research di Pontifico Institutio Biblico, Roma. Ini kesempatan yg saya gunakan bersamaan dengan undangan melayani di kebaktian bulanan masyarakat Kristen (protestan dan Katolik) di KBRI Roma. Saya mengirimkan ringkasan kesaksian pak Dubes, yg diucapakan beliau dlm kata sambutan setelah ibadah selesai.
Smg menjadi berkat bagi kita semua. Mari kita mendukung beliau dalam menjalankan pengabdiannya sebagai Duta Besar RI di kota Roma.

Salam hangat,
Pdt Mangapul Sagala.

Tyndale House, Cambridge, 26-5-03, 11am- 13.pm

Thema: My Experience with Biblical Theology

Prof. Stuhlmacher memulai dengan berbagai pengertian tentang Biblical Theology. Beliau menegaskan bhw baginya, Biblical Theology, berarti semua ajaran Alkitab (PL dan PB). Di sini beliau menegaskan pentingnya memiliki ajaran yang menyatu antara PL/PB dan memperingatkan untuk tidak memisahkan keduanya.

Biblical Theology tidak boleh dipisahkan dari kesaksian Gereja Tuhan. Karena Alkitab itu sebenarnya adalah kesaksian dari Gereja abad pertama. Theologia tidak boleh dibangun terlepas dari Gereja Tuhan.

Cambridge, 27-5-03 (9.00-10.00 pagi)

Oleh: Mangapul Sagala.

- MS. "Selamat pagi pak, saya bersyukur sekali dapat bertemu dgn Bapak pagi ini. Saya tdk pernah menduga bahwa saya akan bertemu secara pribadi dengan seorang guru besar yg sangat terkenal. Buku2 bapak sangat menjadi berkat bagi saya, dan telah saya gunakan dalam research2 saya terdahulu.

- PS: Benarkah demikian? Buku apa misalnya?

- Khususnya tafsiran kitab Roma yg saya gunakan dlm research pd wkt yl. Buku lainnya yg terkesan adalah Jesus of Nazareth. Saya terkesan ketika bapak membahas ttg Yesus mengubah air menjadi anggur. Di sana Bapak mengatakan bhw kita tdk cukup melihat T. Yesus berkuasa mengubah air menjadi anggur. Itu hal yg sederhana. Tetapi kita harus tiba kepada kesimpulan, bhw di mana pun kita minum anggur... krn kita tdk pernah tahu dari mana sumbernya anggur itu, kita harus dapat menghubungkannya dgn Yesus, sebagai sumber anggur tsb. Saya juga merasa lucu pak dgn cerita bapak kemarin di Univ. Camb, dalam session "CONVERSAZIONE" di mana bapak mengatakan bhw para ahli harus hati2 menulis buku, karena semua pengajaran yg salah yg mereka bukukan, kelak di akhir Zaman akan disuruh baca ulang semua oleh Tuhan Yesus...Apakah memang benar demikian? (sambil tertawa).

Page 3 of 5