Pdt. Mangapul Sagala

Di dalam theologia, dikenal dua macam pendekatan Kristologi, yaitu: Kristologi dari bawah dan Kristologi dari atas. Yang dimaksud dengan Kristologi dari atas adalah melihat siapa Yesus Kristus sebelum Dia datang ke dalam dunia. Pandangan ini mengatakan bahwa keAllahan Yesus Kristus terselubung ketika Dia di dalam dunia. Karena itu, kita akan gagal mengenalNya dengan pendekatan ini. Supaya kita dapat mengenal Dia sebagai Allah yang sejati, kita harus melihat siapa Yesus sebelum Dia datang ke dalam dunia. Salah satu ayat Alkitab acuan untuk pendekatan ini adalah Yoh.1:1: “Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah”.Theolog yang menganut pendekatan ini, antara lain adalah Rudolf Bultmann. Sedangkan Kristologi dari bawah, memiliki pendekatan yang justru kebalikan dari pandangan tersebut di atas. Pandangan ini justru memperhatikan secara sungguh2 siapa Yesus ketika Dia berada di dalam dunia.

Siapakah Yesus bagi murid-murid tersebut? Kita dapat melihat kesaksian Petrus yang mengatakan bahwa "Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup" (Mat.16:16 ; Yoh.6:68). Dengan pengakuan tersebut, rasul Petrus bukan saja menjadikan Yesus sebagai pribadi yang merupakan penggenapan Mesias yang telah lama diharapkan di dalam Perjanjian Lama, tetapi juga menjadikan Yesus sehakekat dengan YHWH, dimana Dia disebut sebagai Anak Allah. Bapa dan Anak memiliki esensi yang sama. Itulah sebabnya, istilah yang digunakan dalam bahasa Yunani, Anak memiliki zat yang sama (homo ousia) dengan Bapa.

Selanjutnya, setelah kebangkitan Tuhan Yesus, murid lainnya yang bernama Tomas, sang peragu tersebut bahkan masuk kepada sebuah pengakuan yang melampaui pengakuan semua rasul: "Engkaulah Tuhanku dan Allahku" (Yoh.20: 28). Pengakuan ini melampaui apa yang dikatakan rasul Petrus tersebut di atas. Yesus bukan saja disebut Anak Allah, tetapi juga Allah sendiri. Pernyataan inilah yang kita temukan di dalam Injil Yohanes, di mana Yesus yang adalah Logos, bukan saja bersama dengan Allah, tetapi Logos tersebut adalah Allah (Yoh.1:1). Seiring dengan pengakuan Tomas tersebut, penulis kitab Wahyu (Yohanes) menuliskan bahwa Yesus adalah "YANG AWAL DAN YANG AKHIR (Why.1:8; 5).